Ini Wejangan Mas Menteri kepada Ribuan Guru Penggerak
Kamis, 15 Oktober 2020 - 14:49 WIB
loading...
A
A
A
Kepada semua calon Guru Penggerak, Mendikbud mengingatkan bahwa setiap orang adalah guru sekaligus murid oleh karena itu teruslah mencoba dan terbuka pada hal-hal baru. Dia berpesan, guru harus ingat bahwa ada para murid-murid yang harus ditemani untuk mengisi masa depan bangsa. Masa yang pastinya akan terjadi hal-hal baru. Oleh karena itu, harapnya, teruslah membiasakan untuk mengeksplorasi kebaruan dan terus mencari cara terbaik untuk diimplementasikan di ruang kelas.
Mendikbud menerangkan, proses untuk belajar ini pastilah tidak nyaman dan mungkin para calon Guru Penggerak ini akan menemui banyak keraguan untuk menilai apakah proses ini sudah tepat atau belum. Jika keraguan ini terjadi, ujarnya, hal ini merupakan hal yang wajar. Teruslah belajar untuk berproses bersama, tambahnya.
"Teruslah bergotong-royong, saling mendukung, saling menyemangati, dan saling mengajari. Cita-cita kita hanya satu, pembelajaran yang berpihak kepada murid, pembelajaran yang memerdekakan pemikiran, dan potensi murid tersebut," imbuhnya.
Sementara, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan, Pendidikan Guru Penggerak ini akan diikuti oleh 2.460 guru. Selain itu akan ditemani oleh 507 pengajar praktek pendamping dan 147 fasilitator terbaik yang telah terpilih pada PGP angkatan pertama ini. Iwan pun mengapresiasi mereka yang telah berhasil lolos karena proses seleksinya memang tidak mudah dan penuh perjuangan. Mulai dari proses menyiapkan dokumen untuk administrasi sampai simulasi mengajar dan wawancara.
Iwan menuturkan, cita-cita dan gagasan Guru Penggerak ini diluncurkan Kemendikbud adalah untuk menghidupkan kembali pemikiran Ki Hajar Dewantara di dalam ruang kelas serta membangun ekosistem pendidikan yang merdeka belajar dan selalu berpihak kepada murid.
"Melalui PGP kita akan mendorong calon Guru Penggerak menjadi pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang berpusat pada murid dengan memandang rasa hormat, fokus dan orientasi utama kepada murid dan pembelajaran mereka," ucapnya.
Mendikbud menerangkan, proses untuk belajar ini pastilah tidak nyaman dan mungkin para calon Guru Penggerak ini akan menemui banyak keraguan untuk menilai apakah proses ini sudah tepat atau belum. Jika keraguan ini terjadi, ujarnya, hal ini merupakan hal yang wajar. Teruslah belajar untuk berproses bersama, tambahnya.
"Teruslah bergotong-royong, saling mendukung, saling menyemangati, dan saling mengajari. Cita-cita kita hanya satu, pembelajaran yang berpihak kepada murid, pembelajaran yang memerdekakan pemikiran, dan potensi murid tersebut," imbuhnya.
Sementara, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Iwan Syahril mengatakan, Pendidikan Guru Penggerak ini akan diikuti oleh 2.460 guru. Selain itu akan ditemani oleh 507 pengajar praktek pendamping dan 147 fasilitator terbaik yang telah terpilih pada PGP angkatan pertama ini. Iwan pun mengapresiasi mereka yang telah berhasil lolos karena proses seleksinya memang tidak mudah dan penuh perjuangan. Mulai dari proses menyiapkan dokumen untuk administrasi sampai simulasi mengajar dan wawancara.
Iwan menuturkan, cita-cita dan gagasan Guru Penggerak ini diluncurkan Kemendikbud adalah untuk menghidupkan kembali pemikiran Ki Hajar Dewantara di dalam ruang kelas serta membangun ekosistem pendidikan yang merdeka belajar dan selalu berpihak kepada murid.
"Melalui PGP kita akan mendorong calon Guru Penggerak menjadi pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang berpusat pada murid dengan memandang rasa hormat, fokus dan orientasi utama kepada murid dan pembelajaran mereka," ucapnya.
(mpw)
Lihat Juga :