Pakar AI Cahyadi Setiawan Ingatkan Mahasiswa Gunakan AI secara Bijak, Bisa Cari Cuan

Kamis, 07 Mei 2026 - 11:06 WIB
loading...
Pakar AI Cahyadi Setiawan...
Pakar AI Cahyadi Setiawan (berdiri) menjadi salah satu narasumber dalam sesi Autotech di iNews Media Group Campus Connect (ICC) Unsoed 2026. Foto/Mei Sada S.
A A A
PURWOKERTO - Perkembangan tekonologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin memudahkan kebutuhan manusia. Namun tetap saja kemajuan teknologi ini memiliki dampak positif dan juga negatif.

Di mana teknologi AI harus digunakan dengan bijak agar bermanfaat dan tidak merugikan. Hal itu disampaikan pakar AI, Cahyadi Setiawan dalam sesi Autotech di iNews Media Group Campus Connect (ICC) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto pada Kamis (7/5/2026).



Dalam kesempatan tersebut, Cahyadi menekankan pentingnya penggunaan AI yang bermanfaat dan tidak merugikan orang lain. Ia menyebut teknologi AI juga tetap harus memperhatikan etika dan orisinalitas karya.

“AI itu harus bermanfaat untuk orang banyak, tidak merugikan orang lain, dan karyanya orisinal,” ujarnya.

Baca juga: iNews Campus Connect di Unsoed Jadi Wadah Mahasiswa Mengenal Industri Media Digital

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki peluang besar untuk menggali potensi AI karena hidup di era teknologi yang semakin maju. Ia juga mengingatkan agar AI tidak digunakan untuk hal negatif seperti manipulasi wajah atau konten yang melanggar etika digital.

Namun Cahyadi menilai AI justru bisa menjadi peluang baru bagi mahasiswa untuk meningkatkan produktivitas. Bahkan juga bisa mengahasilkan pendapatan.

“Handphone sekarang bisa dipakai menghasilkan cuan dari mobile AI,” ucapnya.

Lebih jauh Cahyadi juga membahas soal isu di mana AI disebut-sebut dapat menggantikan pekerjaan manusia di masa depan. Menurut Cahyadi, AI hanyalah alat, sementara manusia tetap menjadi pihak yang menentukan arah penggunaannya.

Sehingga Cahyadi menegaskan bahwa AI bukanlah penentu. Ia justru mendukung para mahasiswa untuk bisa beradaptasi dan menggunakan AI untuk memudahkan pekerjaan.

“AI bukan penentu, tapi kita yang menentukan kebijakannya. Kalau orang ahli menggunakan AI, biasanya punya credit point lebih di perusahaan,” pungkasnya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Anies Dorong Mahasiswa...
Anies Dorong Mahasiswa Kuasai AI: Itu Asisten, Jangan Jadi Substitute
Coding Camp AI DBS Foundation...
Coding Camp AI DBS Foundation Bantu Siswa SMK Siap Hadapi Dunia Kerja Digital
Dukung Transformasi...
Dukung Transformasi Pendidikan, PB PGRI Luncurkan Pelatihan 1 Juta Guru Mahir AI dan Coding
Kacamata AI Karya Mahasiswa...
Kacamata AI Karya Mahasiswa UI Bawa Indonesia ke Global Ambassador Samsung SFT 2026
Dulu Dibully Karena...
Dulu Dibully Karena Pendiam, Kini Syawal Adha Raih Centang Biru TikTok dan Instagram
Komputer Kuantum Optik...
Komputer Kuantum Optik Bakal Jadi Kebutuhan Energi AI
Sukses Bangun Personal...
Sukses Bangun Personal Branding, Kreator M. Ridho Bagikan Strategi Konten Visual Estetik
Rekomendasi
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Tangan Berkeringat Disebut...
Tangan Berkeringat Disebut Tanda Jantung , Mitos atau Fakta?
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
Kapasitas Pembangkit...
Kapasitas Pembangkit Listrik Panas Bumi Indonesia Bisa Salip AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved