Kemendikdasmen Gandeng Mitra Global Perkuat Literasi dan Numerasi Nasional
Kamis, 09 April 2026 - 18:58 WIB
loading...
A
A
A
Dalam hal ini, UNICEF menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah Indonesia melalui pendekatan inovatif dan berbasis bukti.
“Dunia saat ini masih menghadapi krisis pembelajaran, yang dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian di tingkat global serta perubahan lanskap kerja sama multilateral. Hampir 7 dari 10 dari setiap anak di Dunia mengalami krisis pembelajaran. Banyak anak belum mampu membaca dan memahami teks sederhana pada usia 10 tahun, sehingga diperlukan upaya kolektif untuk mengatasinya,” tegasnya.
Senada dengan hal itu, Senior Program Officer for Global Education, Gates Foundation India, Satish Menon juga menegaskan bahwa kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam memperkuat fondasi literasi dan numerasi secara berkelanjutan di Indonesia.
Melalui inisiatif ini, dukungan akan menjangkau sedikitnya 45.000 siswa dengan pendekatan yang terukur dan berbasis praktik baik global. “Inisiatif ini menunjukkan bahwa kemitraan yang kuat dapat mendorong perubahan nyata.
Dengan kepemimpinan pemerintah, dukungan mitra, dan pemanfaatan data yang efektif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan dampak pendidikan yang berkelanjutan dan bermakna bagi masa depan anak-anak,” ujarnya.
Dalam implementasinya, terdapat tiga fokus utama yang akan dikembangkan. Pertama, penguatan kompetensi melalui pendekatan pembelajaran yang menekankan kemampuan berpikir dasar, termasuk pemahaman teks dan pemecahan masalah secara logis.
Kedua, pembentukan kebiasaan membaca melalui peningkatan reading engagement dan ketersediaan bahan bacaan yang menarik serta mudah diakses. Ketiga, penguatan budaya belajar numerasi yang menekankan pemahaman logika, bukan sekadar hafalan angka.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra pembangunan, Kemendikdasmen optimistis dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional sekaligus mewujudkan generasi Indonesia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
“Dunia saat ini masih menghadapi krisis pembelajaran, yang dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian di tingkat global serta perubahan lanskap kerja sama multilateral. Hampir 7 dari 10 dari setiap anak di Dunia mengalami krisis pembelajaran. Banyak anak belum mampu membaca dan memahami teks sederhana pada usia 10 tahun, sehingga diperlukan upaya kolektif untuk mengatasinya,” tegasnya.
Senada dengan hal itu, Senior Program Officer for Global Education, Gates Foundation India, Satish Menon juga menegaskan bahwa kolaborasi multipihak menjadi kunci dalam memperkuat fondasi literasi dan numerasi secara berkelanjutan di Indonesia.
Melalui inisiatif ini, dukungan akan menjangkau sedikitnya 45.000 siswa dengan pendekatan yang terukur dan berbasis praktik baik global. “Inisiatif ini menunjukkan bahwa kemitraan yang kuat dapat mendorong perubahan nyata.
Dengan kepemimpinan pemerintah, dukungan mitra, dan pemanfaatan data yang efektif, Indonesia memiliki peluang besar untuk menciptakan dampak pendidikan yang berkelanjutan dan bermakna bagi masa depan anak-anak,” ujarnya.
Dalam implementasinya, terdapat tiga fokus utama yang akan dikembangkan. Pertama, penguatan kompetensi melalui pendekatan pembelajaran yang menekankan kemampuan berpikir dasar, termasuk pemahaman teks dan pemecahan masalah secara logis.
Kedua, pembentukan kebiasaan membaca melalui peningkatan reading engagement dan ketersediaan bahan bacaan yang menarik serta mudah diakses. Ketiga, penguatan budaya belajar numerasi yang menekankan pemahaman logika, bukan sekadar hafalan angka.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan mitra pembangunan, Kemendikdasmen optimistis dapat mempercepat peningkatan kualitas pendidikan nasional sekaligus mewujudkan generasi Indonesia unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.
(nnz)
Lihat Juga :