Kampus Siaga COVID, 26 Ribu Mahasiswa IPB University Kembali Pulang Kampung
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, tiga parameter lainnya seperti keadaan dosen, pola hidup mahasiswa dan kesiapan kampus dinilai sudah siap jika kampus diberlakukan secara luring kembali.
Ada lima pertimbangan yang harus diperhatikan untuk menjalankan perkuliahan normal. Yakni beragamnya status infeksi asal daerah mahasiswa, pola hidup mahasiswa (tempat tinggal dan pola makan) yang sulit menerapkan tindakan pencegahan, sumberdaya kampus yang kurang memadai untuk menerapkan perkuliahan yang aman.
Banyaknya dosen serta tenaga kependidikan yang masuk kategori umur berisiko tinggi dengan berbagai macam penyakit comorbid serta kasus baru dari daerah luar yang terbawa oleh mahasiswa ke wilayah lokasi kampus berada.
Di sisi lain, menurut Prof Dr Ikeu Tanziha, Guru Besar IPB University dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas ekologi Manusia, Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University memiliki peran penting dalam pengembangan kampus siaga COVID-19.
COVID-19 sangat berdampak pada meningkatnya kemiskinan, menurunnya akses pangan atau meningkatnya kelaparan dan juga meningkatnya kekerasan terhadap perempuan.
Ada lima pertimbangan yang harus diperhatikan untuk menjalankan perkuliahan normal. Yakni beragamnya status infeksi asal daerah mahasiswa, pola hidup mahasiswa (tempat tinggal dan pola makan) yang sulit menerapkan tindakan pencegahan, sumberdaya kampus yang kurang memadai untuk menerapkan perkuliahan yang aman.
Banyaknya dosen serta tenaga kependidikan yang masuk kategori umur berisiko tinggi dengan berbagai macam penyakit comorbid serta kasus baru dari daerah luar yang terbawa oleh mahasiswa ke wilayah lokasi kampus berada.
Di sisi lain, menurut Prof Dr Ikeu Tanziha, Guru Besar IPB University dari Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas ekologi Manusia, Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University memiliki peran penting dalam pengembangan kampus siaga COVID-19.
COVID-19 sangat berdampak pada meningkatnya kemiskinan, menurunnya akses pangan atau meningkatnya kelaparan dan juga meningkatnya kekerasan terhadap perempuan.
Lihat Juga :