Wisuda Unik, Sampoerna University Gunakan Teknologi Robot Gantikan Para Wisudawan
Minggu, 25 Oktober 2020 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Di kesempatan yang sama, Alumni Sampoerna University 2015 Tatag Adi Sasono juga berbagi manfaat program two degree yang membuka peluang untuknya karena gelar yang diakui secara global. “Yang menarik di Sampoerna University, mahasiswa tidak hanya belajar keterampilan akademis, tetapi juga non-akademis, seperti leadership, time management, dan public speaking, serta berbagai keahlian lain yang akan berguna ketika bekerja atau berbisnis,” jelasnya.
Sejalan dengan tema Leading with Excellence, Sampoerna University akan selalu menjadi yang terbaik dan terdepan dalam segala hal, bahkan di situasi yang penuh tantangan seperti sekarang. “Semoga pengalaman mereka di Sampoerna University akan mempersiapkan mereka meraih sukses secara akademis maupun profesional dan memberi kontribusi bagi masa depan Indonesia lebih baik,” pungkas Marshall.
Sementara itu, Head of Talent Acquisition CIMB Niaga, Affianti Suwita mengatakan, bagi fresh graduate, terjun langsung ke dunia pekerjaan ibarat melakukan gambling. Minimnya pengalaman yang dipunya, terlebih kurang aplikatifnya soft skill dan hard skill yang dimiliki banyak memicu munculnya fenomena fresh graduate yang tidak matang saat menjalani proses recruitment, dan akhirnya menuai banyak kerisauan. (Baca juga: 8 Kali Boyong Piala Bergilir, UI Pertahankan Juara Umum Ajang Gemastik 2020 )
Berbekal indeks prestasi yang tinggi saja tidak cukup, dibutuhkan lulusan berdaya saing tinggi dan mampu menjawab dan memenuhi kriteria klien di perusahaan nasional maupun multinasional secara professional. “Ekspektasi calon pekerja yang dicari perusahaan multinasional, pastinya sejalan dengan kebutuhan pekerjaan, karena perusahaan menjadi pekerja dengan skill yang sesuai agar perusahaan tersebut untuk mencapai goals,” ujar Affianti.
Kebutuhan perusahaan itu, lanjut Affianti, selalu berubah-ubah seiring perkembangan jaman. Maka skill wajib seperti digital savvy yang bisa adaptasi dengan situasi apapun khususnya di era disrupsi teknologi. “Kami butuh calon pekerja dengan skill yang mengikuti pekerjaan jaman, tidak cuma bagus IQ, EQ, AQ (Adversity Quotient), tapi juga cerdas Digital Quotient (DQ) nya. Mereka juga dituntut harus versatile, dynamic, serta memiliki karakreristik leadership entrepreneurship, dan social responsibility,” imbuh Affianti
Sejalan dengan tema Leading with Excellence, Sampoerna University akan selalu menjadi yang terbaik dan terdepan dalam segala hal, bahkan di situasi yang penuh tantangan seperti sekarang. “Semoga pengalaman mereka di Sampoerna University akan mempersiapkan mereka meraih sukses secara akademis maupun profesional dan memberi kontribusi bagi masa depan Indonesia lebih baik,” pungkas Marshall.
Sementara itu, Head of Talent Acquisition CIMB Niaga, Affianti Suwita mengatakan, bagi fresh graduate, terjun langsung ke dunia pekerjaan ibarat melakukan gambling. Minimnya pengalaman yang dipunya, terlebih kurang aplikatifnya soft skill dan hard skill yang dimiliki banyak memicu munculnya fenomena fresh graduate yang tidak matang saat menjalani proses recruitment, dan akhirnya menuai banyak kerisauan. (Baca juga: 8 Kali Boyong Piala Bergilir, UI Pertahankan Juara Umum Ajang Gemastik 2020 )
Berbekal indeks prestasi yang tinggi saja tidak cukup, dibutuhkan lulusan berdaya saing tinggi dan mampu menjawab dan memenuhi kriteria klien di perusahaan nasional maupun multinasional secara professional. “Ekspektasi calon pekerja yang dicari perusahaan multinasional, pastinya sejalan dengan kebutuhan pekerjaan, karena perusahaan menjadi pekerja dengan skill yang sesuai agar perusahaan tersebut untuk mencapai goals,” ujar Affianti.
Kebutuhan perusahaan itu, lanjut Affianti, selalu berubah-ubah seiring perkembangan jaman. Maka skill wajib seperti digital savvy yang bisa adaptasi dengan situasi apapun khususnya di era disrupsi teknologi. “Kami butuh calon pekerja dengan skill yang mengikuti pekerjaan jaman, tidak cuma bagus IQ, EQ, AQ (Adversity Quotient), tapi juga cerdas Digital Quotient (DQ) nya. Mereka juga dituntut harus versatile, dynamic, serta memiliki karakreristik leadership entrepreneurship, dan social responsibility,” imbuh Affianti
(mpw)
Lihat Juga :