Cerita Inspiratif dari UTBK 2026 di UNEJ: Peserta Disabilitas Berjuang Wujudkan Mimpi Kuliah
Selasa, 21 April 2026 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Carissa, yang juga berasal dari Jember menghadapi tantangan saat mengerjakan soal pengetahuan kuantitatif. Ia tetap berusaha menyelesaikan ujian dengan maksimal. Carissa memiliki keinginan untuk melanjutkan studi di bidang Psikologi.
Berbeda dengan Yogi dan Carissa, Derbian justru merasa percaya diri dengan soal yang dihadapinya. Peserta asal Bondowoso ini memilih Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNEJ sebagai tujuan. Ketertarikannya pada dunia kepenulisan menjadi alasan utama, terlebih ia mengidolakan penulis Tere Liye. Derbian pun bercita-cita menjadi sosok penulis hebat yang bisa menghasilkan buku di masa depan.
Di akhir, Derbian berharap UNEJ dapat terus mempertahankan fasilitas yang ramah bagi peserta penyandang disabilitas. “Fasilitas yang sudah ada ini diharapkan dapat terus dipertahankan agar peserta penyandang disabilitas seperti kami tetap mendapatkan akses yang layak,” ujarnya.
Ia juga memberikan ucapan motivasi bagi peserta penyandang disabilitas lainnya. “Untuk teman-teman penyandang disabilitas, tetap semangat dan jangan ragu untuk mencoba. Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk menyerah. Tidak ada yang tidak mungkin, siapa tahu bisa berhasil dan meraih apa yang diimpikan,” tutupnya.
Kisah Yogi, Derbian, dan Carissa menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk tetap bermimpi dan berjuang. Optimisme yang mereka tunjukkan tidak hanya memberi semangat bagi diri mereka sendiri, tetapi juga mengingatkan pentingnya pendidikan yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan.
Berbeda dengan Yogi dan Carissa, Derbian justru merasa percaya diri dengan soal yang dihadapinya. Peserta asal Bondowoso ini memilih Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia UNEJ sebagai tujuan. Ketertarikannya pada dunia kepenulisan menjadi alasan utama, terlebih ia mengidolakan penulis Tere Liye. Derbian pun bercita-cita menjadi sosok penulis hebat yang bisa menghasilkan buku di masa depan.
Di akhir, Derbian berharap UNEJ dapat terus mempertahankan fasilitas yang ramah bagi peserta penyandang disabilitas. “Fasilitas yang sudah ada ini diharapkan dapat terus dipertahankan agar peserta penyandang disabilitas seperti kami tetap mendapatkan akses yang layak,” ujarnya.
Ia juga memberikan ucapan motivasi bagi peserta penyandang disabilitas lainnya. “Untuk teman-teman penyandang disabilitas, tetap semangat dan jangan ragu untuk mencoba. Jangan jadikan keterbatasan sebagai alasan untuk menyerah. Tidak ada yang tidak mungkin, siapa tahu bisa berhasil dan meraih apa yang diimpikan,” tutupnya.
Kisah Yogi, Derbian, dan Carissa menunjukkan bahwa keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk tetap bermimpi dan berjuang. Optimisme yang mereka tunjukkan tidak hanya memberi semangat bagi diri mereka sendiri, tetapi juga mengingatkan pentingnya pendidikan yang terbuka dan ramah bagi semua kalangan.
(nnz)
Lihat Juga :