Kisah Zhafif, Siswa Kharisma Bangsa Peraih Emas OSN Astronomi dan Bercita Jadi Peneliti
Senin, 09 Maret 2026 - 15:59 WIB
loading...
A
A
A
Saat masih di bangku sekolah dasar, ia pernah meraih Honorable Mention bidang IPA. Konsistensinya dalam belajar akhirnya membuahkan hasil ketika di tingkat SMA ia berhasil membawa pulang medali emas OSN bidang astronomi.
Menurut Zhafif, astronomi merupakan bidang yang menuntut pemahaman fisika yang kuat. Selain itu, kemampuan analisis dan logika juga sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai soal yang kompleks.
Dalam kompetisi OSN astronomi tingkat nasional, peserta harus melalui tiga sesi utama, yaitu teori, analisis data, dan observasi.
Pada sesi teori, peserta dihadapkan pada tujuh hingga delapan soal yang menguji kemampuan logika dan pemahaman konsep astrofisika. Materi yang diujikan cukup luas, mulai dari kosmologi, fisika bintang, hingga proses termonuklir di dalam bintang.
Selain itu, ada juga sesi analisis data. Dalam sesi ini peserta diberikan kumpulan data astronomi, misalnya data supernova, untuk dianalisis.
Dari data tersebut peserta harus menarik kesimpulan, seperti menghitung kecepatan pengembangan alam semesta atau memahami fenomena kosmologi lainnya.
Sesi terakhir adalah observasi yang terdiri dari beberapa bagian, seperti planetarium dan penggunaan teleskop.
“Di planetarium kami hanya punya waktu sekitar dua menit untuk menjawab soal, jadi harus benar-benar hafal posisi rasi bintang dan koordinat langit,” jelasnya.
Pada sesi teleskop, peserta juga harus mampu mengarahkan teleskop berdasarkan koordinat tertentu serta melakukan perhitungan trigonometrik dalam waktu singkat.
Keberhasilan meraih medali emas tentu menjadi momen yang sangat berkesan bagi Zhafif. Ia mengaku bersyukur karena bisa memenuhi harapan banyak orang yang percaya pada kemampuannya.
“Alhamdulillah bisa mendapatkan medali emas. Saat ini saya juga lolos ke pelatnas tingkat internasional,” ungkapnya.
Ke depan, Zhafif memiliki mimpi besar. Ia berharap bisa melanjutkan pendidikan ke salah satu universitas terbaik di dunia.
Menurut Zhafif, astronomi merupakan bidang yang menuntut pemahaman fisika yang kuat. Selain itu, kemampuan analisis dan logika juga sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai soal yang kompleks.
Dalam kompetisi OSN astronomi tingkat nasional, peserta harus melalui tiga sesi utama, yaitu teori, analisis data, dan observasi.
Pada sesi teori, peserta dihadapkan pada tujuh hingga delapan soal yang menguji kemampuan logika dan pemahaman konsep astrofisika. Materi yang diujikan cukup luas, mulai dari kosmologi, fisika bintang, hingga proses termonuklir di dalam bintang.
Selain itu, ada juga sesi analisis data. Dalam sesi ini peserta diberikan kumpulan data astronomi, misalnya data supernova, untuk dianalisis.
Dari data tersebut peserta harus menarik kesimpulan, seperti menghitung kecepatan pengembangan alam semesta atau memahami fenomena kosmologi lainnya.
Sesi terakhir adalah observasi yang terdiri dari beberapa bagian, seperti planetarium dan penggunaan teleskop.
“Di planetarium kami hanya punya waktu sekitar dua menit untuk menjawab soal, jadi harus benar-benar hafal posisi rasi bintang dan koordinat langit,” jelasnya.
Pada sesi teleskop, peserta juga harus mampu mengarahkan teleskop berdasarkan koordinat tertentu serta melakukan perhitungan trigonometrik dalam waktu singkat.
Keberhasilan meraih medali emas tentu menjadi momen yang sangat berkesan bagi Zhafif. Ia mengaku bersyukur karena bisa memenuhi harapan banyak orang yang percaya pada kemampuannya.
“Alhamdulillah bisa mendapatkan medali emas. Saat ini saya juga lolos ke pelatnas tingkat internasional,” ungkapnya.
Ke depan, Zhafif memiliki mimpi besar. Ia berharap bisa melanjutkan pendidikan ke salah satu universitas terbaik di dunia.
Lihat Juga :