Cerita Fulviana, Mahasiswa UGM yang Lulus Kedokteran di Usia 20 Tahun
Kamis, 04 Juni 2026 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Raih Gelar Doktor di Usia 26 Tahun, Dea Angelia Jadi Lulusan Termuda UGM Bidang AI
“Awalnya saya sempat merasa tertekan karena harus terus belajar dan menjaga konsistensi. Namun dengan capaian ini, saya merasa sangat senang, bangga, dan bersyukur. Jujur, saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan termuda,” katanya, dikutip dari laman UGM, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, tantangan terbesar selama menjalani pendidikan kedokteran adalah proses adaptasi. Di usia yang masih muda, ia mengaku tetap memiliki keinginan untuk menikmati masa remaja seperti teman-teman seusianya. Namun, tuntutan perkuliahan yang padat mengharuskannya menyesuaikan diri dengan ritme belajar yang disiplin.
Tekanan akademik yang tinggi sempat menjadi beban pada masa awal perkuliahan. Seiring waktu, Fulviana belajar mengelola tekanan tersebut dan menjadikannya sebagai motivasi untuk berkembang. Ia berusaha menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan kehidupan pribadi agar tetap produktif tanpa mengalami kelelahan berlebihan.
Salah satu strategi yang diterapkannya adalah memahami pola belajar yang paling sesuai dengan dirinya. Ia menilai keberhasilan studi tidak selalu ditentukan oleh lamanya waktu belajar, melainkan kemampuan menjaga konsistensi dan disiplin dalam menjalani rutinitas akademik.
“Awalnya saya sempat merasa tertekan karena harus terus belajar dan menjaga konsistensi. Namun dengan capaian ini, saya merasa sangat senang, bangga, dan bersyukur. Jujur, saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan termuda,” katanya, dikutip dari laman UGM, Kamis (4/6/2026).
Menurutnya, tantangan terbesar selama menjalani pendidikan kedokteran adalah proses adaptasi. Di usia yang masih muda, ia mengaku tetap memiliki keinginan untuk menikmati masa remaja seperti teman-teman seusianya. Namun, tuntutan perkuliahan yang padat mengharuskannya menyesuaikan diri dengan ritme belajar yang disiplin.
Tekanan akademik yang tinggi sempat menjadi beban pada masa awal perkuliahan. Seiring waktu, Fulviana belajar mengelola tekanan tersebut dan menjadikannya sebagai motivasi untuk berkembang. Ia berusaha menjaga keseimbangan antara kegiatan akademik dan kehidupan pribadi agar tetap produktif tanpa mengalami kelelahan berlebihan.
Salah satu strategi yang diterapkannya adalah memahami pola belajar yang paling sesuai dengan dirinya. Ia menilai keberhasilan studi tidak selalu ditentukan oleh lamanya waktu belajar, melainkan kemampuan menjaga konsistensi dan disiplin dalam menjalani rutinitas akademik.
Lihat Juga :