Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
Senin, 25 Mei 2026 - 17:03 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya itu, lonjakan konsumsi data sebesar 1 petabita (petabyte) juga berbanding lurus dengan pertumbuhan PDRB sebesar Rp9,44 miliar. Secara makro, kontribusi sektor ini diproyeksikan mampu menyumbang pendapatan negara hingga Rp36,97 triliun pada tahun 2024.
Di sektor riil, penetrasi jaringan digital terbukti menjadi motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama di wilayah nonperkotaan. Berdasarkan hasil survei lapangan, adopsi layanan digital sukses mengerek rata-rata omzet pelaku usaha lokal hingga 32 persen.
Tingginya angka kepuasan pengguna yang menyentuh 92 persen mempertegas posisi konektivitas digital sebagai katalis utama dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Mengikis Kesenjangan Digital di Wilayah 3T
LAPI ITB juga menggarisbawahi peran strategis operator dalam mewujudkan pemerataan akses di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Hingga tahun 2024, tercatat sekitar 92,4 persen BTS program BAKTI di wilayah 3T berhasil mengudara berkat sokongan operator nasional melalui skema Universal Service Obligation (USO).
Langkah ini dinilai efektif memangkas kesenjangan digital, sekaligus membuka pintu bagi masyarakat pelosok untuk menikmati akses pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau.
Di sektor riil, penetrasi jaringan digital terbukti menjadi motor penggerak Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), terutama di wilayah nonperkotaan. Berdasarkan hasil survei lapangan, adopsi layanan digital sukses mengerek rata-rata omzet pelaku usaha lokal hingga 32 persen.
Tingginya angka kepuasan pengguna yang menyentuh 92 persen mempertegas posisi konektivitas digital sebagai katalis utama dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Mengikis Kesenjangan Digital di Wilayah 3T
LAPI ITB juga menggarisbawahi peran strategis operator dalam mewujudkan pemerataan akses di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Hingga tahun 2024, tercatat sekitar 92,4 persen BTS program BAKTI di wilayah 3T berhasil mengudara berkat sokongan operator nasional melalui skema Universal Service Obligation (USO).
Langkah ini dinilai efektif memangkas kesenjangan digital, sekaligus membuka pintu bagi masyarakat pelosok untuk menikmati akses pendidikan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi yang sebelumnya sulit dijangkau.
Lihat Juga :