Azril Bocah Cemong yang Viral dari Temanggung, Kini Tampil Aktif dan Ceria di Momen Hardiknas 2026
Selasa, 05 Mei 2026 - 06:30 WIB
loading...
A
A
A
Kegigihan Azril untuk terus bersekolah tidak lepas dari peran para pendidik di TK Dharma Wanita Gandulan. Guru dan kepala sekolah menjadi garda terdepan yang memastikan Azril tetap mendapatkan pendidikan dan perhatian yang layak.
Dukungan yang diberikan bahkan melampaui tugas mengajar di kelas. Para guru dengan sukarela kerap mengantarkan Azril pulang hingga ke pabrik arang agar ia dapat kembali dengan aman ke pelukan ibunya setelah kegiatan belajar selesai.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kurniawan, menyampaikan apresiasi terhadap pola pengasuhan dan dukungan yang diberikan pihak sekolah kepada anak-anak. Menurutnya, kegiatan Pagi Ceria merupakan wujud nyata pendidikan yang inklusif dan berpihak pada tumbuh kembang anak.
“Kami memastikan bahwa anak-anak mendapat kesempatan bermain, apa pun kondisi latar belakang keluarganya. Bermain adalah cara belajar terbaik bagi mereka,” ujar Kurniawan, melalui siaran pers, Selasa (5/5/2026).
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah yang terus didorong pemerintah. “Anak-anak seperti Azril harus terus berada di satuan PAUD. Dari PAUD, mereka mendapatkan stimulasi yang mendukung aspek kognitif, afektif, dan motorik. Pendidikan anak usia dini adalah fondasi bagi pembentukan karakter bangsa di masa depan,” tambahnya.
Dukungan yang diberikan bahkan melampaui tugas mengajar di kelas. Para guru dengan sukarela kerap mengantarkan Azril pulang hingga ke pabrik arang agar ia dapat kembali dengan aman ke pelukan ibunya setelah kegiatan belajar selesai.
Direktur Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kurniawan, menyampaikan apresiasi terhadap pola pengasuhan dan dukungan yang diberikan pihak sekolah kepada anak-anak. Menurutnya, kegiatan Pagi Ceria merupakan wujud nyata pendidikan yang inklusif dan berpihak pada tumbuh kembang anak.
“Kami memastikan bahwa anak-anak mendapat kesempatan bermain, apa pun kondisi latar belakang keluarganya. Bermain adalah cara belajar terbaik bagi mereka,” ujar Kurniawan, melalui siaran pers, Selasa (5/5/2026).
Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan program Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah yang terus didorong pemerintah. “Anak-anak seperti Azril harus terus berada di satuan PAUD. Dari PAUD, mereka mendapatkan stimulasi yang mendukung aspek kognitif, afektif, dan motorik. Pendidikan anak usia dini adalah fondasi bagi pembentukan karakter bangsa di masa depan,” tambahnya.
(nnz)
Lihat Juga :