MNC University Gandeng Puspadaya Dukung Sekolah Ramah Anak, Fokus Cegah Bullying
Kamis, 23 Juli 2026 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
"Kalau guru tidak memahami psikologi anak, maka cara penyampaiannya akan berbeda. Ketika ada anak berkebutuhan khusus diajarkan dengan cara yang sama, maka ada anak yang akan tertinggal secara akademik kemampuannya. Jadi mengenal kebutuhan anak itu sangat penting diberikan kepada guru-guru,” tutur Rezki.
Di sisi lain, upaya dan dukungan MNC University dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak juga bukan pertama kali. Sebelumnya, kampus telah menerjunkan mahasiswa untuk membantu tenaga pengajar di sekolah dasar yang kekurangan guru mata pelajaran spesifik. Hal itu dilakukan mengingat Sekolah Ramah Anak bukan hanya soal psikologis dan ruang aman namun juga bisa memberikan pelajaran yang disenangi oleh mereka.
"Kami merasa dengan hadirnya MNC University di tengah-tengah guru-guru SD hari ini, kita bisa memberikan dampak nyata. Pertama, kita sudah melakukan kegiatan menghadirkan siswa untuk membantu mengajar di sekolah-sekolah. Karena ada beberapa mata pelajaran ternyata secara kemampuan akademik gurunya belum ada, seperti guru coding,” ungkap dia.
Bahkan, MNC University saat ini telah menjalin kerja sama dengan 11 sekolah dasar, khususnya dalam penyediaan bantuan pengajar bahasa Inggris dan coding. Ke depannya, MNC University membuka pintu sinergi lebih luas dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memetakan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah lain.
"Nah, di momen hari ini, kami berharap dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta bisa memberitahu kebutuhannya apa saja. Karena saat ini kami masih 11 sekolah yang bekerja sama. Jadi kebutuhannya saat ini ada guru bahasa Inggris dan coding. Mngkin ada sekolah-sekolah lain yang membutuhkan pendidik lain, sehingga kami akan menyesuaikan untuk itu," pungkas Rezki.
Di sisi lain, upaya dan dukungan MNC University dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak juga bukan pertama kali. Sebelumnya, kampus telah menerjunkan mahasiswa untuk membantu tenaga pengajar di sekolah dasar yang kekurangan guru mata pelajaran spesifik. Hal itu dilakukan mengingat Sekolah Ramah Anak bukan hanya soal psikologis dan ruang aman namun juga bisa memberikan pelajaran yang disenangi oleh mereka.
"Kami merasa dengan hadirnya MNC University di tengah-tengah guru-guru SD hari ini, kita bisa memberikan dampak nyata. Pertama, kita sudah melakukan kegiatan menghadirkan siswa untuk membantu mengajar di sekolah-sekolah. Karena ada beberapa mata pelajaran ternyata secara kemampuan akademik gurunya belum ada, seperti guru coding,” ungkap dia.
Bahkan, MNC University saat ini telah menjalin kerja sama dengan 11 sekolah dasar, khususnya dalam penyediaan bantuan pengajar bahasa Inggris dan coding. Ke depannya, MNC University membuka pintu sinergi lebih luas dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memetakan kebutuhan tenaga pendidik di sekolah-sekolah lain.
"Nah, di momen hari ini, kami berharap dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta bisa memberitahu kebutuhannya apa saja. Karena saat ini kami masih 11 sekolah yang bekerja sama. Jadi kebutuhannya saat ini ada guru bahasa Inggris dan coding. Mngkin ada sekolah-sekolah lain yang membutuhkan pendidik lain, sehingga kami akan menyesuaikan untuk itu," pungkas Rezki.
(wur)
Lihat Juga :