Kemenag: Ribuan Madrasah di Indonesia Belum Miliki Sanitasi Ideal bagi Siswa
Selasa, 13 Oktober 2020 - 18:45 WIB
loading...
Acara Peluncuran dan Sosialisasi Profil Sanitasi Madrasah 2020 Dalam Rangka Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia di Jakarta, Selasa (13/10). Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) mengakui, ribuan madrasah di seluruh Indonesia belum memiliki akses sanitasi yang layak dan memadai. Bahkan, cakupan nasional untuk akses sanitasi dasar di madrasah pada semua jenjang pendidikan madrasah hanya sekitar 50 persen.
"Itu berarti satu dari dua madrasah tidak memiliki fasilitas jamban yang layak," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani saat Peluncuran dan Sosialisasi Profil Sanitasi Madrasah 2020 Dalam Rangka Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia di Jakarta, Selasa (13/10). (Baca juga: Kemenag, LIPI dan Nano Center Indonesia Kembangkan Madrasah Riset )
Ramdhani mengatakan, Provinsi Lampung merupakan provinsi dengan akses sanitasi dasar atau jamban layak yang terbanyak yakni sebesar 63,64 persen. Perhatian madrasah pada siswa dan siswi yang memiliki kebutuhan khusus masih sangat rendah. Akses sanitasi yang disediakan untuk siswa dan siswi dengan kebutuhan khusus hanya mencapai sekitar 13,78 persen.
Data nasional menunjukkan bahwa hanya 55,66 persen madrasah di Indonesia yang memiliki akses terhadap sarana cuci tangan. Sebaliknya madrasah di Indonesia tidak memiliki sarana cuci tangan sebesar 44,34 persen atau sebanyak 36.907 madrasah di seluruh Indonesia.
"Fakta-fakta tersebut dapat dijadikan acuan bagi pengambil kebijakan di pusat atau kantor Kemenag provinsi dan kabupaten/ kota, untuk menjadikan dasar dalam merespon dan mengatasi permasalahan tersebut di seluruh madrasah di Indonesia," jelas Ramdhani. (Baca juga: Prioritas Pemberian Vaksin kepada Tenaga Pendidik Diapresiasi )
"Itu berarti satu dari dua madrasah tidak memiliki fasilitas jamban yang layak," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag), Muhammad Ali Ramdhani saat Peluncuran dan Sosialisasi Profil Sanitasi Madrasah 2020 Dalam Rangka Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia di Jakarta, Selasa (13/10). (Baca juga: Kemenag, LIPI dan Nano Center Indonesia Kembangkan Madrasah Riset )
Ramdhani mengatakan, Provinsi Lampung merupakan provinsi dengan akses sanitasi dasar atau jamban layak yang terbanyak yakni sebesar 63,64 persen. Perhatian madrasah pada siswa dan siswi yang memiliki kebutuhan khusus masih sangat rendah. Akses sanitasi yang disediakan untuk siswa dan siswi dengan kebutuhan khusus hanya mencapai sekitar 13,78 persen.
Data nasional menunjukkan bahwa hanya 55,66 persen madrasah di Indonesia yang memiliki akses terhadap sarana cuci tangan. Sebaliknya madrasah di Indonesia tidak memiliki sarana cuci tangan sebesar 44,34 persen atau sebanyak 36.907 madrasah di seluruh Indonesia.
"Fakta-fakta tersebut dapat dijadikan acuan bagi pengambil kebijakan di pusat atau kantor Kemenag provinsi dan kabupaten/ kota, untuk menjadikan dasar dalam merespon dan mengatasi permasalahan tersebut di seluruh madrasah di Indonesia," jelas Ramdhani. (Baca juga: Prioritas Pemberian Vaksin kepada Tenaga Pendidik Diapresiasi )
Lihat Juga :