37 Mahasiswa UAD Ikuti Program Kredit Transfer ke PT Dalam dan Luar Negeri
Jum'at, 02 Oktober 2020 - 10:30 WIB
loading...
Rektor UAD Muchlas saat mengikuti pelepasan dan penerimaan mahasiswa program ICT dan Permata Sakti 2020 secara daring di kampus UAD, Kamis (1/10). Foto/Dok/Humas UAD
A
A
A
YOGYAKARTA - Sebanyak 37 mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta akan mengikuti program kredit transfer di perguruang tinggi mitra, baik di dalam maupun luar negeri. Dari jumlah itu, 11 mahasiswa akan mengikuti perkulihan di luar negeri melalui program Internasional Credit Transfer (ICT) dan 26 mahasiswa di perguruan tinggi lain di Indonesia melalui program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit dengan Teknologi Informasi (Permata Sakti) 2020.
Rektor UAD Muchas, secara resmi melapas para mahasiswa tersebut secara daring, di kampus UAD, Kamis (1/10/2020). Baik program ICT maupun Permata Sakti 2020 karena masa pandemi COVID-19 untuk kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara daring. (Baca juga: Tidak Hanya KIP-K, UIN Jakarta Juga Sediakan Beragam Beasiswa Lain )
Muchlas mengatakan program Permata Sakti dan ICT ini merupakan program dari Kemendikbud untuk mengimplementasikan Kebijakan Kampus Merdeka. Melalui program ini mahasiswa dapat mengambil mata kuliah yang ditawarkan di perguruan tinggi mitra di dalam dan luar negeri dengan model pembelajaran secara daring.
“Dua program ini berlangsung selama satu semester pada semester ganjil tahun akadmeik 2020/2021,” kata Muchlas saat pelepasan mahasiswa UAD program Permata Sakti dan ICT, di kampus UAD secara daring, Kamis (1/10/2020).
Muchlas menjelaskan, untuk mahasiswa yang mengikuti program ICT, UAD melebihi kouta, sebab UAD hanya mendapat 7 mahasiswa, sedangkan yang lolos seleksi ada 11 mahasiswa. Mereka akan mengikuti kuliah di empat perguruan tinggi di luar negeri, tiga di Malaysia dan dua di Philipina. Untuk program Permata Sakti, UAD mendapatkan kuota 26 mahasiswa.
Rektor UAD Muchas, secara resmi melapas para mahasiswa tersebut secara daring, di kampus UAD, Kamis (1/10/2020). Baik program ICT maupun Permata Sakti 2020 karena masa pandemi COVID-19 untuk kegiatan perkuliahan dilaksanakan secara daring. (Baca juga: Tidak Hanya KIP-K, UIN Jakarta Juga Sediakan Beragam Beasiswa Lain )
Muchlas mengatakan program Permata Sakti dan ICT ini merupakan program dari Kemendikbud untuk mengimplementasikan Kebijakan Kampus Merdeka. Melalui program ini mahasiswa dapat mengambil mata kuliah yang ditawarkan di perguruan tinggi mitra di dalam dan luar negeri dengan model pembelajaran secara daring.
“Dua program ini berlangsung selama satu semester pada semester ganjil tahun akadmeik 2020/2021,” kata Muchlas saat pelepasan mahasiswa UAD program Permata Sakti dan ICT, di kampus UAD secara daring, Kamis (1/10/2020).
Muchlas menjelaskan, untuk mahasiswa yang mengikuti program ICT, UAD melebihi kouta, sebab UAD hanya mendapat 7 mahasiswa, sedangkan yang lolos seleksi ada 11 mahasiswa. Mereka akan mengikuti kuliah di empat perguruan tinggi di luar negeri, tiga di Malaysia dan dua di Philipina. Untuk program Permata Sakti, UAD mendapatkan kuota 26 mahasiswa.
Lihat Juga :