FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Jum'at, 05 Juni 2026 - 18:30 WIB
loading...
Dekan FK Unair Prof Dr dr Eighty Mardiyan Kurniawati menyerahkan plakat untuk Prof Anna Ryan. Foto/Istimewa.
A
A
A
SURABAYA - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ( FK Unair ) mengukuhkan Professor Anna Ryan dari The University of Melbourne, Australia, sebagai Adjunct Professor di bidang Pendidikan Kedokteran.
Pengukuhan di Aula FK Unair, Jumat (5/6/2026) ini bagian dari upaya fakultas memperkuat kolaborasi internasional dan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran melalui kemitraan dengan akademisi terkemuka dunia.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Universitas Airlangga, Prof. Muhammad Miftahussurur, dr., M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D., FINASIM, menilai kehadiran Prof. Anna sebagai profesor pertama di Program Studi Magister Pendidikan Dokter merupakan sebuah lompatan besar.
Baca juga: Kedokteran Jadi Jurusan Paling Ketat di Unair Jalur SNBT 2026, Berapa Nilai Reratanya?
"Saya rasa ini adalah sebuah proses yang luar biasa. Selama ini kita hanya berteriak-teriak bahwa lulusan kita tidak diterima di negara asing. Dengan ini, sebenarnya ini adalah pintu masuk bahwa kurikulum pendidikan dokter di Indonesia mulai diakui," ujar Miftahussurur.
Dia menambahkan, untuk bersaing di kancah global, Indonesia bisa mengubah kurikulum secara mandiri atau bekerja sama langsung dengan pakar dunia.
"Saya rasa ini terobosan yang luar biasa. Saya sangat mengapresiasi Bu Dekan dan Ibu Ketua Departemen yang berhasil mendatangkan adjunct professor di bidang Pendidikan Kedokteran ini," tuturnya.
Baca juga: FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Pada kesempatan tersebut, Prof. Ryan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Bridging Scholarship and Curriculum: Assessment, Feedback, and the Melbourne Medical Programme.”
Melalui orasi tersebut, ia menjelaskan peran asesmen, umpan balik, dan pengembangan kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta pencapaian kompetensi lulusan. Prof. Ryan juga berbagi pengalaman The University of Melbourne dalam mengembangkan sistem pendidikan kedokteran yang menempatkan asesmen sebagai pendorong utama proses belajar.
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan The University of Melbourne telah menjalin kerja sama yang produktif melalui program pertukaran mahasiswa, program double degree yang memungkinkan mahasiswa FK Unair memperoleh gelar S.Ked. dan B.Med.Sc.,
Selain itu ada juga kolaborasi penelitian, serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut terus mendukung penguatan pendidikan kedokteran dan pengembangan jejaring akademik internasional kedua institusi.
Dekan FK Unair, Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE, menegaskan bahwa kehadiran kelas internasional dengan program double degree ini merupakan langkah strategis fakultas untuk menyetarakan kualitas lulusannya dengan standar dunia. Terlebih, University of Melbourne saat ini berstatus sebagai salah satu universitas terbaik di dunia.
"Dengan adanya double degree itu, kesamaan kualitas lulusan untuk undergraduate (sarjana), terutama undergraduate medicine, bisa terlaksana dengan baik. Jadi, FK Unair ini benar-benar go international," ujar Eighty.
Lebih lanjut, Prof. Eighty menjelaskan bahwa implementasi kerja sama global ini tidak hanya terbatas pada kurikulum, melainkan juga mencakup mobilitas akademik yang aktif, seperti pertukaran staf pengajar, dosen, hingga mahasiswa. FK Unair sendiri secara konsisten mengirimkan mahasiswanya untuk menimba ilmu langsung di Australia setiap tahunnya.
"Kami sudah mengirim student kami ke sana secara rutin setiap tahun, sekitar 3 sampai 7 orang. Mereka setahun di sana, kemudian mereka juga mendapatkan gelar sarjana dari University of Melbourne," ungkapnya.
Pengukuhan di Aula FK Unair, Jumat (5/6/2026) ini bagian dari upaya fakultas memperkuat kolaborasi internasional dan meningkatkan mutu pendidikan kedokteran melalui kemitraan dengan akademisi terkemuka dunia.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Community Development Universitas Airlangga, Prof. Muhammad Miftahussurur, dr., M.Kes., Sp.PD-KGEH., Ph.D., FINASIM, menilai kehadiran Prof. Anna sebagai profesor pertama di Program Studi Magister Pendidikan Dokter merupakan sebuah lompatan besar.
Baca juga: Kedokteran Jadi Jurusan Paling Ketat di Unair Jalur SNBT 2026, Berapa Nilai Reratanya?
"Saya rasa ini adalah sebuah proses yang luar biasa. Selama ini kita hanya berteriak-teriak bahwa lulusan kita tidak diterima di negara asing. Dengan ini, sebenarnya ini adalah pintu masuk bahwa kurikulum pendidikan dokter di Indonesia mulai diakui," ujar Miftahussurur.
Dia menambahkan, untuk bersaing di kancah global, Indonesia bisa mengubah kurikulum secara mandiri atau bekerja sama langsung dengan pakar dunia.
"Saya rasa ini terobosan yang luar biasa. Saya sangat mengapresiasi Bu Dekan dan Ibu Ketua Departemen yang berhasil mendatangkan adjunct professor di bidang Pendidikan Kedokteran ini," tuturnya.
Baca juga: FK Unair Kolaborasi dengan Adelaide University, Soroti Sistem Kesehatan Kebidanan Indonesia
Pada kesempatan tersebut, Prof. Ryan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Bridging Scholarship and Curriculum: Assessment, Feedback, and the Melbourne Medical Programme.”
Melalui orasi tersebut, ia menjelaskan peran asesmen, umpan balik, dan pengembangan kurikulum dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta pencapaian kompetensi lulusan. Prof. Ryan juga berbagi pengalaman The University of Melbourne dalam mengembangkan sistem pendidikan kedokteran yang menempatkan asesmen sebagai pendorong utama proses belajar.
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dan The University of Melbourne telah menjalin kerja sama yang produktif melalui program pertukaran mahasiswa, program double degree yang memungkinkan mahasiswa FK Unair memperoleh gelar S.Ked. dan B.Med.Sc.,
Selain itu ada juga kolaborasi penelitian, serta berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kerja sama tersebut terus mendukung penguatan pendidikan kedokteran dan pengembangan jejaring akademik internasional kedua institusi.
Dekan FK Unair, Prof. Dr. dr. Eighty Mardiyan Kurniawati, Sp.OG., Subsp. Urogin-RE, menegaskan bahwa kehadiran kelas internasional dengan program double degree ini merupakan langkah strategis fakultas untuk menyetarakan kualitas lulusannya dengan standar dunia. Terlebih, University of Melbourne saat ini berstatus sebagai salah satu universitas terbaik di dunia.
"Dengan adanya double degree itu, kesamaan kualitas lulusan untuk undergraduate (sarjana), terutama undergraduate medicine, bisa terlaksana dengan baik. Jadi, FK Unair ini benar-benar go international," ujar Eighty.
Lebih lanjut, Prof. Eighty menjelaskan bahwa implementasi kerja sama global ini tidak hanya terbatas pada kurikulum, melainkan juga mencakup mobilitas akademik yang aktif, seperti pertukaran staf pengajar, dosen, hingga mahasiswa. FK Unair sendiri secara konsisten mengirimkan mahasiswanya untuk menimba ilmu langsung di Australia setiap tahunnya.
"Kami sudah mengirim student kami ke sana secara rutin setiap tahun, sekitar 3 sampai 7 orang. Mereka setahun di sana, kemudian mereka juga mendapatkan gelar sarjana dari University of Melbourne," ungkapnya.
(nnz)
Lihat Juga :