UGM Antisipasi Kecurangan UTBK SNBT 2026 dengan Teknologi dan Pengawasan Berlapis
Rabu, 22 April 2026 - 07:12 WIB
loading...
A
A
A
“Lingkungan sistem yang tertutup ini membantu menjaga proses ujian tetap fokus dan aman dari intervensi luar,” ungkapnya.
Ia menyampaikan bahwa UGM menggunakan dua penyedia layanan internet, yakni Telkom dan Indosat, untuk menjaga keandalan koneksi selama ujian. Skema dual ISP ini memungkinkan koneksi tetap tersedia meskipun salah satu jaringan mengalami gangguan.
Pengecekan rutin terhadap perangkat jaringan seperti access point dan firewall juga terus dilakukan untuk menjaga keamanan sistem. Infrastruktur ini dirancang agar seluruh titik lokasi ujian memperoleh konektivitas yang stabil. “Kami menyiapkan jalur cadangan sehingga layanan tetap berjalan tanpa mengganggu peserta saat ujian berlangsung,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa konektivitas antar lokasi diperkuat melalui jaringan fiber optik dengan jalur ganda yang menghubungkan pusat data dengan seluruh lokasi ujian. Setiap fakultas dan unit telah dilengkapi koneksi berkapasitas besar untuk mendukung lalu lintas data selama ujian.
Kecepatan jaringan yang tersedia berkisar antara 1 hingga 10 Gbps. Infrastruktur ini memastikan akses jaringan tetap lancar pada 14 titik lokasi ujian yang digunakan. “Dengan jalur ganda ini, distribusi jaringan bisa tetap stabil meski terjadi gangguan di salah satu sisi,” jelasnya.
Pada pelaksanaan UTBK 2026, total ruang ujian yang digunakan mencapai 44 ruang dengan dukungan 1.452 unit komputer. Jumlah perangkat tersebut meningkat sebanyak 80 unit dibandingkan pelaksanaan UTBK 2025 yang berjumlah 1.372 unit. Ridi meyakinkan seluruh komputer telah disiapkan dari sisi sistem operasi dan perangkat lunak sesuai standar nasional. “Penambahan ini kami lakukan agar kapasitas tetap memadai seiring meningkatnya kebutuhan pelaksanaan tahun ini,” ungkapnya.
Dari sisi sistem, UGM mengoperasikan empat unit server untuk mendukung pelaksanaan ujian. Seluruh server telah melalui tahapan uji beban dan uji coba nasional yang dilaksanakan pada 1 dan 2 April 2026 silam. Sistem monitoring juga disiapkan untuk memantau performa server selama ujian berlangsung.
Selain itu, sistem dilengkapi mekanisme failover sehingga layanan tetap berjalan jika terjadi gangguan pada salah satu server. “Kalau ada kendala di satu server, sistem langsung dialihkan ke server lain agar peserta tetap bisa melanjutkan ujian,” tutur Ridi.
Ia menyampaikan bahwa UGM menggunakan dua penyedia layanan internet, yakni Telkom dan Indosat, untuk menjaga keandalan koneksi selama ujian. Skema dual ISP ini memungkinkan koneksi tetap tersedia meskipun salah satu jaringan mengalami gangguan.
Pengecekan rutin terhadap perangkat jaringan seperti access point dan firewall juga terus dilakukan untuk menjaga keamanan sistem. Infrastruktur ini dirancang agar seluruh titik lokasi ujian memperoleh konektivitas yang stabil. “Kami menyiapkan jalur cadangan sehingga layanan tetap berjalan tanpa mengganggu peserta saat ujian berlangsung,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa konektivitas antar lokasi diperkuat melalui jaringan fiber optik dengan jalur ganda yang menghubungkan pusat data dengan seluruh lokasi ujian. Setiap fakultas dan unit telah dilengkapi koneksi berkapasitas besar untuk mendukung lalu lintas data selama ujian.
Kecepatan jaringan yang tersedia berkisar antara 1 hingga 10 Gbps. Infrastruktur ini memastikan akses jaringan tetap lancar pada 14 titik lokasi ujian yang digunakan. “Dengan jalur ganda ini, distribusi jaringan bisa tetap stabil meski terjadi gangguan di salah satu sisi,” jelasnya.
Pada pelaksanaan UTBK 2026, total ruang ujian yang digunakan mencapai 44 ruang dengan dukungan 1.452 unit komputer. Jumlah perangkat tersebut meningkat sebanyak 80 unit dibandingkan pelaksanaan UTBK 2025 yang berjumlah 1.372 unit. Ridi meyakinkan seluruh komputer telah disiapkan dari sisi sistem operasi dan perangkat lunak sesuai standar nasional. “Penambahan ini kami lakukan agar kapasitas tetap memadai seiring meningkatnya kebutuhan pelaksanaan tahun ini,” ungkapnya.
Dari sisi sistem, UGM mengoperasikan empat unit server untuk mendukung pelaksanaan ujian. Seluruh server telah melalui tahapan uji beban dan uji coba nasional yang dilaksanakan pada 1 dan 2 April 2026 silam. Sistem monitoring juga disiapkan untuk memantau performa server selama ujian berlangsung.
Selain itu, sistem dilengkapi mekanisme failover sehingga layanan tetap berjalan jika terjadi gangguan pada salah satu server. “Kalau ada kendala di satu server, sistem langsung dialihkan ke server lain agar peserta tetap bisa melanjutkan ujian,” tutur Ridi.
Lihat Juga :