300 Proposal Penelitian Madrasah Masuk Babak Presentasi Myres 2020
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 14:14 WIB
loading...
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Madrasah Young Researcher Super Camp (Myres) 2020 memasuki babak presentasi. Dari 5.600 pendaftar, setelah dilakukan penilaian oleh tim, terpilih 300 proposal penelitian dari pelajar jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang lolos dan ikut dalam tahap presentasi.
“Myres 2020 rame peminat, mencapai 5.600 proposal. Dewan Juri telah menilai proposal penelitan yang masuk, dan ditetapkan 300 proposal yang lolos tahap presentasi,” terang Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (16/10). (Baca juga: Kemenag, LIPI dan Nano Center Indonesia Kembangkan Madrasah Riset )
Myres adalah kompetisi yang digelar Kemenag untuk menumbuhkan budaya meneliti di kalangan siswa madrasah. Selain itu, Myres bertujuan mengembangkan potensi intelektual siswa madrasah, sekaligus mendorong pencapaian hasil penelitian mereka yang orisinal, berkualitas, dan kompetitif.
Ajang ini kali pertama digelar tahun 2018. Saat itu, proposal yang masuk hanya 666 naskah. Tahun 2019, jumlahnya meningkat menjadi 1.018 proposal, 215 MTs dan 803 MA. Tahun 2020 naik signifikan, 2.140 MTs dan 3.460 MA. “Ini menunjukkan tradisi riset di madrasah terus bergeliat, bahkan sejak tsanawiyah," ujar Umar. (Baca juga: Kemenag: Ribuan Madrasah di Indonesia Belum Miliki Sanitasi Ideal bagi Siswa )
Menurutnya, 300 proposal terpilih ini terdiri dari 150 proposal jenjang MTs dan 150 proposal jenjang MA. Masing-masing jenjang, terbagi dalam tiga bidang dengan jumlah proposal yang sama, yaitu: Sains Matematika dan Pengembangan Teknologi (50), Sosial dan Kemanusiaan atau Sosial Dan Humaniora (50), dan Ilmu Keagamaan (50).
“Myres 2020 rame peminat, mencapai 5.600 proposal. Dewan Juri telah menilai proposal penelitan yang masuk, dan ditetapkan 300 proposal yang lolos tahap presentasi,” terang Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Ahmad Umar melalui keterangan tertulis yang diterima SINDOnews, Jumat (16/10). (Baca juga: Kemenag, LIPI dan Nano Center Indonesia Kembangkan Madrasah Riset )
Myres adalah kompetisi yang digelar Kemenag untuk menumbuhkan budaya meneliti di kalangan siswa madrasah. Selain itu, Myres bertujuan mengembangkan potensi intelektual siswa madrasah, sekaligus mendorong pencapaian hasil penelitian mereka yang orisinal, berkualitas, dan kompetitif.
Ajang ini kali pertama digelar tahun 2018. Saat itu, proposal yang masuk hanya 666 naskah. Tahun 2019, jumlahnya meningkat menjadi 1.018 proposal, 215 MTs dan 803 MA. Tahun 2020 naik signifikan, 2.140 MTs dan 3.460 MA. “Ini menunjukkan tradisi riset di madrasah terus bergeliat, bahkan sejak tsanawiyah," ujar Umar. (Baca juga: Kemenag: Ribuan Madrasah di Indonesia Belum Miliki Sanitasi Ideal bagi Siswa )
Menurutnya, 300 proposal terpilih ini terdiri dari 150 proposal jenjang MTs dan 150 proposal jenjang MA. Masing-masing jenjang, terbagi dalam tiga bidang dengan jumlah proposal yang sama, yaitu: Sains Matematika dan Pengembangan Teknologi (50), Sosial dan Kemanusiaan atau Sosial Dan Humaniora (50), dan Ilmu Keagamaan (50).
Lihat Juga :