Tips Anti Kantuk Saat Mudik, Ini Asupan Penting Menurut Ahli Gizi IPB
Jum'at, 13 Maret 2026 - 16:18 WIB
loading...
Menjelang musim mudik Lebaran, menjaga kondisi tubuh tetap bugar menjadi hal penting. Foto/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Menjelang musim mudik Lebaran , menjaga kondisi tubuh tetap bugar menjadi hal penting, khususnya bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jauh. Salah satu cara agar tetap fokus di perjalanan adalah dengan memperhatikan pola makan dan asupan nutrisi sebelum serta selama perjalanan.
Ahli Gizi Masyarakat dari IPB University , Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa rasa kantuk saat mudik tidak hanya disebabkan oleh kelelahan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola tidur, kondisi perjalanan, hingga jenis makanan yang dikonsumsi.
Baca juga: Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 di 4 Tanggal Kritis Ini
Berikut beberapa faktor penyebab kantuk saat mudik sekaligus rekomendasi asupan yang dapat membantu menjaga stamina selama perjalanan.
Salah satu penyebab utama kantuk adalah kurangnya waktu istirahat. Selama Ramadan, pola tidur sering berubah karena harus bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut dari biasanya. Kondisi ini membuat tubuh belum sepenuhnya pulih saat harus melakukan perjalanan jauh, sehingga rasa lelah dan kantuk lebih mudah muncul.
Durasi perjalanan yang panjang dengan kondisi jalan yang cenderung sama dapat menimbulkan kebosanan.
Menurut dr. Karina, ketika pengemudi menyetir terlalu lama dengan pemandangan yang monoton, otak menjadi kurang terstimulasi sehingga rasa kantuk lebih cepat datang.
Baca juga: Tips Aman Mudik Lebaran Aman Naik Mobil Listrik Changan Lumin
Faktor lain yang memicu kantuk adalah kebiasaan berkendara pada malam hari.
Secara biologis, malam merupakan waktu alami tubuh untuk beristirahat. Jika dipaksakan tetap terjaga dan berkendara, tubuh akan lebih cepat merasa lelah dan mengantuk.
Jenis makanan tertentu juga dapat membuat tubuh lebih cepat mengantuk.
Makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, seperti roti putih, gorengan, keripik, dan makanan tinggi gula, sebaiknya dibatasi karena dapat membuat energi cepat turun setelahnya.
Untuk menjaga energi selama perjalanan, dr. Karina menyarankan mengonsumsi sumber karbohidrat kompleks, seperti:
Beras merah dan beras hitam
Gandum dan oat
Jagung
Kentang dan ubi
Kacang-kacangan
Jenis makanan ini membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil sehingga tubuh tidak mudah lelah.
Protein juga penting untuk menjaga stamina tubuh selama perjalanan. Beberapa pilihan yang direkomendasikan antara lain:
Ayam tanpa kulit
Daging tanpa lemak
Putih telur
Ikan
Protein membantu tubuh tetap bertenaga tanpa memberikan rasa berat seperti makanan berlemak tinggi.
Lemak baik juga dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi tambahan. Pilihan yang dianjurkan meliputi:
Ikan
Alpukat
Kacang-kacangan
Minyak zaitun
Jenis lemak ini lebih sehat dan tidak membuat tubuh cepat lemas.
Buah dan sayuran sangat penting karena kaya serat, vitamin, dan mineral.
Selain itu, banyak buah memiliki kandungan air tinggi yang dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama perjalanan.
Selain makanan, asupan cairan juga tidak boleh diabaikan.
Meski sedang berpuasa, pengemudi tetap dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan sekitar delapan gelas atau 1,5–2 liter air per hari, yang dapat dipenuhi saat sahur dan berbuka.
Minuman berkafein seperti kopi dan teh memang dapat membantu mengurangi kantuk, tetapi efeknya hanya sementara.
Jika dikonsumsi berlebihan, kafein justru dapat menyebabkan sering buang air kecil dan meningkatkan risiko dehidrasi. Batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa sekitar 400 mg atau setara empat cangkir kopi per hari, namun sebaiknya cukup 1–2 cangkir saja.
Meski ada berbagai cara untuk menjaga stamina, dr. Karina menegaskan bahwa cara paling efektif mengatasi kantuk tetaplah dengan beristirahat.
Jika tubuh sudah terasa lelah atau mengantuk saat berkendara, pengemudi disarankan untuk menepi sejenak dan tidur singkat agar energi kembali pulih sebelum melanjutkan perjalanan.
Ahli Gizi Masyarakat dari IPB University , Dr. dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa rasa kantuk saat mudik tidak hanya disebabkan oleh kelelahan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola tidur, kondisi perjalanan, hingga jenis makanan yang dikonsumsi.
Baca juga: Puncak Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 di 4 Tanggal Kritis Ini
Berikut beberapa faktor penyebab kantuk saat mudik sekaligus rekomendasi asupan yang dapat membantu menjaga stamina selama perjalanan.
Tips Anti Kantuk Saat Mudik
1. Kurang Waktu Tidur
Salah satu penyebab utama kantuk adalah kurangnya waktu istirahat. Selama Ramadan, pola tidur sering berubah karena harus bangun lebih awal untuk sahur dan tidur lebih larut dari biasanya. Kondisi ini membuat tubuh belum sepenuhnya pulih saat harus melakukan perjalanan jauh, sehingga rasa lelah dan kantuk lebih mudah muncul.
2. Perjalanan Panjang dengan Pemandangan Monoton
Durasi perjalanan yang panjang dengan kondisi jalan yang cenderung sama dapat menimbulkan kebosanan.
Menurut dr. Karina, ketika pengemudi menyetir terlalu lama dengan pemandangan yang monoton, otak menjadi kurang terstimulasi sehingga rasa kantuk lebih cepat datang.
Baca juga: Tips Aman Mudik Lebaran Aman Naik Mobil Listrik Changan Lumin
3. Memaksakan Berkendara di Malam Hari
Faktor lain yang memicu kantuk adalah kebiasaan berkendara pada malam hari.
Secara biologis, malam merupakan waktu alami tubuh untuk beristirahat. Jika dipaksakan tetap terjaga dan berkendara, tubuh akan lebih cepat merasa lelah dan mengantuk.
4. Hindari Makanan yang Memicu Kantuk
Jenis makanan tertentu juga dapat membuat tubuh lebih cepat mengantuk.
Makanan yang menyebabkan lonjakan gula darah secara cepat, seperti roti putih, gorengan, keripik, dan makanan tinggi gula, sebaiknya dibatasi karena dapat membuat energi cepat turun setelahnya.
5. Pilih Karbohidrat Kompleks untuk Energi Stabil
Untuk menjaga energi selama perjalanan, dr. Karina menyarankan mengonsumsi sumber karbohidrat kompleks, seperti:
Beras merah dan beras hitam
Gandum dan oat
Jagung
Kentang dan ubi
Kacang-kacangan
Jenis makanan ini membantu menjaga kadar gula darah lebih stabil sehingga tubuh tidak mudah lelah.
6. Konsumsi Protein Rendah Lemak
Protein juga penting untuk menjaga stamina tubuh selama perjalanan. Beberapa pilihan yang direkomendasikan antara lain:
Ayam tanpa kulit
Daging tanpa lemak
Putih telur
Ikan
Protein membantu tubuh tetap bertenaga tanpa memberikan rasa berat seperti makanan berlemak tinggi.
7. Tambahkan Lemak Sehat
Lemak baik juga dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi tambahan. Pilihan yang dianjurkan meliputi:
Ikan
Alpukat
Kacang-kacangan
Minyak zaitun
Jenis lemak ini lebih sehat dan tidak membuat tubuh cepat lemas.
8. Perbanyak Buah dan Sayur
Buah dan sayuran sangat penting karena kaya serat, vitamin, dan mineral.
Selain itu, banyak buah memiliki kandungan air tinggi yang dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi selama perjalanan.
9. Pastikan Kebutuhan Cairan Terpenuhi
Selain makanan, asupan cairan juga tidak boleh diabaikan.
Meski sedang berpuasa, pengemudi tetap dianjurkan memenuhi kebutuhan cairan sekitar delapan gelas atau 1,5–2 liter air per hari, yang dapat dipenuhi saat sahur dan berbuka.
10. Batasi Konsumsi Kafein
Minuman berkafein seperti kopi dan teh memang dapat membantu mengurangi kantuk, tetapi efeknya hanya sementara.
Jika dikonsumsi berlebihan, kafein justru dapat menyebabkan sering buang air kecil dan meningkatkan risiko dehidrasi. Batas aman konsumsi kafein bagi orang dewasa sekitar 400 mg atau setara empat cangkir kopi per hari, namun sebaiknya cukup 1–2 cangkir saja.
11. Istirahat Tetap Jadi Cara Paling Efektif
Meski ada berbagai cara untuk menjaga stamina, dr. Karina menegaskan bahwa cara paling efektif mengatasi kantuk tetaplah dengan beristirahat.
Jika tubuh sudah terasa lelah atau mengantuk saat berkendara, pengemudi disarankan untuk menepi sejenak dan tidur singkat agar energi kembali pulih sebelum melanjutkan perjalanan.
(nnz)
Lihat Juga :