Pelajar Indonesia Raih 4 Medali di Olimpiade Informatika 2020
Sabtu, 03 Oktober 2020 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Asep menuturkan, prestasi ini turut diapresiasi sebab meski di tengah pandemi para pelajar Indonesia tetap bisa memperoleh medali. Para pelajar ini, ujarnya, telah membuktikan ketanggguhan dan daya adaptasi yang tinggi di tengah kompetisi yang berlangsung secara virtual ini. Dia menjelaskan, dengan perolehan satu emas, satu perak, dan dua perunggu menempatkan Indonesia pada peringkat ke-13 dari 87 negara.
TOKI adalah sebuah tim yang terdiri dari empat siswa/siswi sekolah menengah yang dipersiapkan untuk menghadapi IOI yang diselenggarakan setiap tahun. Kompetisi IOI tiap tahunnya diselenggarakan di negara yang berbeda-beda. Namun karena terdampak COVID-19, tim Indonesia melaksanakan kompetisi di tiga kota yaitu Jakarta, Medan dan Purwokerto sesuai dengan tempat tinggal para siswa.(Baca juga: Warisan Budaya Dunia Unesco, Sejarah Jalur Rempah Harus Masuk Pembelajaran Sejarah )
Untuk mempersiapkan diri mengikuti IOI, tim ini telah mengikuti pembinaan selama berbulan-bulan, yang didukung Puspresnas Kemendikbud bekerja sama dengan akademisi maupun praktisi. Mereka menjalani karantina dan pembinaan dengan berlatih soal, diskusi dan pelatihan kesiapan mental bertanding. Materi pembinaan selain diisi oleh dosen dari berbagai universitas, juga menghadirkan para alumni TOKI yang memandu kegiatan dalam bentuk diskusi dan sparring partner.
Pikatan Arya Bramajati, peraih medali emas dari Indonesia berhasil menempati posisi ke-13 dengan nilai total 529,43 dari total nilai maksimal 600. Ia berhasil mengalahkan puluhan negara lain, seperti Singapura, Thailand, Inggris, Taiwan, India dan Australia.
“Soal-soal yang diberikan cukup susah, tapi sangat menantang, hal ini yang membuat kami menjadi terus bersemangat untuk mendapatkan hasil terbaik. Kami juga mengucapkan terimakasih semua pihak yang telah mendukung kami sehingga mendapatkan hasil yang terbaik” katanya.
TOKI adalah sebuah tim yang terdiri dari empat siswa/siswi sekolah menengah yang dipersiapkan untuk menghadapi IOI yang diselenggarakan setiap tahun. Kompetisi IOI tiap tahunnya diselenggarakan di negara yang berbeda-beda. Namun karena terdampak COVID-19, tim Indonesia melaksanakan kompetisi di tiga kota yaitu Jakarta, Medan dan Purwokerto sesuai dengan tempat tinggal para siswa.(Baca juga: Warisan Budaya Dunia Unesco, Sejarah Jalur Rempah Harus Masuk Pembelajaran Sejarah )
Untuk mempersiapkan diri mengikuti IOI, tim ini telah mengikuti pembinaan selama berbulan-bulan, yang didukung Puspresnas Kemendikbud bekerja sama dengan akademisi maupun praktisi. Mereka menjalani karantina dan pembinaan dengan berlatih soal, diskusi dan pelatihan kesiapan mental bertanding. Materi pembinaan selain diisi oleh dosen dari berbagai universitas, juga menghadirkan para alumni TOKI yang memandu kegiatan dalam bentuk diskusi dan sparring partner.
Pikatan Arya Bramajati, peraih medali emas dari Indonesia berhasil menempati posisi ke-13 dengan nilai total 529,43 dari total nilai maksimal 600. Ia berhasil mengalahkan puluhan negara lain, seperti Singapura, Thailand, Inggris, Taiwan, India dan Australia.
“Soal-soal yang diberikan cukup susah, tapi sangat menantang, hal ini yang membuat kami menjadi terus bersemangat untuk mendapatkan hasil terbaik. Kami juga mengucapkan terimakasih semua pihak yang telah mendukung kami sehingga mendapatkan hasil yang terbaik” katanya.
(mpw)
Lihat Juga :