Tingkatkan Kompetensi Guru, UNJ Sosialisasikan Deep Learning ke Pondok Pesantren
Jum'at, 08 Mei 2026 - 15:48 WIB
loading...
UNJ mensosialisasikan pendekatan pembelajaran Deep Learning ke Yayasan Al Ashriyyah Pondok Pesantren Nurul Iman, Parung, Bogor. Foto/UNJ.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Negeri Jakarta (UNJ) melalui Program Studi (Prodi) Pascasarjana Penelitian Evaluasi Pendidikan (PEP) mensosialisasikan pendekatan pembelajaran Deep Learning ke Yayasan Al Ashriyyah Pondok Pesantren Nurul Iman, Parung, Bogor, Minggu (3/5/2026).
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan kegiatan belajar mengajar (KBM) di abad ke-21.
Deep Learning sendiri merupakan pembelajaran yang menekankan pada kebermaknaan, kesadaran, dan penciptaan suasana yang menyenangkan serta komprehensif, sehingga akan berdampak pada pemahaman yang mendalam, inkuiri kritis dan keterlibatan aktif siswa.
Baca juga: Latsar CPNS Kemendagri Tanamkan Semangat Bela Negara dan Bentuk ASN Profesional
Pendekatan ini memberikan peluang kepada siswa dalam menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menitikberatkan pada pemahaman, bukan pada hafalan. Oleh sebab itu, Deep Learning memberikan solusi agar siswa memahami apa yang sedang dipelajari.
“Guru tidak perlu mengulang materi berkali-kali, siswa memahami esensinya. Jadi konsep Deep Learning bukan hanya memahami materi, tetapi problem solving dan kemampuan berpikir kritis siswa,” terang Dosen PEP UNJ, Sugeng Priyanto.
Program PKM di Pondok Pesantren Nurul Iman merupakan salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Program Studi Magister Penelitian dan Pascasarjana PEP UNJ yang sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Pengabdian masyarakat merupakan salah satu Darma yang harus dilakukan dosen, sehingga perlu sinergi antara universitas dan masyarakat dalam pengembangan ilmu yang diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat,” terang Arita, Wakil Direktur Bidang Akademik UNJ dalam sambutannya.
Para guru juga diharapkan mendapat pemahaman pedagogik mengenai konsep Deep Learning, sehingga dapat mendorong penerapannya dan menyelaraskan strategi sesuai dengan kebutuhan evaluasi akademik nasional.
Selain untuk meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini juga digelar sebagai jembatan sinergisitas antara UNJ dengan Pondok Pesantren Nurul Iman. Untuk diketahui, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang menjadi mitra dalam pengembangan inovasi pembelajaran berkelanjutan.
“Pesantren menyambut baik kerja sama dengan UNJ sebagai mitra yang telah terbangun selama ini sebab mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di era modern tanpa mengabaikan nilai-nilai khas pesantren,” jelas Pendiri Pondok Pesantren, Umi Waheeda.
Adapun topik dari sejumlah materi yang disampaikan adalah praktik pedagogik dalam pembelajaran Deep Learning, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran mendalam, penguatan kemitraan dalam implementasi Deep Learning dan pemanfaatan media digital sebagai pendukung pembelajaran.
Seluruh materi disampaikan oleh dosen-dosen Program Studi PEP UNJ yang memiliki kepakaran di bidang pedagogi, evaluasi pendidikan, dan inovasi pembelajaran. Para guru di Pondok Pesantren Nurul Iman lantas menyambut positif adanya kegiatan tersebut.
“Kami merasa kegiatan ini memang sesuai dan membantu apa yang kita alami di sekolah. Harapannya sih untuk program ini bisa berjalan terus,” tutur Nur Fadly, guru Pondok Pesantren Nurul Iman.
“Karena memang manfaatnya sangat berkesan, dan mungkin berkaitan dengan fenomena pembelajaran dan pendidikan yang terus berkembang,” ucapnya lagi.
Senada dengan Fadly, Kepala Sekolah Pondok Pesantren Nurul Iman, Sonif Mahfud menyebut yayasannya ingin mendalami lebih lanjut perihal mekanisme Deep Learning. Oleh sebab itu, pria bergelar Magister Agama ini berharap kolaborasi pesantrennya dengan UNJ bisa terus berlanjut.
“Tentunya kami ingin melanjutkan kerjasama yang lebih intens, khususnya kolaborasi yang lebih luas dengan masuk ke mata pelajaran tertentu, seperti fisika, kimia, matematika, ekonomi dan lainnya,” ujar Sonif.
“Harapannya, segenap civitas UNJ tetap melanjutkan PKM di tahun tahun selanjutnya, karena kami masih butuh terus tumbuh dan berkembang untuk menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan ikut berperan aktif dalam mencerdaskan generasi bangsa untuk menuju 2045 Indonesia Emas,” tandasnya
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi tantangan kegiatan belajar mengajar (KBM) di abad ke-21.
Deep Learning sendiri merupakan pembelajaran yang menekankan pada kebermaknaan, kesadaran, dan penciptaan suasana yang menyenangkan serta komprehensif, sehingga akan berdampak pada pemahaman yang mendalam, inkuiri kritis dan keterlibatan aktif siswa.
Baca juga: Latsar CPNS Kemendagri Tanamkan Semangat Bela Negara dan Bentuk ASN Profesional
Pendekatan ini memberikan peluang kepada siswa dalam menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang menitikberatkan pada pemahaman, bukan pada hafalan. Oleh sebab itu, Deep Learning memberikan solusi agar siswa memahami apa yang sedang dipelajari.
“Guru tidak perlu mengulang materi berkali-kali, siswa memahami esensinya. Jadi konsep Deep Learning bukan hanya memahami materi, tetapi problem solving dan kemampuan berpikir kritis siswa,” terang Dosen PEP UNJ, Sugeng Priyanto.
Program PKM di Pondok Pesantren Nurul Iman merupakan salah satu kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Program Studi Magister Penelitian dan Pascasarjana PEP UNJ yang sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
“Pengabdian masyarakat merupakan salah satu Darma yang harus dilakukan dosen, sehingga perlu sinergi antara universitas dan masyarakat dalam pengembangan ilmu yang diwujudkan melalui kegiatan pengabdian masyarakat,” terang Arita, Wakil Direktur Bidang Akademik UNJ dalam sambutannya.
Para guru juga diharapkan mendapat pemahaman pedagogik mengenai konsep Deep Learning, sehingga dapat mendorong penerapannya dan menyelaraskan strategi sesuai dengan kebutuhan evaluasi akademik nasional.
Selain untuk meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini juga digelar sebagai jembatan sinergisitas antara UNJ dengan Pondok Pesantren Nurul Iman. Untuk diketahui, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang menjadi mitra dalam pengembangan inovasi pembelajaran berkelanjutan.
“Pesantren menyambut baik kerja sama dengan UNJ sebagai mitra yang telah terbangun selama ini sebab mempersiapkan peserta didik menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) di era modern tanpa mengabaikan nilai-nilai khas pesantren,” jelas Pendiri Pondok Pesantren, Umi Waheeda.
Adapun topik dari sejumlah materi yang disampaikan adalah praktik pedagogik dalam pembelajaran Deep Learning, menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pembelajaran mendalam, penguatan kemitraan dalam implementasi Deep Learning dan pemanfaatan media digital sebagai pendukung pembelajaran.
Seluruh materi disampaikan oleh dosen-dosen Program Studi PEP UNJ yang memiliki kepakaran di bidang pedagogi, evaluasi pendidikan, dan inovasi pembelajaran. Para guru di Pondok Pesantren Nurul Iman lantas menyambut positif adanya kegiatan tersebut.
“Kami merasa kegiatan ini memang sesuai dan membantu apa yang kita alami di sekolah. Harapannya sih untuk program ini bisa berjalan terus,” tutur Nur Fadly, guru Pondok Pesantren Nurul Iman.
“Karena memang manfaatnya sangat berkesan, dan mungkin berkaitan dengan fenomena pembelajaran dan pendidikan yang terus berkembang,” ucapnya lagi.
Senada dengan Fadly, Kepala Sekolah Pondok Pesantren Nurul Iman, Sonif Mahfud menyebut yayasannya ingin mendalami lebih lanjut perihal mekanisme Deep Learning. Oleh sebab itu, pria bergelar Magister Agama ini berharap kolaborasi pesantrennya dengan UNJ bisa terus berlanjut.
“Tentunya kami ingin melanjutkan kerjasama yang lebih intens, khususnya kolaborasi yang lebih luas dengan masuk ke mata pelajaran tertentu, seperti fisika, kimia, matematika, ekonomi dan lainnya,” ujar Sonif.
“Harapannya, segenap civitas UNJ tetap melanjutkan PKM di tahun tahun selanjutnya, karena kami masih butuh terus tumbuh dan berkembang untuk menjadi lembaga pendidikan yang unggul dan ikut berperan aktif dalam mencerdaskan generasi bangsa untuk menuju 2045 Indonesia Emas,” tandasnya
(nnz)
Lihat Juga :