Cerita Cynthia Nikita Wibowo, Peraih Medali OIBO 2026 yang Bercita-cita Menjadi Dokter Gigi
Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:28 WIB
loading...
A
A
A
“Saat mengerjakan soal teori dan praktikum, tipe yang diujikan cukup berbeda dengan yang biasanya diajarkan saat pembinaan sehingga saya sempat merasa bingung saat mengerjakan soal. Untuk itu, saya meminta pertolongan Tuhan saat ujian agar saya bisa berpikir jernih dan logis dalam menjawab soal tersebut," katanya.
"Puji Tuhan, saya dapat memecahkan beberapa soal setelah berusaha memecahkannya berulang kali. Tak hanya itu, jumlah soal yang diberikan sangat banyak dengan waktu yang terbatas sehingga saya harus membagi waktu dengan baik agar bisa menyelesaikannya.” ungkap Cynthia.
Cynthia merasa senang, terharu, dan bangga dapat membawa pulang dua medali untuk Indonesia.
“Saya tidak pernah membayangkan dapat mengikuti kompetisi internasional, bahkan berdiri di atas panggung di hadapan ratusan orang untuk menerima medali. Saya merasa bahwa usaha selama bertahun-tahun akhirnya terwujud. Pencapaian ini tentu tak lepas dari dukungan orang tua, sekolah, dan TOBI," tuturnya.
Sejak kelas 5 SD, Cynthia sudah tertarik dengan Biologi. Ia senang ketika mengetahui lebih dalam mengenai bagaimana hal-hal disekitar bekerja, terutama mengenai makhluk hidup, yaitu hewan, tumbuhan, dan manusia.
“Saya pun dapat lebih mengagumi keagungan Tuhan dalam menciptakan makhluk hidup dengan kekompleksan dan keistimewaannya masing-masing dari sisi biologis, mulai dari manusia hingga makhluk-makhluk hidup kecil yang terkadang tidak kita anggap penting, seperti serangga hingga bakteri.” ujar Cynthia.
Berkat dukungan guru di sekolah, Cynthia pertama kali mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPA di kelas 5 SD dan semakin mendalami ilmu biologi di kelas 9 SMP agar bisa mengikuti OSN jenjang SMA.
“Saya mulai mempelajari biologi dari berbagai sumber, mulai dari buku referensi seperti Campbell dan Sherwood, media sosial, dan juga melalui pembinaan biologi secara daring. Selain itu, saya juga aktif mengasah kemampuan saya dengan mengerjakan berbagai soal-soal biologi dari OSN dan IBO.” ungkap Cynthia.
"Puji Tuhan, saya dapat memecahkan beberapa soal setelah berusaha memecahkannya berulang kali. Tak hanya itu, jumlah soal yang diberikan sangat banyak dengan waktu yang terbatas sehingga saya harus membagi waktu dengan baik agar bisa menyelesaikannya.” ungkap Cynthia.
Cynthia merasa senang, terharu, dan bangga dapat membawa pulang dua medali untuk Indonesia.
“Saya tidak pernah membayangkan dapat mengikuti kompetisi internasional, bahkan berdiri di atas panggung di hadapan ratusan orang untuk menerima medali. Saya merasa bahwa usaha selama bertahun-tahun akhirnya terwujud. Pencapaian ini tentu tak lepas dari dukungan orang tua, sekolah, dan TOBI," tuturnya.
Suka Biologi Sejak Kelas 5 SD
Sejak kelas 5 SD, Cynthia sudah tertarik dengan Biologi. Ia senang ketika mengetahui lebih dalam mengenai bagaimana hal-hal disekitar bekerja, terutama mengenai makhluk hidup, yaitu hewan, tumbuhan, dan manusia.
“Saya pun dapat lebih mengagumi keagungan Tuhan dalam menciptakan makhluk hidup dengan kekompleksan dan keistimewaannya masing-masing dari sisi biologis, mulai dari manusia hingga makhluk-makhluk hidup kecil yang terkadang tidak kita anggap penting, seperti serangga hingga bakteri.” ujar Cynthia.
Berkat dukungan guru di sekolah, Cynthia pertama kali mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) IPA di kelas 5 SD dan semakin mendalami ilmu biologi di kelas 9 SMP agar bisa mengikuti OSN jenjang SMA.
“Saya mulai mempelajari biologi dari berbagai sumber, mulai dari buku referensi seperti Campbell dan Sherwood, media sosial, dan juga melalui pembinaan biologi secara daring. Selain itu, saya juga aktif mengasah kemampuan saya dengan mengerjakan berbagai soal-soal biologi dari OSN dan IBO.” ungkap Cynthia.
Lihat Juga :