Kisah Mikail Fajar, Siswa SMK dengan Bakat Seni yang Berhasil Tembus ITB Lewat SNBP 2026
Jum'at, 03 Juli 2026 - 17:46 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
"Sekolah kami memang berbasis fine art, dan anak ini (Mikail) menampilkan karyanya dengan sangat baik ke hadapan publik," tutur Sumadi, dikutip dari laman SMK Kemendikdasmen, Jumat (3/7/2026).
Sumadi juga mengungkapkan bahwa Mikail memang adalah anak yang baik, tekun, berbakat dan disiplin, karya-karya yang di hasilkan juga bagus dan bermakna.
Keberhasilan Mikail bukanlah jalan yang instan. Bagi keluarga yang hidup dalam kesederhanaan, mendukung pendidikan seni yang seringkali membutuhkan biaya tidak sedikit untuk material lukis adalah sebuah pengorbanan besar.
Sang ayah, dengan tangan kasarnya yang setiap hari bersinggungan dengan cairan pembersih lantai, tak pernah mengeluh. Di benaknya, setiap petak lantai yang ia bersihkan adalah jembatan agar putranya bisa terus berkarya.
Pun begitu dengan sang ibu. Lembaran rupiah dari keuntungan seribu-dua ribu rupiah per ikat bayam yang ia jual, disisihkan dengan telaten demi membeli cat dan kanvas agar tugas sekolah Mikail di SMSR Yogyakarta tak pernah terhenti.
"Sekolah kami memang berbasis fine art, dan anak ini (Mikail) menampilkan karyanya dengan sangat baik ke hadapan publik," tutur Sumadi, dikutip dari laman SMK Kemendikdasmen, Jumat (3/7/2026).
Sumadi juga mengungkapkan bahwa Mikail memang adalah anak yang baik, tekun, berbakat dan disiplin, karya-karya yang di hasilkan juga bagus dan bermakna.
Keberhasilan Mikail bukanlah jalan yang instan. Bagi keluarga yang hidup dalam kesederhanaan, mendukung pendidikan seni yang seringkali membutuhkan biaya tidak sedikit untuk material lukis adalah sebuah pengorbanan besar.
Sang ayah, dengan tangan kasarnya yang setiap hari bersinggungan dengan cairan pembersih lantai, tak pernah mengeluh. Di benaknya, setiap petak lantai yang ia bersihkan adalah jembatan agar putranya bisa terus berkarya.
Pun begitu dengan sang ibu. Lembaran rupiah dari keuntungan seribu-dua ribu rupiah per ikat bayam yang ia jual, disisihkan dengan telaten demi membeli cat dan kanvas agar tugas sekolah Mikail di SMSR Yogyakarta tak pernah terhenti.
Lihat Juga :