MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Kamis, 23 Juli 2026 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Ia menilai, penguatan kapasitas tenaga pendidik khususnya dalam psikologi anak dan menekan angka terjadinya kasus bullying di lingkungan sekolah merupakan satu hal yang efektif dan krusial dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak.
“Pertama adalah tentang psikologi anak, karena guru SD ini buat kami adalah superhero. Mereka menguasai semua hal, tapi untuk menguasai psikologi anak itu tentu belum dikuasai oleh semua guru. Oleh karena itu kita menghadirkan psikolog untuk mengajarkan minimal mengenal lebih awal tentang gejala-gejala anak-anak berkebutuhan khusus,” ucap dia.
Menurut Rezki, pemahaman psikologis anak pada tenaga pendidik sangat dibutuhkan guna menghadapi berbagai karakter anak di sekolah termasuk menangani berbagai kasus kekerasan serta bullying yang hari ini marak terjadi. Tidak hanya itu, pemahaman tersebut juga bisa membuat para tenaga pendidik lebih memahami karakter anak dengan berbagai masalah akademik yang dirasakan.
Baca Juga : Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Seperti alasan mengapa seorang anak sering tertinggal secara akademik atau seringkali susah fokus dalam belajar hingga memahami bagaimana cara menyampaikan bahan ajar kepada setiap anak dengan cara yang mereka senangi.
“Pertama adalah tentang psikologi anak, karena guru SD ini buat kami adalah superhero. Mereka menguasai semua hal, tapi untuk menguasai psikologi anak itu tentu belum dikuasai oleh semua guru. Oleh karena itu kita menghadirkan psikolog untuk mengajarkan minimal mengenal lebih awal tentang gejala-gejala anak-anak berkebutuhan khusus,” ucap dia.
Menurut Rezki, pemahaman psikologis anak pada tenaga pendidik sangat dibutuhkan guna menghadapi berbagai karakter anak di sekolah termasuk menangani berbagai kasus kekerasan serta bullying yang hari ini marak terjadi. Tidak hanya itu, pemahaman tersebut juga bisa membuat para tenaga pendidik lebih memahami karakter anak dengan berbagai masalah akademik yang dirasakan.
Baca Juga : Hari Anak Nasional ke-42, saatnya Negara Membangun Prasyarat Perlindungan Anak
Seperti alasan mengapa seorang anak sering tertinggal secara akademik atau seringkali susah fokus dalam belajar hingga memahami bagaimana cara menyampaikan bahan ajar kepada setiap anak dengan cara yang mereka senangi.
Lihat Juga :