Mahasiswa ITS Asal Kebumen Ciptakan Aplikasi Tukar Sampah NUKERTRASH
Rabu, 23 September 2020 - 05:29 WIB
loading...
Mahasiswa Departemen Statistika Bisnis ITS Anisa Tri Okweningtyas menunjukan aplikasi bernama NUKERTRASH buatannya. Foto/ist
A
A
A
SURABAYA - Mahasiswa Departemen Statistika Bisnis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Anisa Tri Okweningtyas membuat aplikasi bernama NUKERTRASH yang berfungsi sebagai media penukaran sampah oleh masyarakat.
Aplikasi ini berawal dari semakin meningkatnya jumlah sampah yang dibuang begitu saja ke tempat penampungan sementara (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA). (Baca juga: Mahasiswa ITS Ciptakan PBOX, Alat Penyalur Logistik Kemanusiaan )
Selama pandemi COVID-19 ini, semakin banyak orang yang membeli makanan dengan cara takeaway sehingga jumlah sampah semakin meningkat. Mengingat semua orang melakukan work from home (WFH) pula, tidak banyak orang yang memberikan usaha lebih besar dalam penanganan sampah.
“Karena sedang pandemi, kita memikirkan bagaimana caranya supaya tetap menjalankan upaya konservasi lingkungan dengan tetap social distancing,” kata Anisa, Selasa (22/9/2020).
Ia melanjutkan, agar dapat didaur ulang, sampah haruslah dipilah berdasarkan kategori-kategorinya. “Selain itu, tercampurnya berbagai jenis sampah yang berada di TPS dan TPA membuatnya sulit untuk didaur ulang ataupun dimanfaatkan sesuai kategorinya,” jelasnya. (Baca juga: IPB University Luncurkan Sistem Monitoring Lahan Digital )
Aplikasi ini berawal dari semakin meningkatnya jumlah sampah yang dibuang begitu saja ke tempat penampungan sementara (TPS) dan tempat pembuangan akhir (TPA). (Baca juga: Mahasiswa ITS Ciptakan PBOX, Alat Penyalur Logistik Kemanusiaan )
Selama pandemi COVID-19 ini, semakin banyak orang yang membeli makanan dengan cara takeaway sehingga jumlah sampah semakin meningkat. Mengingat semua orang melakukan work from home (WFH) pula, tidak banyak orang yang memberikan usaha lebih besar dalam penanganan sampah.
“Karena sedang pandemi, kita memikirkan bagaimana caranya supaya tetap menjalankan upaya konservasi lingkungan dengan tetap social distancing,” kata Anisa, Selasa (22/9/2020).
Ia melanjutkan, agar dapat didaur ulang, sampah haruslah dipilah berdasarkan kategori-kategorinya. “Selain itu, tercampurnya berbagai jenis sampah yang berada di TPS dan TPA membuatnya sulit untuk didaur ulang ataupun dimanfaatkan sesuai kategorinya,” jelasnya. (Baca juga: IPB University Luncurkan Sistem Monitoring Lahan Digital )
Lihat Juga :