Mudik Lebaran Edukatif, 24 Ribu Buku Gratis Dibagikan di Stasiun hingga Pelabuhan
Selasa, 17 Maret 2026 - 08:44 WIB
loading...
Kemendikdasmen kembali menggelar program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026. Foto/BKHM.
A
A
A
JAKARTA - Kemendikdasmen kembali menggelar program Mudik Asyik Baca Buku (MABB) 2026. Program ini bertujuan memberikan alternatif kegiatan edukatif bagi para pemudik, khususnya anak-anak usia sekolah, selama perjalanan mudik Lebaran.
Tahun ini, jumlah buku dan titik tempat pembagian buku meningkat jumlahnya. Selama dua hari yakni Senin–Selasa, 16–17 Maret 2026, sebanyak 24 ribu buku dibagikan di 9 titik yaitu Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak (Banten), serta Terminal Pakupatan di Serang, Banten.
Baca juga: H-4 Lebaran, 3.000 Penumpang Mudik lewat Terminal Terpadu Pulogebang
“Alhamdulillah, tahun ini diselenggarakan di 9 titik, lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 6 titik. Jumlah bukunya juga lebih banyak; tahun lalu 20 ribu, tahun ini 24 ribu eksemplar. Mudah-mudahan tahun depan bisa mencapai 42.000,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melalui siaran pers, Selasa (17/3/2026).
Ia menegaskan bahwa program ini adalah strategi Kemendikdasmen dalam menumbuhkan minat baca anak-anak. “Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus memupuk dan meningkatkan budaya membaca, khususnya bacaan yang berkualitas. Sasaran utamanya adalah buku anak-anak, agar anak-anak lebih banyak memegang buku daripada memegang gawai,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian memberikan apresiasinya. “Kami mengapresiasi semua pihak, kegiatan yang nampaknya sederhana ini saya yakini akan sangat besar dampaknya. Menyediakan buku di ruang publik adalah ide yang sangat brilian untuk mendorong minat baca sejak dini dan mempererat relasi orang tua dan anak melalui media buku yang bermutu,” ungkap Hetifah.
Ia juga menekankan bahwa literasi tidak terbatas di sekolah saja. “Literasi tumbuh bukan hanya di ruang kelas atau rumah, tapi dari mana pun. Saya berharap ke depan disediakan perpustakaan mini bagi para penumpang, bukan hanya saat mudik saja,” tuturnya.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para pemudik. Evi, ibu dengan dua anak yang sedang menunggu keberangkatan ke kampung halamannya, merasa sangat terbantu. “Program ini menurut saya bagus sekali, menarik. Anak-anak jadi tidak main gawai terus karena fokus baca buku. Jadi, mudah-mudahan tahun berikutnya (program ini) terus ada dan lebih banyak lagi tempat-tempat (titik) yang bisa dikunjungi,” ujarnya.
Komentar positif juga tampak dari wajah Afan, salah satu pemudik cilik yang nampak sumringah berjalan sambil membawa buku yang baru saja dibagikan Mendikdasmen. Ia mengungkapkan, “Seneng (dapat buku), baca buku bisa bikin aku pintar untuk mencapai cita-cita. Aku mau jadi Astronot!” tutur Afan.
Tahun ini, jumlah buku dan titik tempat pembagian buku meningkat jumlahnya. Selama dua hari yakni Senin–Selasa, 16–17 Maret 2026, sebanyak 24 ribu buku dibagikan di 9 titik yaitu Stasiun Pasar Senen, Stasiun Gambir, Terminal Kalideres, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Pulo Gebang, Bandara Halim Perdanakusuma, Pelabuhan Tanjung Priok, Pelabuhan Merak (Banten), serta Terminal Pakupatan di Serang, Banten.
Baca juga: H-4 Lebaran, 3.000 Penumpang Mudik lewat Terminal Terpadu Pulogebang
“Alhamdulillah, tahun ini diselenggarakan di 9 titik, lebih banyak dari tahun lalu yang hanya 6 titik. Jumlah bukunya juga lebih banyak; tahun lalu 20 ribu, tahun ini 24 ribu eksemplar. Mudah-mudahan tahun depan bisa mencapai 42.000,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melalui siaran pers, Selasa (17/3/2026).
Ia menegaskan bahwa program ini adalah strategi Kemendikdasmen dalam menumbuhkan minat baca anak-anak. “Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk terus memupuk dan meningkatkan budaya membaca, khususnya bacaan yang berkualitas. Sasaran utamanya adalah buku anak-anak, agar anak-anak lebih banyak memegang buku daripada memegang gawai,” tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian memberikan apresiasinya. “Kami mengapresiasi semua pihak, kegiatan yang nampaknya sederhana ini saya yakini akan sangat besar dampaknya. Menyediakan buku di ruang publik adalah ide yang sangat brilian untuk mendorong minat baca sejak dini dan mempererat relasi orang tua dan anak melalui media buku yang bermutu,” ungkap Hetifah.
Ia juga menekankan bahwa literasi tidak terbatas di sekolah saja. “Literasi tumbuh bukan hanya di ruang kelas atau rumah, tapi dari mana pun. Saya berharap ke depan disediakan perpustakaan mini bagi para penumpang, bukan hanya saat mudik saja,” tuturnya.
Manfaat program ini dirasakan langsung oleh para pemudik. Evi, ibu dengan dua anak yang sedang menunggu keberangkatan ke kampung halamannya, merasa sangat terbantu. “Program ini menurut saya bagus sekali, menarik. Anak-anak jadi tidak main gawai terus karena fokus baca buku. Jadi, mudah-mudahan tahun berikutnya (program ini) terus ada dan lebih banyak lagi tempat-tempat (titik) yang bisa dikunjungi,” ujarnya.
Komentar positif juga tampak dari wajah Afan, salah satu pemudik cilik yang nampak sumringah berjalan sambil membawa buku yang baru saja dibagikan Mendikdasmen. Ia mengungkapkan, “Seneng (dapat buku), baca buku bisa bikin aku pintar untuk mencapai cita-cita. Aku mau jadi Astronot!” tutur Afan.
(nnz)
Lihat Juga :