Mahasiswa FTUI Raih Juara Tiga Dunia di Kompetisi Metal Cup 2020
Selasa, 27 Oktober 2020 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Salah seorang perwakilan tim, Maurice menuturkan, selama lima tahun penyelenggaraan kompetisi Metal Cup, belum pernah ada tim dari Indonesia yang berhasil masuk ke dalam babak grand final. Dia dan tim mengaku sangat berbangga hati dapat mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi bergengsi ini.
Setiap tim diberikan waktu satu bulan untuk menyusun strategi pengembangan perusahaan di bidang metalurgi berdasarkan data nyata dari perusahaan tersebut. Strategi yang telah disusun dalam bentuk proposal proyek kemudian dinilai oleh dewan juri dan dipilih proposal dari 20 tim terbaik untuk berkompetisi secara virtual di babak final.
Pada babak final, 20 tim terpilih melakukan presentasi video dan dipilih 10 tim terbaik yang maju ke babak grand final. Dan kami bersyukur bahwa kami mampu mencapai peringkat ke-3 terbaik. (Baca juga: UI–BAPETEN Kerja Sama Gelar Seminar Keselamatan Nuklir 2020 )
“Kami mengambil contoh Kalimantan dan Sulawesi yang tengah melakukan banyak pembangunan daerah pasca terkena bencana. Selain itu, Kalimantan sebagai calon wilayah daerah untuk pengembangan ibukota negara baru akan sangat banyak membutuhkan beton dalam pembangunan infrastrukturnya. Metal slag dapat dijadikan campuran beton karena dapat bereaksi baik dengan solvent dan mampu menahan tekanan hingga 45-50 MPa,” kata Maurice, Selasa (27/10/2020).
Dosen pembimbing tim, Sotya Asturiningsih memaparkan, dari hasil penelitian tim, campuran ini memang belum bisa diaplikasikan pada pembangunan gedung-gedung tinggi. Namun demikian hasil campuran beton ini dapat teraplikasi dengan sangat baik bagi pembangunan perumahan, sekolah, tempat beribadah, dan bangunan dengan struktural yang tidak terlalu tinggi.
Setiap tim diberikan waktu satu bulan untuk menyusun strategi pengembangan perusahaan di bidang metalurgi berdasarkan data nyata dari perusahaan tersebut. Strategi yang telah disusun dalam bentuk proposal proyek kemudian dinilai oleh dewan juri dan dipilih proposal dari 20 tim terbaik untuk berkompetisi secara virtual di babak final.
Pada babak final, 20 tim terpilih melakukan presentasi video dan dipilih 10 tim terbaik yang maju ke babak grand final. Dan kami bersyukur bahwa kami mampu mencapai peringkat ke-3 terbaik. (Baca juga: UI–BAPETEN Kerja Sama Gelar Seminar Keselamatan Nuklir 2020 )
“Kami mengambil contoh Kalimantan dan Sulawesi yang tengah melakukan banyak pembangunan daerah pasca terkena bencana. Selain itu, Kalimantan sebagai calon wilayah daerah untuk pengembangan ibukota negara baru akan sangat banyak membutuhkan beton dalam pembangunan infrastrukturnya. Metal slag dapat dijadikan campuran beton karena dapat bereaksi baik dengan solvent dan mampu menahan tekanan hingga 45-50 MPa,” kata Maurice, Selasa (27/10/2020).
Dosen pembimbing tim, Sotya Asturiningsih memaparkan, dari hasil penelitian tim, campuran ini memang belum bisa diaplikasikan pada pembangunan gedung-gedung tinggi. Namun demikian hasil campuran beton ini dapat teraplikasi dengan sangat baik bagi pembangunan perumahan, sekolah, tempat beribadah, dan bangunan dengan struktural yang tidak terlalu tinggi.
Lihat Juga :