Gandeng KEK Singhasari, Kemendikbud Hubungkan Dunia Pendidikan dengan Industri
Senin, 12 Oktober 2020 - 10:35 WIB
loading...
A
A
A
"Dalam pelaksanaan paket 'link and match', industri terlibat penuh dalam perencanaan pembelajaran, proses belajar, dan evaluasi. Ini merupakan mekanisme kerja sama saling menguntungkan antara sekolah dengan industri," terang Wikan Sakarinto, saat penandatanganan nota kesepahaman Kemendikbud dengan KEK Singhasari.
Nota kesepahaman Kemendikbud dengan KEK Singhasari yang ditandatangani memuat tentang "Pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi", dan perjanjian kerja sama Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Pendidikan Vokasi".
Dalam acara tersebut, turut dihadiri juga Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Ketua Yayasan Pendidikan Telkom.
Pada kesempatan tersebut Wikan menjelaskan, salah satu tujuan utama program paket "link and match" adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi agar relevan dengan kebutuhan industri. Sehingga, akan berdampak kepada peningkatan dan penguatan kualitas peserta didik pendidikan vokasi.
"Saya mengapresiasi KEK Singhasari yang telah mengimplementasikan 'link and match'. Semoga kerja sama ini dapat ditiru dan diimpementasikan di daerah kawasan industri lainnya, serta di daerah yang bukan kawasan industri pula," jelasnya.
Wikan pun berharap, kemitraan strategis (strategic partnership) atau "link and match" antara pendidikan vokasi dengan DUDI, sedikitnya harus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, permanen dan berkesinambungan, serta efektif dan efisien. (Baca juga: Dua Sekolah di Solo Gelar Simulai Pembelajaran Tatap Muka)
"Adapun pelaksanaannya menuntut keterlibatan seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, industri, dan pengelola lembaga pendidikan dalam perencanaan maupun implementasinya," terangnya.
Nota kesepahaman Kemendikbud dengan KEK Singhasari yang ditandatangani memuat tentang "Pengembangan Pendidikan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi", dan perjanjian kerja sama Ditjen Pendidikan Vokasi dengan KEK Singhasari tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi pada Pendidikan Vokasi".
Dalam acara tersebut, turut dihadiri juga Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Ketua Yayasan Pendidikan Telkom.
Pada kesempatan tersebut Wikan menjelaskan, salah satu tujuan utama program paket "link and match" adalah untuk meningkatkan kualitas lulusan pendidikan vokasi agar relevan dengan kebutuhan industri. Sehingga, akan berdampak kepada peningkatan dan penguatan kualitas peserta didik pendidikan vokasi.
"Saya mengapresiasi KEK Singhasari yang telah mengimplementasikan 'link and match'. Semoga kerja sama ini dapat ditiru dan diimpementasikan di daerah kawasan industri lainnya, serta di daerah yang bukan kawasan industri pula," jelasnya.
Wikan pun berharap, kemitraan strategis (strategic partnership) atau "link and match" antara pendidikan vokasi dengan DUDI, sedikitnya harus memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, permanen dan berkesinambungan, serta efektif dan efisien. (Baca juga: Dua Sekolah di Solo Gelar Simulai Pembelajaran Tatap Muka)
"Adapun pelaksanaannya menuntut keterlibatan seluruh stakeholder, baik pemerintah daerah, industri, dan pengelola lembaga pendidikan dalam perencanaan maupun implementasinya," terangnya.
Lihat Juga :