Tanoto Scholars Gathering 2026 Perkuat Kepemimpinan 240 Penerima Beasiswa TELADAN
Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:05 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Cerita Mutiara, Anak Penjual Tahu Keliling yang Lolos ke ITB dan Raih KIP Kuliah
Selain itu, Menteri Ketenagakerjaan juga menyarankan generasi muda untuk menjadi pemimpin yang inovatif untuk berdampak bagi bangsa dan negara. “Indonesia butuh inovasi, dan mimpi saya di 2045, Indonesia besar itu kalau kita menjadi innovation nation, dan spirit ini harus dimiliki seorang leader," ucapnya.
Sementara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengingatkan para peserta soal pentingnya terus berkembang di era AI, terutama sebagai calon pemimpin di masa depan.
"Saat ini, pengetahuan sudah berlimpah. Semua hal bisa dicari tahu dengan AI. Itulah pentingnya untuk kita, sebagai manusia yang menerima pendidikan tinggi, untuk bisa melakukan 3 hal penting: menciptakan ilmu, menyalurkan ilmu, dan mengkurasi ilmu. Karena kalau kemampuan kita hanya terbatas pada mencari ilmu, kita bisa dengan mudah digantikan oleh AI,” terangnya.
“AI dapat menyajikan jutaan informasi dalam hitungan detik. Namun, manusialah yang mampu mengubah informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi kebijaksanaan. Itulah kompetensi yang harus dibangun oleh pemimpin muda: kemampuan mengkurasi pengetahuan untuk menghadirkan keputusan yang berdampak bagi masyarakat dan masa depan bangsa,” sambungnya.
Di tempat yang sama, Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry menekankan kepada Tanoto Scholar bahwa untuk menjadi pemimpin yang bermakna selalu berawal dari tujuan yang jelas, diwujudkan melalui pilihan-pilihan sehari-hari, dan pada akhirnya menghasilkan dampak bagi sesama.
Selain itu, Menteri Ketenagakerjaan juga menyarankan generasi muda untuk menjadi pemimpin yang inovatif untuk berdampak bagi bangsa dan negara. “Indonesia butuh inovasi, dan mimpi saya di 2045, Indonesia besar itu kalau kita menjadi innovation nation, dan spirit ini harus dimiliki seorang leader," ucapnya.
Sementara Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengingatkan para peserta soal pentingnya terus berkembang di era AI, terutama sebagai calon pemimpin di masa depan.
"Saat ini, pengetahuan sudah berlimpah. Semua hal bisa dicari tahu dengan AI. Itulah pentingnya untuk kita, sebagai manusia yang menerima pendidikan tinggi, untuk bisa melakukan 3 hal penting: menciptakan ilmu, menyalurkan ilmu, dan mengkurasi ilmu. Karena kalau kemampuan kita hanya terbatas pada mencari ilmu, kita bisa dengan mudah digantikan oleh AI,” terangnya.
“AI dapat menyajikan jutaan informasi dalam hitungan detik. Namun, manusialah yang mampu mengubah informasi menjadi pengetahuan, dan pengetahuan menjadi kebijaksanaan. Itulah kompetensi yang harus dibangun oleh pemimpin muda: kemampuan mengkurasi pengetahuan untuk menghadirkan keputusan yang berdampak bagi masyarakat dan masa depan bangsa,” sambungnya.
Di tempat yang sama, Head of Policy & Advocacy Tanoto Foundation, Eddy Henry menekankan kepada Tanoto Scholar bahwa untuk menjadi pemimpin yang bermakna selalu berawal dari tujuan yang jelas, diwujudkan melalui pilihan-pilihan sehari-hari, dan pada akhirnya menghasilkan dampak bagi sesama.
Lihat Juga :