Kemendikdasmen Gandeng Mitra Global Perkuat Literasi dan Numerasi Nasional
Kamis, 09 April 2026 - 18:58 WIB
loading...
A
A
A
“Berbagai permasalahan yang kita hadapi bukanlah akhir, melainkan motivasi untuk bekerja lebih baik. Kita harus memastikan bahwa seluruh anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata,” ujar Muti, melalui siaran pers, Kamis (9/4/2026)
Sementara itu, Head of Learning Environment Department Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menegaskan bahwa literasi dan numerasi merupakan fondasi utama dalam menentukan keberhasilan pembelajaran anak. Ia menyampaikan bahwa penguatan kedua aspek tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak yang saling melengkapi antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pemerintah daerah.
“Bagi Tanoto Foundation, literasi dan numerasi bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi fondasi yang menentukan apakah seorang anak dapat terus belajar, berpikir kritis, dan berkembang di masa depan,” ujarnya.
Margaretha menyampaikan urgensi penguatan literasi dan numerasi sejak dini melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis data yang akan difokuskan pada penguatan praktik pembelajaran di kelas serta pemanfaatan data untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran bagi siswa.
“Kami meyakini bahwa kemajuan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Kolaborasi yang kuat, didukung praktik pembelajaran yang efektif dan berbasis data, akan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Country Representative UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan pentingnya pemenuhan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas melalui kolaborasi multipihak yang kuat. Ia menyampaikan bahwa upaya bersama antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan pendidikan merupakan investasi krusial bagi masa depan generasi muda Indonesia.
“Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Upaya kolektif bersama yang kita lakukan hari ini merupakan investasi penting agar anak-anak dapat mencapai masa depannya,” ujarnya.
Maniza menyoroti tantangan krisis pembelajaran yang masih dihadapi secara global maupun nasional, termasuk capaian literasi dan numerasi yang belum optimal. Ia juga menyampaikan apresiasi karena Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam akses pendidikan dasar, penguatan kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas.
Sementara itu, Head of Learning Environment Department Tanoto Foundation, Margaretha Ari Widowati, menegaskan bahwa literasi dan numerasi merupakan fondasi utama dalam menentukan keberhasilan pembelajaran anak. Ia menyampaikan bahwa penguatan kedua aspek tersebut tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi multipihak yang saling melengkapi antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pemerintah daerah.
“Bagi Tanoto Foundation, literasi dan numerasi bukan sekadar keterampilan akademik, tetapi fondasi yang menentukan apakah seorang anak dapat terus belajar, berpikir kritis, dan berkembang di masa depan,” ujarnya.
Margaretha menyampaikan urgensi penguatan literasi dan numerasi sejak dini melalui pendekatan yang terstruktur dan berbasis data yang akan difokuskan pada penguatan praktik pembelajaran di kelas serta pemanfaatan data untuk memastikan intervensi yang tepat sasaran bagi siswa.
“Kami meyakini bahwa kemajuan tidak dapat dicapai oleh satu pihak saja. Kolaborasi yang kuat, didukung praktik pembelajaran yang efektif dan berbasis data, akan mampu mendorong peningkatan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Country Representative UNICEF Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan pentingnya pemenuhan hak setiap anak untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas melalui kolaborasi multipihak yang kuat. Ia menyampaikan bahwa upaya bersama antara pemerintah, mitra pembangunan, dan pemangku kepentingan pendidikan merupakan investasi krusial bagi masa depan generasi muda Indonesia.
“Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Upaya kolektif bersama yang kita lakukan hari ini merupakan investasi penting agar anak-anak dapat mencapai masa depannya,” ujarnya.
Maniza menyoroti tantangan krisis pembelajaran yang masih dihadapi secara global maupun nasional, termasuk capaian literasi dan numerasi yang belum optimal. Ia juga menyampaikan apresiasi karena Indonesia telah menunjukkan kemajuan dalam akses pendidikan dasar, penguatan kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas.
Lihat Juga :