Siswa Indonesia Sabet 4 Medali Perunggu di Olimpiade Matematika Internasional 2026
Senin, 27 Juli 2026 - 07:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Indonesia Sabet 1 Emas, 2 Perak, dan 2 Perunggu di Olimpiade Fisika Internasional 2026
Empat medali perunggu tersebut dipersembahkan oleh Jayden Jurianto, murid SMAK 1 Penabur Jakarta, Steven Abiel Cahyono, murid SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Jawa Timur, Danica Odelia, murid SMAK Penabur Gading Serpong, Banten, dan Yusril Ihsan Adinatanegara, murid SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sementara itu, Honorable Mention diraih oleh Matthew Ravanelli Tjiptono, murid SMAK Penabur Banda, Jawa Barat.
Sebelum mengikuti IMO 2026, seluruh peserta telah menjalani proses seleksi berjenjang melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan mengikuti serangkaian program pembinaan intensif yang diselenggarakan oleh Puspresnas. Pembinaan tersebut dirancang untuk memperkuat penguasaan materi, strategi penyelesaian soal, dan kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi internasional.
Setibanya di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu, koordinator Pembina IMO 2026, Aleams Barra dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengungkapkan bahwa tingkat kesulitan soal pada IMO 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh peserta dari berbagai negara. Meski demikian, ia mengapresiasi perjuangan para murid Indonesia yang mampu menunjukkan performa terbaiknya.
“Tahun ini soal yang diberikan cukup sulit dan menantang. Puji syukur anak-anak bisa mendapatkan empat medali. Kami belajar dari pengalaman tahun ini untuk memperbaiki agar tahun depan bisa lebih baik lagi,” tutur Barra.
Empat medali perunggu tersebut dipersembahkan oleh Jayden Jurianto, murid SMAK 1 Penabur Jakarta, Steven Abiel Cahyono, murid SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya, Jawa Timur, Danica Odelia, murid SMAK Penabur Gading Serpong, Banten, dan Yusril Ihsan Adinatanegara, murid SMA Negeri 1 Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.
Sementara itu, Honorable Mention diraih oleh Matthew Ravanelli Tjiptono, murid SMAK Penabur Banda, Jawa Barat.
Sebelum mengikuti IMO 2026, seluruh peserta telah menjalani proses seleksi berjenjang melalui Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan mengikuti serangkaian program pembinaan intensif yang diselenggarakan oleh Puspresnas. Pembinaan tersebut dirancang untuk memperkuat penguasaan materi, strategi penyelesaian soal, dan kesiapan mental dalam menghadapi kompetisi internasional.
Setibanya di Tanah Air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, beberapa waktu lalu, koordinator Pembina IMO 2026, Aleams Barra dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengungkapkan bahwa tingkat kesulitan soal pada IMO 2026 menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh peserta dari berbagai negara. Meski demikian, ia mengapresiasi perjuangan para murid Indonesia yang mampu menunjukkan performa terbaiknya.
“Tahun ini soal yang diberikan cukup sulit dan menantang. Puji syukur anak-anak bisa mendapatkan empat medali. Kami belajar dari pengalaman tahun ini untuk memperbaiki agar tahun depan bisa lebih baik lagi,” tutur Barra.
Lihat Juga :