Universitas Pancasila Wisuda 840 Lulusan: Pertegas Komitmen Cetak SDM Unggul, Berkarakter, dan Melek AI
Rabu, 13 Mei 2026 - 21:48 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Universitas Pancasila (UP) resmi mewisuda 840 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Diploma hingga Doktor, pada Wisuda Semester Gasal Tahun Akademik 2025/2026 di Jakarta, Selasa (12/5). Mengusung tema “Menumbuhkan Generasi Literat Berjiwa Pancasila, Inovatif, dan Berdaya Saing”, momentum ini menjadi penegas posisi UP dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang siap bertarung di level global tanpa melupakan akar nasionalisme.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila, Komjen Pol (Purn) Drs. Suhardi Alius, M.H., menekankan bahwa di tengah gempuran teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pembangunan karakter menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan.
"Kami tidak hanya berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab, serta nilai-nilai kebangsaan yang kuat," ujar Suhardi Alius.
Penguatan Skill dan Sertifikasi AI
Untuk menjamin daya saing lulusan, UP kini mewajibkan setiap mahasiswa memiliki sertifikat AI. Langkah ini diambil agar lulusan memiliki nilai tambah (value added) yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Selain penguasaan teknologi, UP juga memfasilitasi penguatan bahasa asing di luar bahasa Inggris, seperti bahasa Mandarin, Korea, dan Jepang.
"Mahasiswa dibekali dengan knowledge dan skill agar mampu berdaya saing. Kami juga menggandeng alumni untuk membuka peluang magang di perusahaan maupun instansi kompetitif, baik di dalam maupun luar negeri seperti Jepang, Taiwan, Korea, hingga China," tambah Suhardi.
Capaian Prestasi dan Internasionalisasi
Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., M.M., dalam sambutannya menyatakan bahwa wisuda adalah awal pengabdian nyata bagi masyarakat. Ia memaparkan bahwa saat ini UP telah meraih akreditasi institusi “Unggul”, dengan 23 dari 35 program studi telah terakreditasi Unggul.
"Dunia tidak hanya membutuhkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas dan empati," tegas Prof. Adnan.
Keberhasilan UP dalam kancah internasional pun kian terlihat nyata. Tercatat, enam mahasiswa UP telah berhasil mendapatkan kontrak kerja profesional di Jepang bahkan sebelum mereka resmi lulus. Selain itu, pada tahun akademik ini, UP juga menyambut 10 mahasiswa asing yang menempuh studi dari Malaysia, Timor Leste, Libya, hingga Korea Selatan.
Kampus Berkelanjutan dan Terpercaya
Selain aspek akademik, UP juga menunjukkan tajinya di bidang riset dengan menempati peringkat 69 nasional dalam sistem pemeringkatan SINTA. Di sisi keberlanjutan lingkungan, UP menduduki posisi ke-25 nasional dalam UI GreenMetric.
Kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di Universitas Pancasila juga terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan jumlah mahasiswa baru tahun 2025 yang mencapai 2.774 orang, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.
Melalui capaian-capaian tersebut, Universitas Pancasila optimistis para lulusannya dapat menjadi motor penggerak inovasi yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila di era perubahan zaman yang dinamis.
Ketua Pembina Yayasan Pendidikan dan Pembina Universitas Pancasila, Komjen Pol (Purn) Drs. Suhardi Alius, M.H., menekankan bahwa di tengah gempuran teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pembangunan karakter menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan.
"Kami tidak hanya berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki integritas, tanggung jawab, serta nilai-nilai kebangsaan yang kuat," ujar Suhardi Alius.
Penguatan Skill dan Sertifikasi AI
Untuk menjamin daya saing lulusan, UP kini mewajibkan setiap mahasiswa memiliki sertifikat AI. Langkah ini diambil agar lulusan memiliki nilai tambah (value added) yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini. Selain penguasaan teknologi, UP juga memfasilitasi penguatan bahasa asing di luar bahasa Inggris, seperti bahasa Mandarin, Korea, dan Jepang.
"Mahasiswa dibekali dengan knowledge dan skill agar mampu berdaya saing. Kami juga menggandeng alumni untuk membuka peluang magang di perusahaan maupun instansi kompetitif, baik di dalam maupun luar negeri seperti Jepang, Taiwan, Korea, hingga China," tambah Suhardi.
Capaian Prestasi dan Internasionalisasi
Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.H., M.M., dalam sambutannya menyatakan bahwa wisuda adalah awal pengabdian nyata bagi masyarakat. Ia memaparkan bahwa saat ini UP telah meraih akreditasi institusi “Unggul”, dengan 23 dari 35 program studi telah terakreditasi Unggul.
"Dunia tidak hanya membutuhkan individu yang cerdas secara intelektual, tetapi juga pribadi yang memiliki integritas dan empati," tegas Prof. Adnan.
Keberhasilan UP dalam kancah internasional pun kian terlihat nyata. Tercatat, enam mahasiswa UP telah berhasil mendapatkan kontrak kerja profesional di Jepang bahkan sebelum mereka resmi lulus. Selain itu, pada tahun akademik ini, UP juga menyambut 10 mahasiswa asing yang menempuh studi dari Malaysia, Timor Leste, Libya, hingga Korea Selatan.
Kampus Berkelanjutan dan Terpercaya
Selain aspek akademik, UP juga menunjukkan tajinya di bidang riset dengan menempati peringkat 69 nasional dalam sistem pemeringkatan SINTA. Di sisi keberlanjutan lingkungan, UP menduduki posisi ke-25 nasional dalam UI GreenMetric.
Kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di Universitas Pancasila juga terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan jumlah mahasiswa baru tahun 2025 yang mencapai 2.774 orang, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya.
Melalui capaian-capaian tersebut, Universitas Pancasila optimistis para lulusannya dapat menjadi motor penggerak inovasi yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila di era perubahan zaman yang dinamis.
(unt)
Lihat Juga :