Ornamen Header
Kemendikbud: Peran Pelajar SMK untuk Bangun Desa Sangat Tinggi
Kemendikbud: Peran Pelajar SMK untuk Bangun Desa Sangat Tinggi
Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan M Bakhrun. Foto/Dok/Humas Kemendikbud
JAKARTA - Kemendikbud menilai pelajar SMK bisa memberikan kontribusi untuk membangun desa. Jumlah SMK saat ini yang mencapai 14.000 SMK bisa memberi kontribusi kepada 74.000 desa.

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan M Bakhrun mengatakan, pelajar SMK harus terus berkarya dan berkontribusi bagi negeri di masa pandemi Covid-19 ini. Bakhrun mengatakan, di tengah pandemi ini bidang pertanian merupakan salah satu bidang yang pertumbuhan ekonominya naik, yakni mencapai 16 %. (Baca juga: Pelajar Indonesia Raih 9 Medali di Kompetisi Astronomi-Astrofisika Dunia)

"Bicara tentang pertanian, kita (juga) bicara tentang desa. Maka untuk itu kami berharap bahwa anak-anak SMK juga bisa sama-sama membangun desa, bagaimana membangkitkan suasana desa," kata Bakhrun pada acara Memperingati Hari Sumpah Pemuda SMK Berkarya Untuk Negeri melalui streaming Youtube SMK Kemendikbud, Selasa (27/10).

Bakhrun menuturkan, dengan adanya campur tangan pelajar SMK dibidang pertanian maka pertumbuhan ekonomi di desa akan bisa lebih baik lagi. Pelajar SMK, katanya bisa menciptakan teknologi untuk pengolahan pertanian. Namun tidak hanya itu, katanya, pelajar SMK pun bisa memberikan ilmunya untuk membangun marketplace atau menjadi ahli keuangan untuk membantu pertanian.



Dia menuturkan, saat ini jumlah desa ada 74.000 jumlahnya. Sementara SMK yang beroperasi di Indonesia ada 14.0000. "Andaikan satu SMK bisa bersama-sama mendampingi dan bekerja sama dengan desa 1 banding 5, ini hal yang sangat baik lagi. Dari sekitar 5 juta anak SMK dengan 75.000 Desa maka ini juga potensi yang sangat besar sekali bagi pengembangan negeri ini," ujar Bakhrun. (Baca juga: Digadang sebagai Pengganti UN, Konsep Asesmen Nasional Masih Tak Jelas)

Bakhrun menjelaskan, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan tema besar Bersatu dan Bangkit maka pemuda sebagai warga negara dan harus bisa bangkit untuk membangun bangsa. Saat ini, katanya, disaat pandemi menerpa maka harus ada perubahan pola pikir. Yakni jangan memberi permasalahan bagi bangsa melainkan dapat memberikan solusi bagi permasalahan bangsa ini.

Bahkrun berpendapat, para pelajar SMK yang masih menikmati masa muda ini harus bisa mengisi kekosongan dengan karya dan inovasi. Jangan mengisi masa muda dengan hal yang tidak bermanfaat, katanya, namun berkumpul dan berdiskusi untuk mengembangkan masa depan bangsa Indonesia dengan karya-karya yang dimiliki.



"Utamanya pembangunan di dalam pengembangan desa. Untuk itu dengan adanya peringatan Sumpah Pemuda yang ke 92 ini bersatu untuk bangkit dan SMK berkarya untuk negeri ini menjadi satu tujuan kita bersama," pungkas Bakhrun.
(mpw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!