Ornamen Header
UI–BAPETEN Kerja Sama Gelar Seminar Keselamatan Nuklir 2020
UI–BAPETEN Kerja Sama Gelar Seminar Keselamatan Nuklir 2020
UI berkolaborasi dengan BAPETEN menggelar Seminar Keselamatan Nuklir 2020 secara virtual, Senin (26/10). Foto/Dok/Humas UI
JAKARTA - Universitas Indonesia (UI) melalui Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA UI) berkolaborasi dengan Badan Pengawas Tenaga Nuklir(BAPETEN) menggelar Seminar Keselamatan Nuklir 2020 bertajuk “Inovasi untuk Mendukung Keselamatan dan Keamanan Nuklir menuju SDM Indonesia yang Maju dan Unggul” (Innovations to Support Nuclear Safety and Security for Advanced Human Resources and Excellent Indonesia).

Seminar yang diselenggarakan pada Senin (26/10) secara virtual disaksikan lebih kurang 300 peserta. Acara dibuka oleh Kepala BAPETEN Jazi Eko Istiyanto dan Rektor UI Ari Kuncoro. Turut hadir pula Wakil Rektor UI bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI Abdul Haris, Dekan FMIPA UI Rokhmatuloh, dan Guru Besar Fisika FMIPA UI Djarwani S. Soeyoko. (Baca juga: Presiden Jokowi: Vaksinasi COVID-19 Dilakukan Secara Bertahap)

Kerja sama UI dan BAPETEN memiliki peran yang sangat penting dari sisi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta penyediaan SDM, khususnya dalam mendukung pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor UI Prof. Ari Kuncoro mengatakan, seminar ini diharapkan dapat menjadi forum diskusi ilmiah dan penyebaran ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di bidang pengawasan pemanfaatan ketenaganukliran.
“Peluang kolaborasi UI–BAPETEN yang diusung dapat berkisar seputar pengembangan sumber daya manusia di bidang pengawasan tenaga nuklir; pemberdayaan tenaga ahli yang dimiliki UI dan BAPETEN; dan pemanfaatan hasil kajian/penelitian yang mendukung pengawasan ketenaganukliran,” katanya, Senin (26/10/2020).



Dalam seminar tersebut, dipaparkan tiga topik besar, yakni berkenaan “Implementing Radiation Safety Standards in Medicine during Normal Times as well as during The COVID-19 Pandemic” oleh Dr. Ola Holmberg, dari IAEA (International Atomic Energy Agency). (Baca juga: Tim Mahasiswa ITS Rancang Pengolahan Limbah Domestik Tanpa Emisi)

Berikutnya, topik “The Influence of COVID-19 Pandemic on Nuclear Surveillance Activities by BAPETEN” oleh Kepala BAPETEN. Terakhir, topik “Science and Technology Globalization (Thought and Reflection)” oleh Prof. Djarwani S. Soeyoko, Guru Besar Fisika FMIPA UI.

Kepala BAPETEN Jazi mengatakan, tenaga nuklir dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi pada sisi yang lain mempunyai risiko bila tidak dilakukan pengawasan dengan baik. Untuk itu, dalam upaya mengurangi terjadinya potensi risiko tersebut maka diperlukan pengawasan yang ketat dengan berdasar pada aspek safety, security, dan safeguards atau 3S.



Ilmu pengetahuan dan teknologi tentang pemanfaatan tenaga nuklir memberikan peluang berarti bagi masyarakat, seperti pemanfaatan tenaga nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik di masa yang akan datang yang pada akhirnya diharapkan dapat mencapai kesejahteraan dan kemandirian energi pada bangsa Indonesia.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!