Perkuat Inklusivitas, Mendikdasmen Luncurkan Program PijatMu dan Mudik Asyik untuk Difabel
Minggu, 15 Maret 2026 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Namun demikian, Mendikdasmen menjelaskan bahwa jumlah pasti SLB yang akan dibangun masih dalam proses kajian dan kurasi pemerintah.
Selain itu, Kemendikdasmen juga berencana memberikan berbagai pelatihan keterampilan kepada anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Salah satu pelatihan yang akan dikembangkan adalah pijat refleksi serta berbagai pelatihan keterampilan lainnya untuk mendukung kemandirian mereka.
Menurut Abdul Mu’ti, setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
"Kami meyakini bahwa semua anak Indonesia memiliki potensi memiliki kemampuan untuk menjadi anak-anak Indonesia yang hebat apabila mereka mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas," kata Abdul Mu'ti.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meresmikan komunitas PijatMu serta program mudik gratis bagi penyandang disabilitas yang merupakan hasil kerja sama dengan Muhammadiyah dan sejumlah mitra.
"Ini merupakan kerjasama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Majelis Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan juga dengan mitra-mitra, dengan BPKH, dengan BSI dan juga beberapa lembaga yang lainnya," jelas Abdul Mu'ti.
Selain itu, Kemendikdasmen juga berencana memberikan berbagai pelatihan keterampilan kepada anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus. Salah satu pelatihan yang akan dikembangkan adalah pijat refleksi serta berbagai pelatihan keterampilan lainnya untuk mendukung kemandirian mereka.
Menurut Abdul Mu’ti, setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
"Kami meyakini bahwa semua anak Indonesia memiliki potensi memiliki kemampuan untuk menjadi anak-anak Indonesia yang hebat apabila mereka mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas," kata Abdul Mu'ti.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga meresmikan komunitas PijatMu serta program mudik gratis bagi penyandang disabilitas yang merupakan hasil kerja sama dengan Muhammadiyah dan sejumlah mitra.
"Ini merupakan kerjasama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Majelis Pembinaan Kesehatan Masyarakat dan juga dengan mitra-mitra, dengan BPKH, dengan BSI dan juga beberapa lembaga yang lainnya," jelas Abdul Mu'ti.
(nnz)
Lihat Juga :