Cerita Djoko Slamet Pudjorahardjo, Peneliti yang Lulus S2 Teknik Fisika UGM di Usia 68 Tahun
Kamis, 21 Mei 2026 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Djoko menilai Program Studi Magister Teknik Fisika Fakultas Teknik UGM sangat relevan dengan bidang pekerjaannya di BRIN yang berfokus pada teknologi akselerator atau pemercepat partikel. “Karena bidang pekerjaan saya berkaitan dengan teknik fisika, maka saya memilih melanjutkan studi Magister Teknik Fisika,” tuturnya.
Baca juga: Kisah Tabitha Ayu, Dari Hobi Seni Jadi Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,96
Di balik keberhasilannya, Djoko mengaku menghadapi sejumlah tantangan selama menjalani perkuliahan. Salah satu tantangan terbesar ialah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, terutama dalam sistem pembelajaran digital yang digunakan di lingkungan kampus.
“Tantangan selama studi di UGM adalah mahasiswa harus familiar dengan teknologi informasi yang digunakan di UGM, sehingga kadang saya merasa gaptek bila dibandingkan dengan mahasiswa lainnya yang rata-rata usianya lebih muda dari saya,” katanya.
Ia menambahkan, beberapa mata kuliah bahkan mengharuskan mahasiswa menggunakan bahasa pemrograman dan berbagai aplikasi untuk menyelesaikan tugas akademik. Meski demikian, Djoko tetap berusaha beradaptasi dan mengikuti perkembangan teknologi demi menyelesaikan studi dengan baik.
“Mereka sangat menghormati mahasiswa senior. Kalau saya mengalami kesulitan, biasanya mereka dengan senang hati membantu,” ungkapnya.
Baca juga: Kisah Tabitha Ayu, Dari Hobi Seni Jadi Lulusan Terbaik Unesa dengan IPK 3,96
Di balik keberhasilannya, Djoko mengaku menghadapi sejumlah tantangan selama menjalani perkuliahan. Salah satu tantangan terbesar ialah perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat, terutama dalam sistem pembelajaran digital yang digunakan di lingkungan kampus.
“Tantangan selama studi di UGM adalah mahasiswa harus familiar dengan teknologi informasi yang digunakan di UGM, sehingga kadang saya merasa gaptek bila dibandingkan dengan mahasiswa lainnya yang rata-rata usianya lebih muda dari saya,” katanya.
Ia menambahkan, beberapa mata kuliah bahkan mengharuskan mahasiswa menggunakan bahasa pemrograman dan berbagai aplikasi untuk menyelesaikan tugas akademik. Meski demikian, Djoko tetap berusaha beradaptasi dan mengikuti perkembangan teknologi demi menyelesaikan studi dengan baik.
“Mereka sangat menghormati mahasiswa senior. Kalau saya mengalami kesulitan, biasanya mereka dengan senang hati membantu,” ungkapnya.
Lihat Juga :