Kisah Pritta, 19 Kali Gagal Beasiswa hingga Lolos LPDP ke London Kini Mengabdi untuk Anak Indonesia
Senin, 01 Juni 2026 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
"LPDP ini bagian dari uang kita, uang rakyat Indonesia. Jawaban kita sebagai awardee ya ke rakyat Indonesia dong. Dan saya percaya anak-anak itu adalah yang harus saya perjuangkan," tuturnya.
Setelah menyelesaikan studinya, Pritta memilih kembali ke Indonesia untuk mengabdikan diri di bidang advokasi dan perlindungan anak. Ia bergabung dengan organisasi non-pemerintah atau NGO dan terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung bagi anak-anak Indonesia.
Baginya, kepuasan terbesar dalam bekerja adalah melihat anak-anak dapat tumbuh dengan baik dan memperoleh kesempatan belajar dengan nyaman tanpa rasa takut. Sebab menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan rasa aman.
"Saya ingin bekerja tuh ada impact-nya dan mengingat juga masa kecil saya, saya ingin ada kontribusi di bidang sosial," ujarnya.
Melalui pengalamannya, Pritta juga membagikan pesan kepada siapa saja yang tengah berjuang menghadapi kegagalan. Menurutnya, kegagalan bukanlah sesuatu yang memalukan, melainkan proses yang membentuk seseorang menjadi lebih tangguh.
"Percayalah, kegagalan itu membentuk kita untuk bisa menjadi individu yang tangguh. Lakukan refleksi, kegagalan itu bukan alasan kita untuk berhenti. Take a break. Yang penting kita tetap berfokus pada tujuan kita, punya niat positif, dan gagal itu bukan sesuatu yang memalukan," pesannya.
Setelah menyelesaikan studinya, Pritta memilih kembali ke Indonesia untuk mengabdikan diri di bidang advokasi dan perlindungan anak. Ia bergabung dengan organisasi non-pemerintah atau NGO dan terus berupaya menciptakan lingkungan yang aman serta mendukung bagi anak-anak Indonesia.
Baginya, kepuasan terbesar dalam bekerja adalah melihat anak-anak dapat tumbuh dengan baik dan memperoleh kesempatan belajar dengan nyaman tanpa rasa takut. Sebab menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan rasa aman.
"Saya ingin bekerja tuh ada impact-nya dan mengingat juga masa kecil saya, saya ingin ada kontribusi di bidang sosial," ujarnya.
Melalui pengalamannya, Pritta juga membagikan pesan kepada siapa saja yang tengah berjuang menghadapi kegagalan. Menurutnya, kegagalan bukanlah sesuatu yang memalukan, melainkan proses yang membentuk seseorang menjadi lebih tangguh.
"Percayalah, kegagalan itu membentuk kita untuk bisa menjadi individu yang tangguh. Lakukan refleksi, kegagalan itu bukan alasan kita untuk berhenti. Take a break. Yang penting kita tetap berfokus pada tujuan kita, punya niat positif, dan gagal itu bukan sesuatu yang memalukan," pesannya.
(nnz)
Lihat Juga :