Wisuda XIX Indonesia Banking School: Lahirkan Talenta Perbankan Digital Inklusif
Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:50 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Banking School (IBS) menggelar Wisuda XIX pada Sabtu, 25 Juli 2026, dengan tema “Transformasi Talenta Perbankan Menuju Ekosistem Keuangan Digital Inklusif sebagai Pilar Penguatan Ekonomi Indonesia.” Sebanyak 146 lulusan dari program Sarjana dan Magister resmi dikukuhkan dalam prosesi yang berlangsung di Auditorium IBS, Jakarta.
Momentum wisuda kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan usia ke-22 tahun IBS. Selama lebih dari dua dekade, kampus ini konsisten memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan perbankan, keuangan, dan bisnis digital melalui kolaborasi dengan regulator, industri jasa keuangan, serta mitra akademik internasional.
Dalam sambutannya, Ketua IBS Prof. Ir. Dana S. Saroso, M.Eng.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah wajah industri jasa keuangan secara fundamental. “Indonesia Banking School berkomitmen menyiapkan talenta yang mampu menjawab tantangan tersebut melalui pendidikan relevan, adaptif, dan berbasis kompetensi. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memperkuat ekosistem keuangan digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, yang turut hadir, menekankan pentingnya integritas di tengah disrupsi digital. “Ijazah adalah kunci, tapi sikap adalah kaki. Gelar akademik membuka pintu peluang, namun yang membuat bertahan di industri adalah integritas dan attitude yang tangguh. Lulusan IBS diharapkan menjadi talenta yang ilmunya berdampak langsung pada penguatan ekonomi inklusif di Indonesia,” katanya.
Wisuda XIX juga dihadiri sejumlah tokoh regulator dan industri, antara lain Kepala PPATK Dr. Ivan Yustiavandana, Direktur Eksekutif LPS Samsu Adi Nugroho, Kepala LLDIKTI Wilayah III Dr. Henri Tambunan, Direktur LPPI Achmad Fauzi, perwakilan Bank Indonesia Reny Yuliani, serta Kepala Divisi Learning Management BTN Ade Surya. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor jasa keuangan dalam mempersiapkan talenta masa depan.
Selain mengukuhkan 146 lulusan, IBS memberikan penghargaan kepada wisudawan berprestasi. Wisudawan Terbaik diraih oleh Yoedy Yoeswandi (Magister Manajemen), Sabiikha Putri Maharani (Akuntansi), Sara Immanuella Pininta Hutauruk (Manajemen), dan Nada Zulfahtun Hikmah (Manajemen Keuangan dan Perbankan Syariah). Penghargaan Wisudawan Inspiratif diberikan kepada Dumasi Marisina Magdalena Samosir dan M.A. Suharto, sementara Wisudawan Berprestasi diraih oleh Salsabila Rezkika Resti, Muhammad Yasin, dan Aidah Fitriyah.
IBS juga menegaskan komitmen internasionalisasi dengan menjalin kerja sama bersama FHNW Switzerland, Tshwane University of Technology Afrika Selatan, Vasile Alecsandri University of Bacău Rumania, serta Universiti Teknologi MARA Malaysia. Kolaborasi ini mencakup riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kuliah tamu internasional.
Melalui tema wisuda kali ini, IBS menegaskan peran pentingnya dalam melahirkan profesional yang siap menghadapi tantangan digitalisasi sektor keuangan. Dengan integritas, kompetensi global, dan semangat inovasi, para lulusan diharapkan menjadi pilar penguatan ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Momentum wisuda kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan usia ke-22 tahun IBS. Selama lebih dari dua dekade, kampus ini konsisten memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berfokus pada pendidikan perbankan, keuangan, dan bisnis digital melalui kolaborasi dengan regulator, industri jasa keuangan, serta mitra akademik internasional.
Dalam sambutannya, Ketua IBS Prof. Ir. Dana S. Saroso, M.Eng.Sc., Ph.D., menegaskan bahwa transformasi digital telah mengubah wajah industri jasa keuangan secara fundamental. “Indonesia Banking School berkomitmen menyiapkan talenta yang mampu menjawab tantangan tersebut melalui pendidikan relevan, adaptif, dan berbasis kompetensi. Kami ingin melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi agen perubahan yang memperkuat ekosistem keuangan digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, yang turut hadir, menekankan pentingnya integritas di tengah disrupsi digital. “Ijazah adalah kunci, tapi sikap adalah kaki. Gelar akademik membuka pintu peluang, namun yang membuat bertahan di industri adalah integritas dan attitude yang tangguh. Lulusan IBS diharapkan menjadi talenta yang ilmunya berdampak langsung pada penguatan ekonomi inklusif di Indonesia,” katanya.
Wisuda XIX juga dihadiri sejumlah tokoh regulator dan industri, antara lain Kepala PPATK Dr. Ivan Yustiavandana, Direktur Eksekutif LPS Samsu Adi Nugroho, Kepala LLDIKTI Wilayah III Dr. Henri Tambunan, Direktur LPPI Achmad Fauzi, perwakilan Bank Indonesia Reny Yuliani, serta Kepala Divisi Learning Management BTN Ade Surya. Kehadiran mereka mencerminkan sinergi kuat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor jasa keuangan dalam mempersiapkan talenta masa depan.
Selain mengukuhkan 146 lulusan, IBS memberikan penghargaan kepada wisudawan berprestasi. Wisudawan Terbaik diraih oleh Yoedy Yoeswandi (Magister Manajemen), Sabiikha Putri Maharani (Akuntansi), Sara Immanuella Pininta Hutauruk (Manajemen), dan Nada Zulfahtun Hikmah (Manajemen Keuangan dan Perbankan Syariah). Penghargaan Wisudawan Inspiratif diberikan kepada Dumasi Marisina Magdalena Samosir dan M.A. Suharto, sementara Wisudawan Berprestasi diraih oleh Salsabila Rezkika Resti, Muhammad Yasin, dan Aidah Fitriyah.
IBS juga menegaskan komitmen internasionalisasi dengan menjalin kerja sama bersama FHNW Switzerland, Tshwane University of Technology Afrika Selatan, Vasile Alecsandri University of Bacău Rumania, serta Universiti Teknologi MARA Malaysia. Kolaborasi ini mencakup riset bersama, pertukaran mahasiswa dan dosen, serta kuliah tamu internasional.
Melalui tema wisuda kali ini, IBS menegaskan peran pentingnya dalam melahirkan profesional yang siap menghadapi tantangan digitalisasi sektor keuangan. Dengan integritas, kompetensi global, dan semangat inovasi, para lulusan diharapkan menjadi pilar penguatan ekonomi Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
(unt)
Lihat Juga :