FTUI Luncurkan E-Book Studio From Home, PJJ bagi Mahasiswa Arsitektur
Senin, 05 Oktober 2020 - 06:08 WIB
loading...
Departemen Arsitektur FTUI meluncurkan e-Book Studio From Home sebagai PJJ bagi mahasiswa program studi Arsitektur FTUI. Foto/Dok/Humas UI
A
A
A
DEPOK - Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) meluncurkan e-Book Studio From Home sebagai Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi mahasiswa program studi Arsitektur FTUI. Buku ini merupakan sebuah terobosan Departemen Arsitektur FTUI untuk memberikan gambaran tentang aktivitas belajar-mengajar daring berkenaan studio perancangan arsitektur. Peluncuran e-Book dihadiri oleh Dekan FTUI Hendri DS Budiono, Kepala Departemen Arsitektur FTUI Dalhar Susanto, dan Dosen FTUI Antony Sihombing.
Dekan FTUI Hendri D.S Budiono mengatakan, strategi FTUI di tengah pandemi COVID-19 adalah melakukan engineering education and management. Pihaknya mengubah proses pendidikan dari teaching ke learning, salah satunya dengan berusaha membuat materi pembelajaran menjadi daring. Peluncuran buku ini selaras dengan strategi tersebut. “Kami mengapresiasi kreativitas dan inovasi mahasiswa dan dosen, walaupun berhadapan dengan situasi pandemi yang tidak mudah ini, masih tetap mampu mengejar capaian pembelajaran,” katanya, Sabtu (3/10). (Baca juga: 11 PTN-BH Cari Format Kurikulum dan Dunia Kerja Selama COVID-19 )
Hendri juga berpesan untuk senantiasa melakukan evaluasi dan continual improvement terhadap metode pembelajaran daring. “Bukan bermaksud ingin mengubah aktivitas studio tatap muka yang melibatkan banyak orang di dalam suatu ruangan, akan tetapi bagaimana kita menyikapi dan beradaptasi pada kebiasaan baru, tanpa menurunkan kualitas belajar,” tukasnya.
Kepala Departemen Arsitektur FTUI Dalhar Susanto mengungkapkan, mata kuliah Studio merupakan metode belajar yang sangat penting di Arsitektur. Di Departemen Arsitektur FTUI, mata kuliah studio itu mencakup sebagian besar dari struktur kurikulum. Melalui mata kuliah studio mahasiswa akan mampu menyusun program, menjawab persoalan desain, mendokumentasikan desain, mengembangkan gagasan secara kreatif, kemudian mengkomunikasikan gagasannya. Sebagai dampak dari pandemi COVID-19, kini ada yang hilang dari proses mata kuliah studio, yaitu pengumpulan data dan interaksi bersama. Dengan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan tim di fakultas, studio from home dapat berjalan dengan baik. “Kehadiran e-Book ini dapat menjadi sebuah catatan penting tentang perkuliahan studio daring sebagai bekal kita di masa yang akan datang,” katanya.
Selaku fasilitator mahasiswa pada studio perancangan, Antony menuturkan, buku ini tidak hanya memuat pengalaman mahasiswa menjalani studio from home. Melainkan juga pemanfaatan ilmu terkini di bidang arsitektur. Sebagai contoh, tim mahasiswa arsitektur FTUI berhasil menjalankan project dengan mengambil lokasi Kota Tua, Cipete, Lombok, dan Paris - Perancis. Semuanya tentu dikerjakan dari rumah, dengan memanfaatkan analisis big data, dan riset melalui internet. Kami merasa sangat perlu untuk mencatat peristiwa perkuliahan studio from home. “Ini menjadi catatan sejarah karena merupakan pengalaman baru dan pertama kali terjadi selama kegiatan belajar-mengajar di Departemen Arsitektur FTUI. Untuk itu, melalui penerbitan e-Book ini diharapkan kami dapat menyumbang pengalaman maupun laporan proses pembelajaran studio secara daring,” ucapnya. (Baca juga: UI dan University Queensland Pererat Kolaborasi Riset )
Dekan FTUI Hendri D.S Budiono mengatakan, strategi FTUI di tengah pandemi COVID-19 adalah melakukan engineering education and management. Pihaknya mengubah proses pendidikan dari teaching ke learning, salah satunya dengan berusaha membuat materi pembelajaran menjadi daring. Peluncuran buku ini selaras dengan strategi tersebut. “Kami mengapresiasi kreativitas dan inovasi mahasiswa dan dosen, walaupun berhadapan dengan situasi pandemi yang tidak mudah ini, masih tetap mampu mengejar capaian pembelajaran,” katanya, Sabtu (3/10). (Baca juga: 11 PTN-BH Cari Format Kurikulum dan Dunia Kerja Selama COVID-19 )
Hendri juga berpesan untuk senantiasa melakukan evaluasi dan continual improvement terhadap metode pembelajaran daring. “Bukan bermaksud ingin mengubah aktivitas studio tatap muka yang melibatkan banyak orang di dalam suatu ruangan, akan tetapi bagaimana kita menyikapi dan beradaptasi pada kebiasaan baru, tanpa menurunkan kualitas belajar,” tukasnya.
Kepala Departemen Arsitektur FTUI Dalhar Susanto mengungkapkan, mata kuliah Studio merupakan metode belajar yang sangat penting di Arsitektur. Di Departemen Arsitektur FTUI, mata kuliah studio itu mencakup sebagian besar dari struktur kurikulum. Melalui mata kuliah studio mahasiswa akan mampu menyusun program, menjawab persoalan desain, mendokumentasikan desain, mengembangkan gagasan secara kreatif, kemudian mengkomunikasikan gagasannya. Sebagai dampak dari pandemi COVID-19, kini ada yang hilang dari proses mata kuliah studio, yaitu pengumpulan data dan interaksi bersama. Dengan kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan tim di fakultas, studio from home dapat berjalan dengan baik. “Kehadiran e-Book ini dapat menjadi sebuah catatan penting tentang perkuliahan studio daring sebagai bekal kita di masa yang akan datang,” katanya.
Selaku fasilitator mahasiswa pada studio perancangan, Antony menuturkan, buku ini tidak hanya memuat pengalaman mahasiswa menjalani studio from home. Melainkan juga pemanfaatan ilmu terkini di bidang arsitektur. Sebagai contoh, tim mahasiswa arsitektur FTUI berhasil menjalankan project dengan mengambil lokasi Kota Tua, Cipete, Lombok, dan Paris - Perancis. Semuanya tentu dikerjakan dari rumah, dengan memanfaatkan analisis big data, dan riset melalui internet. Kami merasa sangat perlu untuk mencatat peristiwa perkuliahan studio from home. “Ini menjadi catatan sejarah karena merupakan pengalaman baru dan pertama kali terjadi selama kegiatan belajar-mengajar di Departemen Arsitektur FTUI. Untuk itu, melalui penerbitan e-Book ini diharapkan kami dapat menyumbang pengalaman maupun laporan proses pembelajaran studio secara daring,” ucapnya. (Baca juga: UI dan University Queensland Pererat Kolaborasi Riset )
Lihat Juga :