Lima Mahasiswa Universitas Jember Raih Perak di Ajang Internasional
Jum'at, 23 Oktober 2020 - 18:10 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Fauzi, hal itu berawal dari masalah yang ada di lapangan, yakni pada gudang beras Indonesia yang tidak lepas dari ancaman hama kutu beras (Sithopilus oryzae). (Baca juga: Tertarik Beasiswa Pendidikan Kursus Bahasa Turki, Segera Daftar di Sini )
Beberapa media melaporkan bahwa kutu beras telah menyerang 500 ton beras di gudang Indonesia dan pada masa pandemi Covid-19 risiko beras yang ditimbun diserang oleh kutu beras juga semakin besar seperti yang dilaporkan BBC Australia.
"Selain itu, penggunaan insektisida kimia (methyl bromida) yang biasa digunakan di gudang beras sudah dilarang di Australia dan Eropa karena berbahaya bagi ozon dan makanan serta harganyapun mahal," katanya dikutip dari unej.ac.id.
Dia berharap produk yang diciptakan akan dapat menjadi pengganti methyl bromida pada masa depan."Terutama jika sudah berhasil dibuat dalam bentuk cair," katanya.(Baca juga: Jokowi Tegur Kabinet Gara-Gara Buruknya Komunikasi Publik, Pengamat Bilang Begini )
Beberapa media melaporkan bahwa kutu beras telah menyerang 500 ton beras di gudang Indonesia dan pada masa pandemi Covid-19 risiko beras yang ditimbun diserang oleh kutu beras juga semakin besar seperti yang dilaporkan BBC Australia.
"Selain itu, penggunaan insektisida kimia (methyl bromida) yang biasa digunakan di gudang beras sudah dilarang di Australia dan Eropa karena berbahaya bagi ozon dan makanan serta harganyapun mahal," katanya dikutip dari unej.ac.id.
Dia berharap produk yang diciptakan akan dapat menjadi pengganti methyl bromida pada masa depan."Terutama jika sudah berhasil dibuat dalam bentuk cair," katanya.(Baca juga: Jokowi Tegur Kabinet Gara-Gara Buruknya Komunikasi Publik, Pengamat Bilang Begini )
(dam)
Lihat Juga :