Akademisi Nilai Keberhasilan Program MBG Bergantung pada Rantai Pasok Aman

Rabu, 04 Maret 2026 - 12:40 WIB
loading...
Akademisi Nilai Keberhasilan...
Program prioritas nasional MBG menghadapi tantangan serius dalam aspek rantai pasok pangan. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas nasional pemerintah menghadapi tantangan serius dalam aspek rantai pasok pangan, menyusul sejumlah insiden keracunan massal yang menimpa pelajar di berbagai daerah.

Penguatan sistem logistik, pengawasan kualitas bahan baku, dan standar pengolahan pangan dinilai menjadi faktor krusial untuk menjamin keberhasilan program yang menargetkan puluhan juta penerima manfaat.

Dosen Operation Management PPM School of Management, Erni Ernawati, mengatakan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada ketersediaan makanan, tetapi juga pada ketahanan dan keamanan rantai pasok dari hulu hingga hilir.

Baca juga: Seskab Teddy Tepis Anggaran MBG Kurangi Anggaran Pendidikan: Narasi Keliru!

“Keberhasilan MBG dari dapur ke sekolah bukan hanya tentang mengenyangkan jutaan anak Indonesia, tetapi memastikan setiap rantai pasok pangan bekerja secara aman, tangguh, dan berkelanjutan,” ujar Erni, melalui siaran pers, Rabu (4/3/2026).

Program MBG yang mulai dilaksanakan secara bertahap sejak Januari 2025 menargetkan sekitar 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari siswa PAUD hingga SMA/SMK, serta ibu hamil dan menyusui. Namun, pelaksanaannya di lapangan menghadapi sorotan publik setelah muncul laporan keracunan massal yang diduga berkaitan dengan pengelolaan bahan pangan dan distribusi makanan.

Menurut Erni, pengelolaan bahan baku menjadi titik kritis yang menentukan keamanan pangan. Bahan pangan, terutama yang mudah rusak seperti ayam, daging, dan ikan, memerlukan sistem rantai dingin atau cold chain yang memadai untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme berbahaya.

“Bahan baku harus melalui proses sortir sesuai standar kualitas, serta ditangani dengan sistem penyimpanan dingin yang tepat. Jika tidak langsung diolah, bahan harus disimpan dengan benar untuk menjaga keamanan dan kualitasnya,” jelasnya.

Selain itu, kesiapan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga menjadi faktor penting. Ia menekankan perlunya sistem pemantauan digital atau traceability untuk melacak pergerakan bahan baku dan memastikan transparansi dalam proses pengolahan.

“Implementasi sistem pelacakan digital dan standardisasi rantai dingin menjadi instrumen vital untuk memantau keamanan pangan dan mencegah insiden yang berulang,” kata Erni.

Aspek lain yang perlu mendapat perhatian adalah kualitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengolahan makanan. Petugas SPPG harus memiliki kompetensi dalam praktik sanitasi, higiene, penyimpanan, dan pengolahan pangan, serta berada di bawah pengawasan dan audit yang ketat.

Tak hanya itu, distribusi makanan dari dapur ke sekolah juga menjadi tantangan tersendiri, terutama di wilayah kepulauan dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Keterlambatan distribusi dapat meningkatkan risiko kontaminasi dan menurunkan kualitas makanan yang dikonsumsi penerima manfaat. Erni menilai penguatan rantai pasok lokal dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan distribusi.

Menurutnya, pelibatan produsen lokal seperti petani, nelayan, dan koperasi desa dapat membantu menjaga kesegaran bahan baku sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

“Dengan memprioritaskan penyerapan bahan baku dari produsen lokal di sekitar satuan pelayanan, kualitas pangan dapat lebih terjaga dan risiko penurunan kualitas selama distribusi dapat diminimalkan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, pelaku usaha logistik, serta masyarakat setempat untuk memastikan distribusi berjalan efektif, terutama di wilayah dengan tantangan geografis.

Secara keseluruhan, Erni menilai program MBG memiliki potensi besar untuk mendukung kesehatan anak, menekan angka stunting, dan memperkuat ekonomi lokal. Namun, keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada pembenahan sistem rantai pasok dan pengawasan kualitas secara menyeluruh.

“Tanpa penguatan rantai pasok, pengawasan kualitas, dan standardisasi pelaksanaan, program ini berisiko kehilangan kepercayaan publik dan tidak mencapai tujuan yang diharapkan,” katanya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UI Dukung Program MBG...
UI Dukung Program MBG lewat Pendidikan, Riset, dan Evaluasi Ilmiah
Distribusi MBG Dinilai...
Distribusi MBG Dinilai Bermasalah, Pakar IPB Tawarkan Solusi Berbasis KIP dan KIS
MBG Dinilai Perkuat...
MBG Dinilai Perkuat Solidaritas dan Semangat Belajar Siswa, Ini Hasil Risetnya
MBG Disebut Pangkas...
MBG Disebut Pangkas Anggaran Pendidikan, Mendikdasmen: Tidak Benar
Guru Besar UGM Usul...
Guru Besar UGM Usul Dana MBG Dialihkan Sebagian untuk Bencana
Kemendikdasmen Beri...
Kemendikdasmen Beri Santunan ke Korban Insiden Mobil MBG Tabrak Siswa di Jakut
Isu Dana Dapur MBG Belum...
Isu Dana Dapur MBG Belum Cair, Nanik S Deyang Sebut Hoaks
Eks Waka BGN Sony Sonjaya...
Eks Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan JC, Sebut 20 Nama Besar Diduga Terlibat Korupsi
Majelis Etik Ungkap...
Majelis Etik Ungkap Hery Susanto Perintahkan Pegawai Ombudsman Tak Sentuh Program MBG
Rekomendasi
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Hacker Pro-Palestina...
Hacker Pro-Palestina Janji Lancarkan Serangan Siber Paling Dahsyat ke Israel
Berita Terkini
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
MNC University dan Universitas...
MNC University dan Universitas Bina Darma Berkolaborasi Gelar Seminar Hybrid Komunikasi Antarbudaya Internasional
Perkuat Literasi Anak...
Perkuat Literasi Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Kisah Teladan Hadir dalam Format Digital
Cek Hasil Seleksi Sekolah...
Cek Hasil Seleksi Sekolah Maung 2026 Hari Ini, Simak Jadwal SPMB Jabar Selanjutnya
Segera Dibuka, Begini...
Segera Dibuka, Begini Ketentuan dan Jadwal Jalur Domisili di SPMB Jakarta 2026
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved