Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib di SD Mulai 2027, Kemendikdasmen Latih Ribuan Guru
Rabu, 11 Maret 2026 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
“Oleh karena itu, setelah mengikuti pelatihan ini kami berharap Ibu dan Bapak tidak hanya menerapkan pengetahuan yang diperoleh di kelas masing-masing, tetapi juga berbagi praktik baik kepada rekan sejawat melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) ataupun forum profesional lainnya. Dengan cara ini, manfaat pelatihan tidak berhenti pada peserta yang hadir hari ini, tetapi dapat menjangkau lebih banyak guru dan lebih banyak murid,” tambah Rachmadi.
Rachmadi juga menyampaikan bahwa program PKGSD-MBI difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam dua aspek utama, yaitu peningkatan kemahiran berbahasa serta penguasaan pedagogi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SD.
Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan agar para guru dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman tanpa merasa terbebani. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan para peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam praktik pembelajaran di kelas.
Sebagai bagian dari upaya pemerataan akses peningkatan kompetensi guru, Kemendikdasmen juga memberikan kesempatan bagi guru SD yang belum mengikuti pelatihan untuk tetap dapat belajar secara mandiri. Para guru dapat mengakses materi pelatihan melalui Learning Management System (LMS) serta mempelajari modul melalui fitur Pembelajaran Mandiri pada platform Rumah Pendidikan.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung proses penjaringan dan fasilitasi peserta pelatihan.
Rachmadi juga menyampaikan bahwa program PKGSD-MBI difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam dua aspek utama, yaitu peningkatan kemahiran berbahasa serta penguasaan pedagogi dalam pembelajaran Bahasa Inggris di SD.
Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan yang sederhana dan menyenangkan agar para guru dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman tanpa merasa terbebani. Melalui pendekatan tersebut, diharapkan para peserta tidak hanya memahami materi secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya secara langsung dalam praktik pembelajaran di kelas.
Sebagai bagian dari upaya pemerataan akses peningkatan kompetensi guru, Kemendikdasmen juga memberikan kesempatan bagi guru SD yang belum mengikuti pelatihan untuk tetap dapat belajar secara mandiri. Para guru dapat mengakses materi pelatihan melalui Learning Management System (LMS) serta mempelajari modul melalui fitur Pembelajaran Mandiri pada platform Rumah Pendidikan.
Pelaksanaan program ini juga melibatkan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung proses penjaringan dan fasilitasi peserta pelatihan.
(nnz)
Lihat Juga :