Pandemi, Gus Yasin: Ponpes Tak Harus Diliburkan Asal Tertib Protokol
Rabu, 07 Oktober 2020 - 10:22 WIB
loading...
Ribuan Santri Pondok Pesantren (Ponpes) usai mengikuti pendidikan pesantren. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
KENDAL - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan kegiatan belajar di ponpes tidak harus berhenti atau diliburkan akibat pandemi COVID-19, asalkan tertib melaksanakan protokol kesehatan.
Semua penghuni ponpes dan masyarakat sekitar tidak boleh abai pada protokol kesehatan supaya kiai dan santri terlindungi dan tidak ada lagi ponpes yang menjadi klaster penularan COVID-19. (Baca juga: PJJ Fase 2, FSGI: Siswa Masih Dijejali Penugasan yang Banyak dan Berat )
“Kegiatan belajar di ponpes jangan berhenti, karena paku bumine dunyo (paku buminya dunia) adalah ulama. Saya atas nama pemerintah punya kewajiban menjaga umat, pemerintah bukan membatasi atau melarang kegiatan belajar di ponpes. Mengaji tetap dilaksanakan tapi harus patuhi protokol kesehatan, apalagi sudah banyak ulama yang tilar (wafat) akibat Corona,” terang Gus Yasin saat berkunjung ke Pesantren Sirojut Tholibin Kersan, Pegandon Kendal, Selasa (6/10/2020).
Ia mencontohkan, Ponpes Al-Hikmah Kendal yang tidak meliburkan kegiatan belajar dan salat Jumat berjamaah, namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Salat Jumat tetap diselenggarakan, bahkan masyarakat di luar ponpes juga ikut salat di masjid yang sama dengan tidak meninggalkan protokol kesehatan.
“Ponpes tetap menyelenggarakan salat Jumat dengan memisah antara santri dengan jamaah masyarakat. Jamaah santri di bagian selatan, sedangkan jamaah masyarakat umum ditempatkan di sisi utara masjid. Sehingga tidak ada interaksi dengan warga di luar ponpes,” bebernya. (Baca juga: Pertahankan Sistem PJJ, Kemenag Perkuat Gugus Tugas Satuan Pendidikan Islam )
Semua penghuni ponpes dan masyarakat sekitar tidak boleh abai pada protokol kesehatan supaya kiai dan santri terlindungi dan tidak ada lagi ponpes yang menjadi klaster penularan COVID-19. (Baca juga: PJJ Fase 2, FSGI: Siswa Masih Dijejali Penugasan yang Banyak dan Berat )
“Kegiatan belajar di ponpes jangan berhenti, karena paku bumine dunyo (paku buminya dunia) adalah ulama. Saya atas nama pemerintah punya kewajiban menjaga umat, pemerintah bukan membatasi atau melarang kegiatan belajar di ponpes. Mengaji tetap dilaksanakan tapi harus patuhi protokol kesehatan, apalagi sudah banyak ulama yang tilar (wafat) akibat Corona,” terang Gus Yasin saat berkunjung ke Pesantren Sirojut Tholibin Kersan, Pegandon Kendal, Selasa (6/10/2020).
Ia mencontohkan, Ponpes Al-Hikmah Kendal yang tidak meliburkan kegiatan belajar dan salat Jumat berjamaah, namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Salat Jumat tetap diselenggarakan, bahkan masyarakat di luar ponpes juga ikut salat di masjid yang sama dengan tidak meninggalkan protokol kesehatan.
“Ponpes tetap menyelenggarakan salat Jumat dengan memisah antara santri dengan jamaah masyarakat. Jamaah santri di bagian selatan, sedangkan jamaah masyarakat umum ditempatkan di sisi utara masjid. Sehingga tidak ada interaksi dengan warga di luar ponpes,” bebernya. (Baca juga: Pertahankan Sistem PJJ, Kemenag Perkuat Gugus Tugas Satuan Pendidikan Islam )
Lihat Juga :