28 Perguruan Tinggi Malaysia Buka Peluang Studi bagi Mahasiswa Indonesia
Minggu, 12 Juli 2026 - 16:30 WIB
loading...
Pameran pendidikan tinggi Mega Ayo Kuliah di Malaysia 2026. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 28 perguruan tinggi Malaysia dihadirkan dalam pameran pendidikan tinggi Mega Ayo Kuliah di Malaysia. Pameran ini merupakan kolaborasi strategis antara EMGS, Education Malaysia Indonesia (EMI), dan Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia untuk memperkenalkan berbagai pilihan studi di Negeri Jiran kepada calon mahasiswa Indonesia.
Ketua Setiausaha Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia Datuk Dr Aminuddin Bin Hassim mengatakan, kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Malaysia bukan sekedar ijazah dan akademik melainkan jembatan strategis untuk membina bakat, memperkukuh daya saing, dan membangun masa depan ASEAN yang lebih baik.
Baca juga: Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
"Kehadiran 28 institusi pendidikan tinggi Malaysia hari ini menunjukkan komitmen Malaysia untuk terus memperkukuh hubungan pendidikan tinggi dengan Indonesia secara lebih tersusun dan berjangka panjang," katanya saat pembukaan Mega Ayo Kuliah di Malaysia 2026, Sabtu (11/7/2026).
Sementara CEO Education Malaysia Global Services (EMGS), Novie Tajudin, mengatakan sebanyak 28 institusi pendidikan tinggi terbaik dari Malaysia hadir dalam pameranyang digelar 11-12 Juli 2026 di Jakarta ini untuk bertemu langsung dengan calon mahasiswa Indonesia.
"Kami membawa 28 institusi pendidikan tinggi terbaik dari Malaysia untuk bertemu para mahasiswa Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, hubungan Malaysia dan Indonesia memiliki kedekatan yang istimewa, baik dari sisi bahasa, budaya, maupun sejarah. Karena itu, mahasiswa Indonesia dinilai akan lebih mudah beradaptasi saat menempuh pendidikan di Malaysia.
"Ketika pelajar Indonesia memilih Malaysia, mereka bukan sekadar memilih destinasi pengajian, tetapi memilih negara yang dekat di hati, mudah disesuaikan, dan penuh peluang," katanya.
Novie menjelaskan, Malaysia menawarkan keunggulan melalui konsep 3T, yakni Tetangga, Terjangkau, dan Terakui.
Konsep Tetangga mencerminkan kedekatan geografis dan budaya antara kedua negara. Dengan demikian, mahasiswa Indonesia dapat menikmati pengalaman belajar di lingkungan internasional tanpa kehilangan nuansa budaya serumpun.
Sementara itu, konsep Terjangkau berarti Malaysia menyediakan pendidikan tinggi berkualitas dengan biaya yang kompetitif. Menurut dia, biaya kuliah di Malaysia jauh lebih terjangkau dibandingkan negara tujuan studi lain seperti Amerika Serikat, Inggris, maupun Australia.
"Program-program di Malaysia sangat masuk akal dari sisi biaya sehingga menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi pelajar internasional," ujarnya.
Adapun konsep Terakui menunjukkan bahwa perguruan tinggi Malaysia terus memperkuat reputasinya di tingkat global. Sejumlah universitas Malaysia bahkan berhasil masuk dalam jajaran universitas terbaik dunia.
Ia mengungkapkan, beberapa universitas Malaysia kini berada di peringkat 200 besar dunia berdasarkan pemeringkatan internasional.
Ketua Setiausaha Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia Datuk Dr Aminuddin Bin Hassim mengatakan, kerja sama pendidikan antara Indonesia dan Malaysia bukan sekedar ijazah dan akademik melainkan jembatan strategis untuk membina bakat, memperkukuh daya saing, dan membangun masa depan ASEAN yang lebih baik.
Baca juga: Jalur Mandiri Ujian Tulis UNJ 2026 Masih Buka Pendaftaran, Simak Persyaratannya
"Kehadiran 28 institusi pendidikan tinggi Malaysia hari ini menunjukkan komitmen Malaysia untuk terus memperkukuh hubungan pendidikan tinggi dengan Indonesia secara lebih tersusun dan berjangka panjang," katanya saat pembukaan Mega Ayo Kuliah di Malaysia 2026, Sabtu (11/7/2026).
Sementara CEO Education Malaysia Global Services (EMGS), Novie Tajudin, mengatakan sebanyak 28 institusi pendidikan tinggi terbaik dari Malaysia hadir dalam pameranyang digelar 11-12 Juli 2026 di Jakarta ini untuk bertemu langsung dengan calon mahasiswa Indonesia.
"Kami membawa 28 institusi pendidikan tinggi terbaik dari Malaysia untuk bertemu para mahasiswa Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, hubungan Malaysia dan Indonesia memiliki kedekatan yang istimewa, baik dari sisi bahasa, budaya, maupun sejarah. Karena itu, mahasiswa Indonesia dinilai akan lebih mudah beradaptasi saat menempuh pendidikan di Malaysia.
"Ketika pelajar Indonesia memilih Malaysia, mereka bukan sekadar memilih destinasi pengajian, tetapi memilih negara yang dekat di hati, mudah disesuaikan, dan penuh peluang," katanya.
Novie menjelaskan, Malaysia menawarkan keunggulan melalui konsep 3T, yakni Tetangga, Terjangkau, dan Terakui.
Konsep Tetangga mencerminkan kedekatan geografis dan budaya antara kedua negara. Dengan demikian, mahasiswa Indonesia dapat menikmati pengalaman belajar di lingkungan internasional tanpa kehilangan nuansa budaya serumpun.
Sementara itu, konsep Terjangkau berarti Malaysia menyediakan pendidikan tinggi berkualitas dengan biaya yang kompetitif. Menurut dia, biaya kuliah di Malaysia jauh lebih terjangkau dibandingkan negara tujuan studi lain seperti Amerika Serikat, Inggris, maupun Australia.
"Program-program di Malaysia sangat masuk akal dari sisi biaya sehingga menjadi pilihan yang lebih ekonomis bagi pelajar internasional," ujarnya.
Adapun konsep Terakui menunjukkan bahwa perguruan tinggi Malaysia terus memperkuat reputasinya di tingkat global. Sejumlah universitas Malaysia bahkan berhasil masuk dalam jajaran universitas terbaik dunia.
Ia mengungkapkan, beberapa universitas Malaysia kini berada di peringkat 200 besar dunia berdasarkan pemeringkatan internasional.
(nnz)
Lihat Juga :