Cerita Inspiratif dari UTBK 2026 di UNEJ: Peserta Disabilitas Berjuang Wujudkan Mimpi Kuliah
Selasa, 21 April 2026 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Kelancaran sistem yang dibangun UNEJ turut dirasakan langsung oleh Yogi, Derbi, dan Carissa. Pihak kampus telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang guna memastikan peserta penyandang disabilitas dapat mengikuti ujian dengan nyaman. Mulai dari pengaturan ruang ujian, pendampingan petugas, hingga aksesibilitas menuju lokasi ujian.
Ketiga peserta mengaku tidak menemui kendala teknis selama ujian berlangsung. Mereka bersyukur karena UNEJ menyediakan pelayanan terbaiknya. Dari sisi fasilitas, mereka menilai lingkungan ujian sangat mendukung kenyamanan peserta.
“Ruangannya bagus, AC-nya dingin, posisi kursi dan komputer juga sesuai dan sama sekali tidak menyulitkan. Hal-hal seperti itu membuat saya lebih tenang dan bisa fokus mengerjakan soal,” ucap Derbi.
Mereka turut mengapresiasi sikap petugas yang dinilai sigap dan membantu peserta penyandang disabilitas sejak awal kedatangan.
“Petugasnya sangat ramah dan responsif. Dari awal kami datang sudah diarahkan ke ruang ujian, bahkan mobilitas seperti kursi roda juga dibantu dan dituntun. Itu sangat membantu, apalagi untuk kami yang membutuhkan pendampingan. Jadi tidak merasa sendirian saat menghadapi ujian.” ungkap Yogi.
Dalam proses pengerjaan soal, Yogi, peserta asal Jember, mengaku sempat mengalami kesulitan pada bagian penalaran matematika. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Teknologi Informasi UNEJ. Yogi bahkan memiliki cita-cita menjadi dosen, terinspirasi dari para dosen UNEJ yang menurutnya keren dan memotivasi.
Ketiga peserta mengaku tidak menemui kendala teknis selama ujian berlangsung. Mereka bersyukur karena UNEJ menyediakan pelayanan terbaiknya. Dari sisi fasilitas, mereka menilai lingkungan ujian sangat mendukung kenyamanan peserta.
“Ruangannya bagus, AC-nya dingin, posisi kursi dan komputer juga sesuai dan sama sekali tidak menyulitkan. Hal-hal seperti itu membuat saya lebih tenang dan bisa fokus mengerjakan soal,” ucap Derbi.
Mereka turut mengapresiasi sikap petugas yang dinilai sigap dan membantu peserta penyandang disabilitas sejak awal kedatangan.
“Petugasnya sangat ramah dan responsif. Dari awal kami datang sudah diarahkan ke ruang ujian, bahkan mobilitas seperti kursi roda juga dibantu dan dituntun. Itu sangat membantu, apalagi untuk kami yang membutuhkan pendampingan. Jadi tidak merasa sendirian saat menghadapi ujian.” ungkap Yogi.
Dalam proses pengerjaan soal, Yogi, peserta asal Jember, mengaku sempat mengalami kesulitan pada bagian penalaran matematika. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk melanjutkan pendidikan di Program Studi Teknologi Informasi UNEJ. Yogi bahkan memiliki cita-cita menjadi dosen, terinspirasi dari para dosen UNEJ yang menurutnya keren dan memotivasi.
Lihat Juga :