Marlyn Ivana Trigita Jadi Lulusan Tercepat Psikologi UGM, Kuliah Tuntas 3 Tahun 2 Bulan
Selasa, 10 Maret 2026 - 19:41 WIB
loading...
A
A
A
Dalam skripsinya yang berjudul “Peran Otonomi Pengambilan Keputusan terhadap Peluang Terjadinya Depresi pada Perempuan Menikah di Indonesia”, Marlyn mengangkat isu yang relevan dengan konteks sosial Indonesia. Penelitian ini terinspirasi dari pemikiran Michel Foucault tentang relasi kuasa, khususnya gagasan mengenai pembagian kekuasaan yang tidak selalu berjalan seimbang dalam praktik sosial. Dalam konteks masyarakat yang masih cenderung patriarkal, pembagian kekuasaan dalam keluarga kerap tidak setara, terutama terhadap perempuan.
Di sisi lain, dalam psikologi terdapat teori self-determination yang menekankan bahwa otonomi merupakan salah satu dari tiga kebutuhan dasar yang berperan penting dalam kesehatan mental. Marlyn ingin mengetahui apakah pola yang ditemukan dalam penelitian luar negeri, bahwa rendahnya otonomi perempuan berkorelasi dengan meningkatnya risiko depresi, juga terjadi di Indonesia.
“Di Indonesia sendiri belum ada penelitian yang secara spesifik membahas ini. Makanya ini jadi peluang untuk menelitinya,” ungkapnya.
Penelitian tersebut menggunakan data sekunder dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang kelima yang dikumpulkan oleh beberapa perusahaan. Melalui data berskala besar tersebut, ia menganalisis hubungan antara tingkat otonomi pengambilan keputusan perempuan menikah dan peluang terjadinya depresi.
Ia juga menyoroti fenomena shadowed autonomy, yakni kondisi ketika perempuan tampak terlibat dalam pengambilan keputusan, tetapi keputusan tersebut bukan sepenuhnya didasarkan pada kehendak pribadi. Pengalaman dan pengamatan terhadap dinamika keluarga di sekitarnya turut menguatkan ketertarikannya pada topik ini.
Bagi Marlyn, skripsi adalah proyek panjang yang harus diselesaikan dalam waktu relatif singkat, terlebih bagi mahasiswa yang menjadikannya sebagai pengalaman penelitian pertama. Karena itu, ia menekankan pentingnya memahami topik dan metode penelitian secara mendalam sejak awal. “Pelajari topik dan metode yang akan kamu pakai itu sebaik mungkin. Tapi nggak perlu jadi yang tercepat. Just do it as good as possible,” pesannya.
Di sisi lain, dalam psikologi terdapat teori self-determination yang menekankan bahwa otonomi merupakan salah satu dari tiga kebutuhan dasar yang berperan penting dalam kesehatan mental. Marlyn ingin mengetahui apakah pola yang ditemukan dalam penelitian luar negeri, bahwa rendahnya otonomi perempuan berkorelasi dengan meningkatnya risiko depresi, juga terjadi di Indonesia.
“Di Indonesia sendiri belum ada penelitian yang secara spesifik membahas ini. Makanya ini jadi peluang untuk menelitinya,” ungkapnya.
Penelitian tersebut menggunakan data sekunder dari Indonesian Family Life Survey (IFLS) gelombang kelima yang dikumpulkan oleh beberapa perusahaan. Melalui data berskala besar tersebut, ia menganalisis hubungan antara tingkat otonomi pengambilan keputusan perempuan menikah dan peluang terjadinya depresi.
Ia juga menyoroti fenomena shadowed autonomy, yakni kondisi ketika perempuan tampak terlibat dalam pengambilan keputusan, tetapi keputusan tersebut bukan sepenuhnya didasarkan pada kehendak pribadi. Pengalaman dan pengamatan terhadap dinamika keluarga di sekitarnya turut menguatkan ketertarikannya pada topik ini.
Bagi Marlyn, skripsi adalah proyek panjang yang harus diselesaikan dalam waktu relatif singkat, terlebih bagi mahasiswa yang menjadikannya sebagai pengalaman penelitian pertama. Karena itu, ia menekankan pentingnya memahami topik dan metode penelitian secara mendalam sejak awal. “Pelajari topik dan metode yang akan kamu pakai itu sebaik mungkin. Tapi nggak perlu jadi yang tercepat. Just do it as good as possible,” pesannya.
(nnz)
Lihat Juga :