Tips Psikolog IPB Atasi Stres saat Lebaran akibat Pertanyaan Sensitif Keluarga

Selasa, 17 Maret 2026 - 12:56 WIB
loading...
Tips Psikolog IPB Atasi...
Sejumlah cara untuk membantu mengelola stres selama perayaan Lebaran. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Hari Raya identik dengan momen berkumpul bersama keluarga, mempererat silaturahmi, dan merasakan kebahagiaan bersama orang-orang terdekat. Namun di balik suasana hangat tersebut, tidak sedikit orang yang justru merasakan tekanan, rasa minder, hingga kelelahan secara fisik maupun emosional.

Situasi ini kerap muncul saat berkumpul dengan keluarga besar. Berbagai pertanyaan pribadi seperti “kapan menikah ?”, “sudah punya anak?”, “kerja di mana?”, hingga “sudah punya rumah?” sering kali terlontar dan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman bagi sebagian orang.

Selain itu, perubahan rutinitas selama Lebaran yang cukup drastis, ditambah tekanan sosial serta ekspektasi budaya, juga dapat memicu stres. Aktivitas menerima tamu tanpa jeda atau menghadiri banyak undangan membuat sebagian orang merasa kelelahan secara mental.

Psikolog sekaligus dosen Fakultas Ekologi Manusia IPB University, Nur Islamiah, yang akrab disapa Bu Mia, membagikan sejumlah cara untuk membantu mengelola stres selama perayaan Lebaran.

Menurutnya, salah satu langkah penting adalah mengatur ekspektasi diri dengan menetapkan batas psikologis atau psychological boundaries.

Baca juga: Ini Alasan Mengapa Pria Jarang Bercerita Saat Stres dan Depresi

“Kita tida punya kewajiban dan memang tidak mungkin bisa menyenangkan semua orang. Sering kali kita merasa harus selalu tersenyum, melayani tamu, dan menjaga suasana,” ujarnya, melalui siaran pers, Selasa (17/3/2026).

Ia menjelaskan, ketika suasana Lebaran terasa sangat ramai, penting bagi seseorang untuk mengenali batas dirinya. Misalnya dengan memilih percakapan yang ingin diikuti atau mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri tanpa merasa bersalah.

“Menetapkan batas waktu dan energi untuk bersosialisasi bukan berarti tidak menghargai orang lain, melainkan bentuk upaya menjaga kesehatan mental,” paparnya.

Baca juga: Sering Stres dan Overthinking? Terapkan 5 Cara Ini agar Pikiran Lebih Tenang

Dia juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri di tengah aktivitas silaturahmi. Menurutnya, ruang tersebut diperlukan untuk menjaga kapasitas emosional agar tidak mudah merasa lelah atau tersinggung.

“Memberi ruang bukan berarti menjauh, tetapi cara untuk memelihara kapasitas emosional. Tanpa ruang itu, kita lebih mudah merasa lelah, tersinggung, bahkan merasa kosong meski dikelilingi banyak orang,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa keseimbangan antara kebersamaan dengan keluarga dan waktu untuk diri sendiri sangat penting. Salah satu cara sederhana adalah menyempatkan waktu sejenak untuk diri sendiri, seperti bangun lebih pagi untuk menikmati ketenangan atau beristirahat beberapa menit di kamar.

Tekanan sosial yang muncul saat Lebaran, seperti pertanyaan mengenai pekerjaan atau pencapaian hidup, juga dapat menjadi beban mental. Untuk menyikapinya, Mia menyarankan jawaban yang tetap sopan namun menjaga batas pribadi, misalnya dengan mengatakan, “Masih dalam proses, mohon doanya, ya.”

“Jawaban seperti ini cukup untuk menjaga kenyamanan tanpa harus menjelaskan terlalu banyak,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar seseorang tidak mengabaikan perasaan lelah atau tertekan yang muncul. Menurutnya, perasaan tersebut wajar meskipun berada dalam suasana yang bahagia.

“Tidak apa-apa merasa lelah di tengah suasana yang bahagia. Validasi perasaan itu penting. Carilah cara sederhana untuk menenangkan diri, seperti berjalan sebentar, berwudu, atau mengambil waktu untuk beribadah dengan lebih khusyuk,” ujarnya.

Bagi mereka yang merayakan Lebaran seorang diri, Mia menyebut rasa kesepian mungkin akan lebih terasa, terutama ketika melihat orang lain merayakan bersama keluarga besar. Namun, ia menegaskan bahwa perasaan tersebut merupakan hal yang wajar.

Ia menyarankan agar individu tetap menjaga koneksi emosional dengan orang terdekat, meskipun tidak dapat bertemu secara langsung.

“Hubungi orang yang disayangi, lakukan panggilan video meski hanya sebentar. Yang terpenting, jangan memendam semuanya sendirian,” katanya.

Menurutnya, langkah-langkah sederhana tersebut dapat membantu seseorang tetap merasa terhubung dan mengurangi rasa kesepian di tengah suasana perayaan.

Ia pun menegaskan bahwa Lebaran bukanlah ajang perlombaan untuk terlihat paling bahagia atau paling sukses. “Kita tidak harus selalu kuat dan tidak perlu merasa harus sempurna. Memberi ruang untuk diri sendiri justru merupakan bentuk kekuatan emosional yang matang,” tutupnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anak Bukan Malas, Ini...
Anak Bukan Malas, Ini Penyebab Sebenarnya Mereka Kehilangan Semangat Belajar
Tabrakan Kereta Bekasi...
Tabrakan Kereta Bekasi Picu Trauma Psikologis, Ini Penjelasan Psikolog Unair
Bangkit dari Rasa Malas...
Bangkit dari Rasa Malas Usai Lebaran, Ini Tips Efektif untuk Mahasiswa dari Pakar Unesa
25 Pantun Selamat Hari...
25 Pantun Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Sederhana dan Penuh Makna
Cerita Zair, Mahasiswa...
Cerita Zair, Mahasiswa UMM Jalani Ramadan di Portugal: Puasa 12 Jam di Tengah Minoritas Muslim
Tak Mudik Saat Lebaran?...
Tak Mudik Saat Lebaran? Ini Tips Psikolog Unesa Atasi Overthinking di Perantauan
Cukup Baca 4 Buku Setahun,...
Cukup Baca 4 Buku Setahun, Risiko Stres dan Depresi Bisa Turun Signifikan
5 Kebiasaan Buruk yang...
5 Kebiasaan Buruk yang Diam-diam Merusak Tubuh, dari Asupan Makanan hingga Stres
Baru Umumkan Pernikahan,...
Baru Umumkan Pernikahan, Nathalie Holscher Langsung Didesak Soal Anak: Responsnya Bikin Warganet Heboh
Rekomendasi
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
Perjuangkan Hak Daerah,...
Perjuangkan Hak Daerah, Komisi XI DPR Upayakan TKD Tak Berkurang
Berita Terkini
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Lolos ke Jakarta, Peserta...
Lolos ke Jakarta, Peserta Liga Bintang Juara GTV Ungkap Pengalaman Seru dan Menegangkan
Hari Kedua Audisi Liga...
Hari Kedua Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok, 32 Tim SD Berebut Tiket ke Jakarta
Unpad Terima 4.268 Calon...
Unpad Terima 4.268 Calon Mahasiswa di Jalur SMUP 2026, Cek Tahapan Daftar Ulang
Infografis
Tips Sehat supaya Asam...
Tips Sehat supaya Asam Urat Tidak Ganggu saat Mudik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved