SEAQIL Dukung Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Pengantar Asia Tenggara
Rabu, 14 Oktober 2020 - 13:16 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, SEAQIL juga melibatkan lembaga kursus BIPA dan Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (APPBIPA) serta lembaga pendidikan tinggi di luar negeri. Guna menghasilkan diskusi dengan masukan yang lebih variatif, SEAQIL juga mengundang pakar BIPA dari berbagai kalangan baik akademisi maupun peneliti sebagai panelis webinar. (Baca juga: Epidemiolog UI Memprediksi Vaksinasi Baru Selesai Akhir 2021 )
Webinar ini menerima antusiasme yang tinggi, di mana hampir 1.600 pendaftar dari 22 negara tertarik untuk mengikutinya di antaranya dari Amerika Serikat, Arab Saudi, Australia, Azerbaijan, Belanda, Bulgaria, Filipina, Jepang, Jerman, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Perancis, Polinesia Perancis, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, Timor-Leste, dan Uzbekistan.
Namun demikian, untuk menciptakan diskusi yang efektif, SEAQIL hanya memilih 600 peserta, terdiri atas pengajar/pendidik, pemelajar, pengamat, peneliti, dan penulis bahan ajar BIPA dari lembaga dan universitas global yang menyelenggarakan program BIPA. Webinar ini disiarkan secara langsung YouTube guna menjangkau lebih banyak audiens, terutama bagi pendaftar yang tidak termasuk dalam daftar peserta terpilih.
Luh Anik berharap, webinar yang telah merangkum ide/pemikiran hebat dan inovatif dari para pengajar dan pakar BIPA ini akan menjadi dasar bagi SEAQIL untuk mengembangkan program Pengembangan Profesionalitas Berkelanjutan untuk pengajar BIPA. “ SEAQIL akan melakukan metaanalisis dari hasil webinar untuk direalisasikan menjadi program BIPA pada tahun berikutnya,”tuturnya.
Untuk menunjang tujuan tersebut, SEAQIL menyambut baik kerja sama dengan institusi yang memiliki kesamaan visi dengan SEAQIL, khususnya pada program BIPA.
Webinar ini menerima antusiasme yang tinggi, di mana hampir 1.600 pendaftar dari 22 negara tertarik untuk mengikutinya di antaranya dari Amerika Serikat, Arab Saudi, Australia, Azerbaijan, Belanda, Bulgaria, Filipina, Jepang, Jerman, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Perancis, Polinesia Perancis, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, Timor-Leste, dan Uzbekistan.
Namun demikian, untuk menciptakan diskusi yang efektif, SEAQIL hanya memilih 600 peserta, terdiri atas pengajar/pendidik, pemelajar, pengamat, peneliti, dan penulis bahan ajar BIPA dari lembaga dan universitas global yang menyelenggarakan program BIPA. Webinar ini disiarkan secara langsung YouTube guna menjangkau lebih banyak audiens, terutama bagi pendaftar yang tidak termasuk dalam daftar peserta terpilih.
Luh Anik berharap, webinar yang telah merangkum ide/pemikiran hebat dan inovatif dari para pengajar dan pakar BIPA ini akan menjadi dasar bagi SEAQIL untuk mengembangkan program Pengembangan Profesionalitas Berkelanjutan untuk pengajar BIPA. “ SEAQIL akan melakukan metaanalisis dari hasil webinar untuk direalisasikan menjadi program BIPA pada tahun berikutnya,”tuturnya.
Untuk menunjang tujuan tersebut, SEAQIL menyambut baik kerja sama dengan institusi yang memiliki kesamaan visi dengan SEAQIL, khususnya pada program BIPA.
(mpw)
Lihat Juga :