Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Jum'at, 12 Juni 2026 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, membangun bisnis kopi tidak hanya soal menyajikan minuman berkualitas, tetapi juga menciptakan ekosistem yang melibatkan petani, pemasok, hingga konsumen. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengembangkan potensi kopi lokal dengan sentuhan inovasi.
Dalam sesi praktik, mahasiswa diperkenalkan pada teknik penyeduhan, karakteristik bahan baku, hingga standar penyajian kopi di industri kafe modern. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan ilmu agribisnis dalam pengelolaan usaha, pemasaran, dan penciptaan nilai tambah produk berbasis kopi.
Interaksi langsung antara akademisi, pelaku usaha, dan mahasiswa internasional menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar yang menghubungkan teori dengan praktik. Selain memperluas wawasan tentang industri kopi Indonesia, peserta juga memperoleh pengalaman lintas budaya yang memperkaya perspektif mereka dalam memandang pengembangan agribisnis global.
Salah satu mahasiswa asal Mahasarakham University, Diw, mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan. Dengan penuh antusias ia menyampaikan kesannya, “Jujur, endyul. Saya mendapatkan banyak pengalaman baru tentang kopi Indonesia, bertemu teman-teman baru, dan belajar langsung dari praktisi. Ini pengalaman yang sangat menyenangkan,” ujarnya.
Melalui International Short Course ini, Program Studi Magister Agribisnis Faperta UNEJ menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, berorientasi global, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang mampu memahami dinamika industri agribisnis dari hulu hingga hilir.
Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi dan kewirausahaan berbasis potensi lokal, sehingga kopi Indonesia semakin memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sesi praktik, mahasiswa diperkenalkan pada teknik penyeduhan, karakteristik bahan baku, hingga standar penyajian kopi di industri kafe modern. Pengalaman tersebut memberikan gambaran nyata mengenai penerapan ilmu agribisnis dalam pengelolaan usaha, pemasaran, dan penciptaan nilai tambah produk berbasis kopi.
Interaksi langsung antara akademisi, pelaku usaha, dan mahasiswa internasional menjadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar yang menghubungkan teori dengan praktik. Selain memperluas wawasan tentang industri kopi Indonesia, peserta juga memperoleh pengalaman lintas budaya yang memperkaya perspektif mereka dalam memandang pengembangan agribisnis global.
Salah satu mahasiswa asal Mahasarakham University, Diw, mengaku sangat menikmati seluruh rangkaian kegiatan. Dengan penuh antusias ia menyampaikan kesannya, “Jujur, endyul. Saya mendapatkan banyak pengalaman baru tentang kopi Indonesia, bertemu teman-teman baru, dan belajar langsung dari praktisi. Ini pengalaman yang sangat menyenangkan,” ujarnya.
Melalui International Short Course ini, Program Studi Magister Agribisnis Faperta UNEJ menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, berorientasi global, sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang mampu memahami dinamika industri agribisnis dari hulu hingga hilir.
Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi dan kewirausahaan berbasis potensi lokal, sehingga kopi Indonesia semakin memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
(nnz)
Lihat Juga :