Inovasi Mahasiswa, ITS Kembangkan Sistem untuk Budidaya Jamur Tiram
Selasa, 20 Oktober 2020 - 13:44 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menjalankan fungsi penyiraman dan pengawasan pada sistem otomasi kelembaban dan suhu ini diperlukan daya listrik. Namun di kondisi eksisting lokasi rumah jamur belum teraliri listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Sehingga perlu ditambahkan panel surya sebagai penyedia energi alternatif dalam sistem tersebut.
"Panel surya yang kami rancang bersifat portabel sehingga bisa dipindahkan dengan mudah. Jika butuh untuk mencari daya panel surya dapat dikeluarkan, kemudian dimasukkan ke dalam rumah jamur seusainya,” jelasnya.
Lila mengungkapkan, dalam realisasi program KKN ini ada hal tidak terduga terkait sistem penyiraman jamur tiram di Desa Selorejo. Pada kondisi eksisting, biasanya pengelola rumah jamur menyiram jamur tiramnya dengan cara bolak-balik membawa air dari sungai terdekat. Namun jalur yang harus ditempuh cukup menantang dan berpotensi menyebabkan orang terpeleset.
Sehingga tim KKN dituntut untuk mencari solusi dari pengadaan air guna penyiraman jamur tiram ini. Menjawab masalah ini, akhirnya Lila bersama tim KKN-nya membuatkan sumur bor yang terintegrasi dengan sistem yang telah didesainnya sehingga tidak perlu ada bolak-balik membawa air dari sungai lagi. ”Hal ini berpengaruh pada penyediaan daya yang diperlukan karena sumur bor yang dibutuhkan cukup memakan daya besar akibat jarak ke air tanahnya yang cukup dalam,” ujarnya.
Ambisi Lila ke depannya adalah menambah jenis olahan jamur tiram yang lebih variatif, membantu mengurus sertifikasi halal, hingga pembuatan merek dagang dan platform pemasaran agar membantu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
"Panel surya yang kami rancang bersifat portabel sehingga bisa dipindahkan dengan mudah. Jika butuh untuk mencari daya panel surya dapat dikeluarkan, kemudian dimasukkan ke dalam rumah jamur seusainya,” jelasnya.
Lila mengungkapkan, dalam realisasi program KKN ini ada hal tidak terduga terkait sistem penyiraman jamur tiram di Desa Selorejo. Pada kondisi eksisting, biasanya pengelola rumah jamur menyiram jamur tiramnya dengan cara bolak-balik membawa air dari sungai terdekat. Namun jalur yang harus ditempuh cukup menantang dan berpotensi menyebabkan orang terpeleset.
Sehingga tim KKN dituntut untuk mencari solusi dari pengadaan air guna penyiraman jamur tiram ini. Menjawab masalah ini, akhirnya Lila bersama tim KKN-nya membuatkan sumur bor yang terintegrasi dengan sistem yang telah didesainnya sehingga tidak perlu ada bolak-balik membawa air dari sungai lagi. ”Hal ini berpengaruh pada penyediaan daya yang diperlukan karena sumur bor yang dibutuhkan cukup memakan daya besar akibat jarak ke air tanahnya yang cukup dalam,” ujarnya.
Ambisi Lila ke depannya adalah menambah jenis olahan jamur tiram yang lebih variatif, membantu mengurus sertifikasi halal, hingga pembuatan merek dagang dan platform pemasaran agar membantu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat.
(mpw)
Lihat Juga :