Hingga 2024, Jumlah Guru Penggerak akan Capai 405.900 Guru
Kamis, 15 Oktober 2020 - 08:52 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan bahwa Guru Penggerak akan selalu berpihak pada murid dan fokus pada proses pembelajaran. “Guru menggerakkan komunitas belajar di sekolah dan luar sekolah, guru menerapkan pembelajaran aktif sesuai dengan tahap perkembangan murid yang dapat diikuti oleh guru lainnya sehingga murid dapat meraih kemerdekaannya dalam belajar,” terang Iwan Syahril saat membuka seleksi Program Guru Penggerak Angkatan 2, 3, 4 yang berlangsung secara virtual melalui siaran pers, Rabu (14/10). (Baca juga: Kemendikbud Buka Rekrutmen 32.713 Jabatan untuk Pamong Belajar dan Penilik, Tertarik? )
Kelulusan akan ditentukan oleh hasil seleksi peserta dan pengajar praktik yang disesuaikan dengan kuota calon Guru Penggerak angkatan kedua yakni 2800 guru. Sementara itu, penentuan hasil seleksi didasarkan pada nilai akhir peserta, proporsi jumlah sekolah, ketersediaan pendamping, serta jumlah kepala sekolah yang akan pensiun.
Sebelumnya pada peluncuran Guru Penggerak bulan Juli lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, program Guru Penggerak ini terbilang menjadi program terpenting di Kemendikbud. Sebab sebaik apapun teknologi pendidikan, kurikulum atau infrastrutktur pendidikan yang mumpuni namun tidak akan ada yang bisa menggantikan peran guru penggerak untuk transformasi budaya sekolah kepada pembelajaran.
Alumnus Harvard ini menuturkan, proses rekrutmen calon guru penggerak akan segera dilakukan kepada guru-guru terbaik baik itu guru PNS maupun guru non PNS. Setelah itu mereka akan mengikuti pelatihan untuk melatih potensi kepemimpinan mereka. Setelah mereka lulus, ujarnya, Kemendikbud akan komitmen bekerja sama dengan pemerintah daerah agar lulusan guru penggerak ini berdampak besar di lingkungan sekolah. Selain itu juga guru penggerak ini akan menjadi bibit yang akan menjadi kepala sekolah pengegrak, pengawas penggerak dan pelatih guru pengggerak kedepannya.
Kelulusan akan ditentukan oleh hasil seleksi peserta dan pengajar praktik yang disesuaikan dengan kuota calon Guru Penggerak angkatan kedua yakni 2800 guru. Sementara itu, penentuan hasil seleksi didasarkan pada nilai akhir peserta, proporsi jumlah sekolah, ketersediaan pendamping, serta jumlah kepala sekolah yang akan pensiun.
Sebelumnya pada peluncuran Guru Penggerak bulan Juli lalu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan, program Guru Penggerak ini terbilang menjadi program terpenting di Kemendikbud. Sebab sebaik apapun teknologi pendidikan, kurikulum atau infrastrutktur pendidikan yang mumpuni namun tidak akan ada yang bisa menggantikan peran guru penggerak untuk transformasi budaya sekolah kepada pembelajaran.
Alumnus Harvard ini menuturkan, proses rekrutmen calon guru penggerak akan segera dilakukan kepada guru-guru terbaik baik itu guru PNS maupun guru non PNS. Setelah itu mereka akan mengikuti pelatihan untuk melatih potensi kepemimpinan mereka. Setelah mereka lulus, ujarnya, Kemendikbud akan komitmen bekerja sama dengan pemerintah daerah agar lulusan guru penggerak ini berdampak besar di lingkungan sekolah. Selain itu juga guru penggerak ini akan menjadi bibit yang akan menjadi kepala sekolah pengegrak, pengawas penggerak dan pelatih guru pengggerak kedepannya.
(mpw)
Lihat Juga :