Kisah Pritta, 19 Kali Gagal Beasiswa hingga Lolos LPDP ke London Kini Mengabdi untuk Anak Indonesia
Senin, 01 Juni 2026 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
"Tujuh tahun mencoba itu nggak selalu dengan semangat membara. Sempat juga itu redup," ungkapnya.
Tantangan yang dihadapi Pritta semakin berat karena selama periode tersebut ia harus berpindah-pindah tempat kerja, terutama di wilayah Indonesia Timur yang memiliki keterbatasan akses. Bahkan untuk mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris IELTS, ia harus mengorbankan tabungannya.
"Karena selama 7 tahun itu saya berpindah tempat dan itu hampir semua di sebelah timur Indonesia sana yang mana aksesnya cukup sulit. IELTS saya harus kosongkan tabungan saya dengan memepetkan kerja saya," ujarnya.
Meski berkali-kali gagal, Pritta selalu berusaha mengambil pelajaran dari setiap proses yang dijalani. Salah satu hal yang membuatnya terus bertahan adalah kesadaran bahwa dirinya terus berkembang dari tahun ke tahun.
"Melalui esai-esai saya, oh saya ini bertumbuh loh setiap tahunnya karena di setiap esai kan kita bisa menulis tentang pembelajaran hidup, tentang pencapaian kita. Dan di situlah ternyata saya melihat growth saya setiap tahunnya," katanya.
Perjuangan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil pada percobaan ke-20. Dengan dukungan keluarga dan rekan-rekannya, Pritta berhasil diterima di King's College London melalui beasiswa LPDP.
Bagi Pritta, LPDP bukan sekadar bantuan pendidikan. Ia memandang beasiswa tersebut sebagai bentuk kepercayaan yang diberikan oleh rakyat Indonesia kepada para penerimanya.
Tantangan yang dihadapi Pritta semakin berat karena selama periode tersebut ia harus berpindah-pindah tempat kerja, terutama di wilayah Indonesia Timur yang memiliki keterbatasan akses. Bahkan untuk mengikuti tes kemampuan bahasa Inggris IELTS, ia harus mengorbankan tabungannya.
"Karena selama 7 tahun itu saya berpindah tempat dan itu hampir semua di sebelah timur Indonesia sana yang mana aksesnya cukup sulit. IELTS saya harus kosongkan tabungan saya dengan memepetkan kerja saya," ujarnya.
Meski berkali-kali gagal, Pritta selalu berusaha mengambil pelajaran dari setiap proses yang dijalani. Salah satu hal yang membuatnya terus bertahan adalah kesadaran bahwa dirinya terus berkembang dari tahun ke tahun.
"Melalui esai-esai saya, oh saya ini bertumbuh loh setiap tahunnya karena di setiap esai kan kita bisa menulis tentang pembelajaran hidup, tentang pencapaian kita. Dan di situlah ternyata saya melihat growth saya setiap tahunnya," katanya.
Perjuangan panjang tersebut akhirnya membuahkan hasil pada percobaan ke-20. Dengan dukungan keluarga dan rekan-rekannya, Pritta berhasil diterima di King's College London melalui beasiswa LPDP.
Bagi Pritta, LPDP bukan sekadar bantuan pendidikan. Ia memandang beasiswa tersebut sebagai bentuk kepercayaan yang diberikan oleh rakyat Indonesia kepada para penerimanya.
Lihat Juga :